OctaFx

iklan

Lagarde ECB: Virus Corona Tingkatkan Ketidakpastian Ekonomi

Christine Lagarde mengikuti jejak bank sentral lain yang telah mengungkapkan keprihatinan terhadap potensi dampak wabah virus Corona secara global.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Seputarforex.com - Euro diperdagangkan nyaris flat dekat rekor terendah sebulan dalam sesi Eropa hari ini (6/Februari), beberapa jam setelah Gubernur ECB Christine Lagarde menyampaikan pidato yang kental dengan nuansa pesimis. Menurut Lagarde, pergumulan dengan krisis selama satu dekade belakangan ini telah menyisakan sedikit ruang bagi bank sentral saat menghadapi ketidakpastian baru seperti wabah virus Corona.

EURUSD DailyGrafik EUR/USD Daily via Tradingview.com

Dalam testimoni di hadapan legislator Uni Eropa di Brussels hari ini, Christine Lagarde mengungkapkan bahwa perekonomian domestik tetap "tangguh". Akan tetapi, mantan pimpinan IMF itu juga mengingatkan bahwa ancaman global bisa menumbangkan stabilisasi aktivitas ekonomi baru-baru ini, karena ketidakpastian seputar kondisi ekonomi global tetap tinggi.

Menurutnya, tren perlambatan pertumbuhan ekonomi dan sisa-sisa masalah era krisis finansial telah menekan suku bunga terlampau rendah. Padahal, "Situasi inflasi rendah dan suku bunga rendah ini telah mengurangi ruang secara signifikan bagi ECB dan bank sentral lain sedunia untuk melonggarkan kebijakan moneter dalam menghadapi perlambatan ekonomi".

Dalam sebuah pidato sehari sebelumnya di Paris, Lagarde menyebut wabah virus Corona meningkatkan unsur ketidakpastian pada perekonomian global.

"Walaupun ancaman perang dagang antara AS dan China tampaknya telah berkurang, virus Corona menambahkan lapisan ketidakpastian baru," kata Lagarde, "Ketidakpastian jangka pendek (bagi perekonomian Uni Eropa) terutama berhubungan dengan risiko global -perdagangan, geopolitik, dan sekarang wabah virus Corona dan potensi efeknya bagi pertumbuhan global."

Sebuah survei oleh Demoskopika yang dirilis pada hari Selasa mengungkapkan bahwa Italia berpotensi merugi hingga EUR4.5 Miliar, karena ketakutan terhadap virus bakal mengakibatkan penurunan kunjungan wisatawan. Sementara itu, laporan lain dari OAG menyebutkan bahwa beragam maskapai telah membatalkan 25,000 penerbangan menuju dan intra China setelah penjualan tiket ambruk. Akan tetapi, sejauh ini belum ada pihak yang dapat mengukur dampak wabah virus Corona dengan jelas.

291919

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.