Pernyataan Powell Picu Pelemahan Kurs Rupiah

Para Investor berbondong-bondong memburu Dolar AS usai pernyataan Hawkish dari Ketua The Fed. Imbasnya, Kurs Rupiah dan sejumlah mata uang Asia semakin melemah.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Nilai tukar Rupiah melemah terhadap Dolar AS pada Kamis sore ini (1/Agustus). Berdasarkan grafik Bloomberg, Rupiah turun dari level penutupan kemarin di level Rp14,021 ke Rp14,116. Sementara menurut TradingView, Rupiah melemah dibandingkan penutupan hari sebelumnya, dari level Rp14,012 ke Rp14,120, selengkapnya lihat grafik di bawah ini.

rupiah hari ini

 

Dipengaruhi Pernyataan Ketua The Fed

Ekonom Samuel Sekuritas, Ahmad Mikail, menilai pelemahan kurs Rupiah hari ini dipengaruhi oleh pernyataan Jerome Powell yang cenderung Hawkish usai diumumkannya penurunan suku bunga AS. Akibatnya, Dolar AS diperkirakan menguat terhadap hampir semua mata uang lainnya, tidak terkecuali Rupiah.

"Penguatan Indeks Dolar yang cukup tajam didorong oleh pernyataan Powell yang cukup Hawkish, di saat The Fed memutuskan menurunkan tingkat suku bunga sebesar 25 bps, menjadi 2.25 persen kemarin malam," tutur Ahmad Mikail sebagaimana dikutip dari Antara.

Namun dalam Konfrensi Pers usai pengumuman suku bunga The Fed, Powell juga menuturkan bahwa, "Saya tidak mengatakan bahwa hanya (akan ada) satu kali pemotongan suku bunga." Selain itu, ia juga mengutip beberapa hal tentang tanda-tanda perlambatan ekonomi global, sengketa perdagangan AS-China yang belum mencapai kesepakatan, dan keinginan untuk meningkatkan trend inflasi.

Pernyataan Powell tersebut, kata Ahmad mendorong investor menempatkan dananya dalam Dolar AS, karena cemas terhadap kemungkinan pemotongan suku bunga yang lebih agresif oleh bank sentral lainya. Ahmad memperkirakan hari ini Rupiah akan bergerak melemah di kisaran Rp14,080-Rp14,100 per Dolar AS.

 

Rilis Data Inflasi Tidak Pengaruhi Rupiah

Hari ini pukul 11.00 WIB, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data inflasi Indonesia periode Juli 2019. Inflasi bulanan (MoM) mencapai 0.31 persen, lebih tinggi dari ekspektasi pasar di level 0.26 persen. Sementara itu, inflasi tahunan (YoY) dirilis sebesar 3.32 persen, dan inflasi inti (YoY) mencapai 3.18 persen.

Mengutip dari CNBC Indonesia, secara praktis memang rilis data ini terlihat tanpa kejutan, sehingga tidak begitu banyak mempengaruhi pergerakan Rupiah. Namun, kenapa USD/IDR hari ini terpantau masih melemah? Jawabannya tak lain dan tak bukan karena tekanan eksternal yang Lebih kuat. Tidak hanya Rupiah, hampir seluruh mata uang utama Asia bertekuk lutut di hadapan Dolar AS.

289483

Alumni Sastra Inggris yang sudah berkecimpung dalam dunia penulisan selama 8 tahun. Sudah mulai menulis sejak masih kuliah. Saat ini aktif sebagai penulis di seputarforex.com.


24 Sep 2019