iklan

Pound Sambut Volatilitas Tinggi Dalam Detik-detik Terakhir Negosiasi

Pound terapresiasi karena Financial Times melaporkan para negosiator telah mencapai kemajuan signifikan dalam perundingan dagang Inggris-Uni Eropa.

iklan

iklan

Seputarforex - Pound jatuh bangun dalam rentang cukup lebar sejak pertengahan pekan ini. GBP/USD kemarin sempat terjerembab lantaran keputusan Uni Eropa untuk menggugat Inggris di pengadilan, sehubungan dengan RUU Pasar Dalam Negeri yang dianggap melanggar EU Withdrawal Agreement 2019. Posisinya kemudian menguat pada sesi New York, karena Financial Times melaporkan para negosiator telah mencapai kemajuan signifikan dalam putaran terakhir perundingan dagang Inggris-Uni Eropa.

Saat berita ditulis, GBP/USD telah terapresiasi hingga level 1.2940-an. EUR/GBP juga sudah terperosok lagi menuju kisaran terendah bulan ini. Tapi risiko ke depan masih cukup tinggi bagi pound.

GBPUSD DailyGrafik GBP/USD Daily via Tradingview.com

Beberapa agenda penting terkait perundingan dagang Inggris-Uni Eropa akan terlaksana pada akhir pekan ini. Dimulai dengan pertemuan antara kepala negosiator Inggris dan Uni Eropa, David Frost dan Michel Barnier, di Brussels. Mereka bakal mendiskusikan hasil dari putaran perundingan terakhir yang akan dilaporkan kepada atasan masing-masing. Ada kemungkinan juga keduanya akan menggelar briefing kepada media.

Selanjutnya, Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen dan PM Inggris Boris Johnson akan berdiskusi via telepon pada hari Sabtu. Keduanya mengagendakan pembicaraan tentang langkah-langkah perundingan berikutnya.

Beberapa awak media berpendapat bahwa pemaparan agenda-agenda ini merupakan gelagat positif terkait hasil perundingan kedua wilayah. Sebagaimana diungkapkan oleh reporter Nick Gutteridge, "Untuk menjelaskan, posisi UE selalu meyakini bahwa tak ada perlunya mengadakan Pertemuan Tingkat Tinggi kecuali ada peluang yang dapat dieksplorasi."

Meski demikian, minimnya rincian yang terungkap hingga saat ini menyisakan ketidakpastian bagi pelaku pasar. Trader dan investor akan terus memantau berita-berita di media massa untuk mengetahui perkembangan selanjutnya dan mengukur dampaknya bagi pound.

"Sterling bakal mengalami sejumlah ayunan harga liar karena berita-berita, yang kita tahu akan muncul," kata Neil Wilson, Kepala Analis Markets.com, "Tak ada yang mau menguji (GBP/USD) 1.30, kecuali ada rumor yang lebih konkret dari 'sumber-sumber'. Diskusi akan selesai besok - lebih banyak berita yang menggerakkan pasar akan tiba."

Download Seputarforex App

294339

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


4 Mar 2021

Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone