Advertisement

iklan

The Fed Agresif, Reli Dolar AS Makin Ofensif

Penulis

+ -

Indeks dolar AS mencetak rekor tertinggi baru, sedangkan mata uang mayor lainnya terus-menerus tertekan oleh kenaikan suku bunga dan pesan hawkish The Fed.

iklan

iklan

Seputarforex - Indeks dolar AS (DXY) menguat pesat dalam perdagangan sesi New York berkat hasil rapat FOMC yang sangat hawkish dan ketegangan berkelanjutan di benua Eropa. Dixie bahkan sempat mencetak rekor tertinggi dua dekade baru di kisaran 111.70-an pada sesi Asia hari ini (22/September). Sebaliknya, mata uang mayor lain terus-menerus mencetak rekor terendah baru.

DXY Daily Grafik DXY Daily via TradingView

Rapat Federal Reserve Open Market Committee (FOMC) menghasilkan keputusan untuk menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin. Dengan demikian, suku bunga The Fed kini telah berada pada rentang tertinggi sejak tahun 2008 antara 3.00%-3.25%.

The Fed juga memberikan proyeksi kenaikan suku bunga lanjutan yang terbilang sangat agresif demi menanggulangi laju inflasi. Mereka memperkirakan suku bunga akan mencapai 4.40% pada akhir tahun ini, kemudian memuncak di 4.60% pada tahun 2023. Pemangkasan suku bunga paling cepat kemungkinan baru terjadi pada tahun 2024.

Ketua The Fed Jerome Powell mengakui bahwa kebijakannya kemungkinan akan mengakibatkan perlambatan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan pengangguran. Akan tetapi, ia menegaskan pentingnya tindakan tegas untuk menekan inflasi saat ini dan terus menjalankannya hingga inflasi benar-benar turun kembali ke rentang target bank sentral secara berkelanjutan.

Pengumuman suku bunga The Fed terbaru ini sukses mengatrol kurs dolar AS lagi dan merontokkan rival-rivalnya. Kendati demikian, sejumlah analis memeringatkan bahwa valuasi greenback sudah menjadi terlalu mahal (overvalued).

"Kami memperkirakan dolar AS akan tetap kuat dalam jangka pendek, tetapi kami tetap enggan untuk memperhitungkan kenaikan dolar AS tambahan yang berkelanjutan dari titik ini, dan kami pikir akan sembrono untuk mengabaikan risiko penurunan yang tidak terkendali di sini," kata Shaun Osborne, kepala pakar strategi FX di Scotiabank, sebagaimana dilansir oleh Reuters.

Osborne mengingatkan bahwa indeks dolar AS telah melambung nyaris 16 persen sejak awal tahun ini, alias membukukan kenaikan tahunan paling drastis sejak pencatatan data dimulai oleh Refinitiv pada sekitar tahun 1972. Ia juga mengatakan bahwa ekspektasi suku bunga The Fed yang lebih tinggi sebenarnya sudah sepenuhnya diperhitungkan dalam kurs dolar saat ini.

Download Seputarforex App

298268
Penulis

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.