Advertisement

iklan

Harga emas tetap stabil di bawah puncak multi-bulan sementara para pedagang menunggu Indeks Harga PCE AS, 1 jam lalu, #Emas Fundamental   |   EUR/USD mengahadapi level kuat di sekitar level 1.0930, 1 jam lalu, #Forex Teknikal   |   Google (NASDAQ:GOOGL) DeepMind telah menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk memprediksi struktur lebih dari 2 juta material baru, sebuah terobosan yang menurut Google akan segera digunakan untuk meningkatkan teknologi di dunia nyata, 5 jam lalu, #Saham AS   |   Sony (NYSE:SONY) Pictures Entertainment (SPE) telah menjalin kemitraan strategis dengan Guardian Media Group, yang memberikan hak eksklusif kepada SPE untuk mengadaptasi jurnalisme Guardian bagi proyek-proyek audiovisual, 5 jam lalu, #Saham AS   |   Apple Inc (NASDAQ:AAPL) memperpanjang kontraknya dengan Qualcomm (NASDAQ:QCOM) Inc. untuk komponen teknologi utama hingga tahun 2026, 5 jam lalu, #Saham AS   |   AT&T Inc. mengalami kenaikan harga saham yang tidak terlalu besar kemarin, naik 0.74% menjadi $16.30, 5 jam lalu, #Saham AS
Selengkapnya

Meski Bunga Naik, Reli NZD/USD Tertahan Badai Gabrielle

Penulis

Badai Gabrielle merupakan bencana alam terbesar yang melanda New Zealand abad ini. Akibatnya, NZD/USD gagal reli meski suku bunga RBNZ naik.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex - Dolar New Zealand sempat mencuat ke kisaran tertinggi harian ke level 0.6245 pada sesi Asia, tetapi kemudian surut kembali ke kisaran 0.6220 saat memasuki sesi Eropa (22/Februari). Pengumuman suku bunga New Zealand gagal menjadi katalis reli bagi NZD/USD di tengah beratnya dampak bencana alam yang melanda negeri dua pulau ini.

NZDUSD DailyGrafik NZD/USD Daily via TradingView

Bank sentral New Zealand (RBNZ) tadi pagi menaikkan suku bunga dari 4.25% ke 4.75%, sesuai dengan estimasi konsensus sebelumnya. RBNZ juga menegaskan kembali perlunya menaikkan suku bunga lagi dalam bulan-bulan mendatang demi mencapai target inflasi.

Sayangnya, tak ada perubahan apa pun dibandingkan pengumuman RBNZ dalam rapat sebelumnya. RBNZ masih memperkirakan suku bunga tertinggi akan mencapai 5.5% pada paruh kedua tahun ini, kemudian tetap pada tingkat yang sama sampai tahun depan. Hal ini cenderung mengecewakan bagi sebagian pelaku pasar yang mengharapkan panduan kebijakan lebih hawkish.

"Pemicu bagi rebound Kiwi adalah pengumuman kebijakan terbaru RBNZ yang mengecewakan ekspektasi karena panduan suku bunga yang kurang hawkish," kata Lee Hardman, analis mata uang senior di MUFG.

RBNZ boleh jadi segan untuk bersikap lebih agresif sementara negerinya sedang berduka. Laporan Kebijakan Moneter kuartalannya mengulas cukup panjang lebar mengenai ketidakpastian akibat Badai Gabrielle yang menghantam Pulau Utara New Zealand baru-baru ini. Berbagai ketidakpastian itu dapat membebani pertumbuhan ekonomi New Zealand tahun 2023, sekaligus menaikkan inflasi lagi dalam jangka pendek.

"Beberapa orang telah kehilangan nyawa mereka. Banyak orang kehilangan rumah, kendaraan, dan harta benda. Yang lain, bisnisnya terganggu. Telah terjadi kerusakan yang signifikan pada tanaman, tanah, persediaan dan peralatan," demikian diungkapkan oleh RBNZ, "Ini masih awal dalam proses pemulihan, dan perkiraan dampak ekonomi yang lebih luas sangat tidak pasti. Namun, peristiwa ini kemungkinan akan menghasilkan inflasi yang agak lebih tinggi dari yang seharusnya dalam waktu dekat. (Bencana alam) telah menghancurkan stok modal, sehingga mengurangi pasokan, dan akan meningkatkan permintaan dalam tahun mendatang."

Perdana Menteri Chris Hipkins pada hari Senin mengatakan bahwa badai Gabrielle merupakan bencana alam terbesar yang melanda New Zealand abad ini. Badai tersebut telah menewaskan sedikitnya 11 orang dan menimbulkan kerugian materiil sebesar minimal USD8 miliar. Pemerintah New Zealand akan menggelontorkan paket bantuan darurat senilai USD187.08 juta untuk pembangunan kembali kawasan yang luluh lantak, sembari terus melakukan pencarian atas ribuan korban yang hilang.

Download Seputarforex App

299025
Penulis

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.