RBNZ Tak Ubah Suku Bunga, Dolar New Zealand Meroket

Bank sentral New Zealand (RBNZ) mengambil langkah berlawanan dengan ekspektasi pasar, sehingga nilai tukar Dolar New Zealand meroket lebih dari 1 persen.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Pada sesi Asia (13/November), pasangan mata uang NZD/USD meroket nyaris 1.5 persen ke rekor tertinggi sepekan pada level 0.6416. Lonjakan Kiwi terjadi karena bank sentral New Zealand (RBNZ) menampik ekspektasi pasar tentang pemangkasan suku bunga. Sebagian besar pakar memperkirakan RBNZ bakal memangkas suku bunga lagi dalam rapat hari ini, tetapi nyatanya pihak bank mempertahankan suku bunga pada tingkat 1.0 persen.

NZDUSD DailyGrafik NZD/USD Daily via Tradingview.com

Muatan pernyataan kebijakan RBNZ sebenarnya tak terlalu optimistis. Namun, mereka menilai tingkat suku bunga saat ini masih sesuai, karena ada beberapa faktor yang menahan efek perlambatan global terhadap perekonomian domestik.

Pertumbuhan ekonomi terus melambat hingga memasuki kuartal keempat tahun 2019, karena lemahnya investasi bisnis dan belanja rumah tangga. Sepanjang sisa tahun ini, RBNZ memperkirakan pertumbuhan masih lesu. Khususnya karena kondisi ekonomi di negeri mitra dagang utama mengalami perlambatan.

"Pertumbuhan dalam manufaktur dan perdagangan global itu lemah, dan ketidakpastian tetap tinggi, meredam investasi bisnis global. Namun, harga komoditas ekspor New Zealand masih tangguh, menjamin terms of trade yang positif," papar RBNZ.

RBNZ juga menilai depresiasi nilai tukar Dolar New Zealand turut mendukung kondisi perekonomian di tengah tantangan ekonomi global yang semakin menajam. Selaras dengan itu, bank menegaskan, "Suku bunga perlu berada pada tingkat rendah untuk rentang waktu lebih lama guna memastikan inflasi mencapai titik tengah kisaran target kami dan ketenagakerjaan tetap berada pada kisaran tingkat maksimum yang berkelanjutan."

Dilansir oleh New Zealand Herald, pimpinan ekonom ASB, Nick Tuffley, menilai keputusan RBNZ ini mengejutkan. Menurutnya, "Bagi kami, outlook pertumbuhan RBNZ yang baru masih tampak terlalu bagus". Tuffley memperkirakan Official Cash Rate (OCR) pada akhirnya akan turun juga dari tingkat 1.0 persen saat ini menjadi 0.5 persen, kemungkinan melalui pemangkasan suku bunga pada rapat kebijakan RBNZ bulan Februari dan Mei 2020.

290939

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.