Minat Risiko Meningkat, Dolar Australia Reli Ke Rekor Tertinggi 1 Bulan

Dolar Australia menguat pesat sejak pekan lalu, disinyalir karena perbaikan minat risiko pasar terkait sejumlah isu global yang berdampak besar.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Dolar Australia meroket sekitar 0.3 persen ke kisaran 0.6875 terhadap Dolar AS dalam perdagangan awal pekan (21/Oktober). Apresiasi Aussie kali ini tak berhubungan dengan rilis data ekonomi apapun, sehingga disinyalir berhubungan dengan peningkatan minat risiko pasar global. Ke depan, minat pasar terhadap Aussie masih rentan dipengaruhi oleh isu-isu seperti kabar brexit terkini, perkembangan negosiasi dagang AS-China, dan prospek perubahan suku bunga Australia.

AUDUSD DailyGrafik AUD/USD Daily via Tradingview.com

Pekan lalu, Aussie melonjak pesat setelah rilis data ketenagakerjaan Australia yang menampilkan penurunan tingkat pengangguran ke level 5.2 persen. Meskipun masih cukup jauh dari kisaran pengangguran 4.5-5.0 persen yang dipatok oleh bank sentral Australia (RBA), tetapi data tersebut sukses melegakan sebagian kecemasan pelaku pasar. Ekspektasi pemangkasan suku bunga RBA pada bulan November mulai berkurang, meskipun belum sepenuhnya sirna.

"Menurut pandangan kami, penurunan tipis pengangguran pada bulan September bisa jadi memberikan sedikit ruang bernapas bagi RBA dan daftar positif yang dirujuk Gubernur Lowe akan membantu menghindari resesi, tetapi kami ragu pertumbuhan (ekonomi Australia) akan cukup kuat untuk mencapai full-employment dan menaikkan inflasi kembali ke target dalam waktu dekat," ujar Dr. Shane Oliver dari AMP Capital.

Dolar Australia juga ditopang oleh memudarnya ketegangan antara duo negara adidaya AS dan China. Rancangan kesepakatan fase-1 telah disepakati dan draft utuhnya sedang disusun untuk diresmikan oleh presiden kedua negara. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa ia berharap kesepakatan dagang tersebut dapat ditandatangani dalam pertemuan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) di Chili pada pertengahan November mendatang.

Secara teknikal, Boris Schlossberg dari BK Asset Management mencatat, "Kiwi dan Aussie masing-masing menghadapi resistance jangka panjang pada 0.6450 dan 0.7000, serta bisa jadi kehilangan momentum lagi selama perdagangan range terus bertahan. Namun, pergerakan harga dalam beberapa bulan terakhir mengisyaratkan bahwa risiko pada kedua pasangan mata uang ini boleh jadi sudah menciptakan level terendah jangka panjang. Karenanya, (AUD dan NZD) berpotensi memunculkan sinyal reli risk-on yang lebih luas dalam aset-aset lain dan bisa mengejutkan partisipan pasar, dikarenakan data fundamental GDP global yang secara umum (masih) lesu."

290642

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.