iklan

Pembahasan Stimulus Macet Di Kongres AS, Dolar Makin Melempem

Pelaku pasar kini semakin kuat mengasumsikan pemulihan ekonomi AS akan tertinggal dibanding Uni Eropa. Akibatnya, EUR/USD berpeluang naik ke 1.25.

iklan

iklan

Indeks Dolar AS (DXY) melemah sekitar 0.2 persen pada kisaran 93.00 dalam perdagangan hari ini (5/Agustus), sementara EUR/USD mendaki ke level 1.1830-an lagi. Greenback makin babak belur gegara ambruknya yield obligasi AS di tengah kecemasan terhadap prospek pemulihan ekonomi dan alotnya pembahasan stimulus fiskal tambahan di kongres AS.

EURUSD DailyGrafik EUR/USD Daily via Tradingview.com

Pelaku pasar kini semakin kuat mengasumsikan pemulihan ekonomi AS akan tertinggal dibanding Uni Eropa. Pasalnya, para pemimpin Uni Eropa sudah meneken anggaran dana bantuan berskala super besar bulan lalu, sedangkan anggaran AS untuk penanggulangan pandemi COVID-19 malah sudah kedaluwarsa pekan lalu.

Sengketa antara kubu Demokrat dan Republik mempersulit pembahasan stimulus fiskal tambahan di kongres AS. Kedua kubu bukan hanya bersilang pendapat soal berapa besar stimulus yang perlu diluncurkan, mereka juga tidak dapat mencapai kesepakatan soal apakah akan melanjutkan tunjangan bagi pengangguran akibat COVID-19 dan apakah pemerintah federal perlu mengirim bantuan bagi pemerintah daerah untuk menanggulangi krisis ini.

Sejumlah pihak khawatir stimulus fiskal pada akhirnya bakal disahkan dalam versi "langsing" sesuai tuntutan kubu Republik. Stimulus tambahan semacam itu takkan bermakna signifikan untuk mendongkrak konsumsi masyarakat maupun menggairahkan perekonomian, berbeda dengan rencana stimulus masif ala Demokrat.

"Kegagalan untuk menyepakati paket fiskal telah menekan dolar AS," kata Imre Speizer, analis forex dari Westpac, "Jadi jika mereka menyepakati sesuatu dalam beberapa hari ke depan, dolar bisa berbalik naik. Tapi meski kita mengalaminya, saya kira dolar masih akan lemah sepanjang sisa tahun ini."

Di sisi lain, pelaku pasar semakin yakin terhadap prospek pemulihan Eropa yang dikonfirmasi oleh sejumlah rilis data belakangan ini. PMI Jasa final lebih rendah dari data preliminer, tetapi masih berada dalam area ekspansif dengan skor 54.7. Skor PMI Komposit final bahkan menanjak lebih tinggi dari 48.5 menjadi 54.9, mengungguli data preliminer yang sebesar 54.8.

"Survei sisi beli menunjukkan bahwa investor masih sangat overweight pada ekuitas AS, terutama saham-saham teknologi, dan berpikir untuk rotasi ke Zona Euro dan menilai Euro masih murah," kata Chris Turner dari ING, sebagaimana dilansir oleh Reuters, "Jika rotasi itu terjadi... maka euro/dolar bisa mencapai 1.25 pada akhirnya."

294012

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


11 Jun 2020

Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone