iklan

Negosiasi Pasca-Brexit Masih Jadi Fokus, Lonjakan GBP Rentan Terkoreksi

Stimulus fiskal tambahan yang dijanjikan oleh PM Boris Johnson tak ditanggapi antusias. Fundamental Pound masih tergantung pada negosiasi Inggris-Uni Eropa.

iklan

iklan

Seputarforex - Poundsterling mendadak melejit nyaris 1 persen versus USD dan Euro pada perdagangan kemarin. Akan tetapi, lonjakan tersebut sebenarnya hanya dipicu oleh kedaluwarsa option dalam jumlah besar serta rebalancing portofolio yang lazim dilakukan oleh para manajer investasi pada akhir periode (bulan Juni bertepatan dengan momen akhir bulan/kuartalan/semesteran). Kondisi fundamental yang melatarbelakangi mata uang ini untuk jangka menengah-panjang masih rapuh.

GBPUSD DailyGrafik GBP/USD Daily via Tradingview.com

Saat berita ini ditulis (1/Juli), GBP/USD maupun EUR/GBP terpantau masih diperdagangkan dekat kisaran penutupan kemarin. Kemarin malam, PM Boris Johnson menyampaikan pidato guna memaparkan rencana stimulus tambahannya untuk menggenjot perekonomian Inggris. Walaupun ia menggadang-gadangnya sebagai "New Deal", tapi hasilnya tak dianggap terlalu fantastis oleh pelaku pasar.

Menurut Johnson, ia akan memajukan jadwal belanja proyek infrastruktur senilai GBP5 Miliar (atau sekitar 2 persen dari GDP) ke tahun 2020. Hal ini dianggap tak terlalu mengubah lanskap fiskal Inggris, karena anggaran dalam jumlah yang sama sudah siap untuk dikeluarkan meski dalam kurun waktu lebih lama.

"Pidato PM Boris Johnson tidak mengubah terlalu banyak prospek GBP karena (a) belanja infrastruktur itu sudah diekspektasikan, sebagaimana disebutkan dalam anggaran Maret, dan (b) negosiasi perdagangan Inggris-Uni Eropa masih menjadi faktor penggerak utama dibalik GBP," kata Petr Krpata dari ING Bank.

Krpata menambahkan, "EUR/GBP menembus target akhir kuartal kami pada 0.91. Kami memperkirakan lebih banyak penurunan bagi Sterling dan memperkirakan EUR/GBP akan diperdagangkan di atas 0.92 pada musim panas ini. Karena negosiasi Inggris-Uni Eropa tak mungkin maju, lebih banyak premi risiko dapat diperhitungkan dalam GBP. Kami juga mencatat adanya perubahan struktural dalam sensitivitas GBP terhadap risiko pascareferendum Brexit."

Download Seputarforex App

293163

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


11 Jun 2020

Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone