Advertisement

iklan

USD Tangguh Menjelang Rilis Data NFP Hari Ini

Nilai tukar Dolar AS terpantau stabil versus sebagian besar mata uang mayor menjelang rilis data Non-farm Payroll Desember 2019.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Indeks Dolar AS berada pada level 97.45 pada awal sesi Eropa hari ini (10/Januari), mengokohkan posisi pada kisaran tertingginya dalam hampir dua pekan terakhir. Memudarnya kekhawatiran terhadap prospek konflik Timur Tengah telah menyurutkan volatilitas pasar. Di sisi lain, Greenback terpantau stabil versus sebagian besar mata uang mayor menjelang rilis data Non-farm Payroll Desember 2019 nanti malam.

DXY Daily

Beberapa data ekonomi Amerika Serikat dari sektor ketenagakerjaan belakangan ini cukup memuaskan, sehingga mendorong antisipasi data aktual NFP yang lebih tinggi. Komponen ketenagakerjaan dalam laporan PMI Manufaktur ISM hanya terkoreksi tipis dari 55.5 menjadi 55.2. Sementara itu, ADP Non-farm Employment Change meroket dari 124k menjadi 202k. Klaim pengangguran pekan lalu juga menyusut dari 223k menjadi 214k; lebih baik ketimbang estimasi yang dipatok pada 220k.

Estimasi NFP sementara untuk bulan Desember 2019 dipatok pada level 164k, setelah sempat melonjak hingga 266k pada periode sebelumnya. Tingkat pengangguran diperkirakan stabil pada level 3.5 persen, demikian pula data pendapatan rata-rata per-jam pada tingkat 3.1 persen (Year-on-Year).

"(Estimasi NFP) tidak berubah banyak dibandingkan dengan November, jadi apabila kita menyaksikan sesuatu yang sama dengan (kenaikan fantastis) sebelumnya, maka kita bisa menyaksikan reli besar pada Dolar AS," kata Ashley Glover dari CMC Markets Sydney, sebagaimana dilansir oleh Reuters, "Di sisi lain, potensi penurunan bisa semakin tegang, dengan kecilnya angka konsensus."

Apresiasi Dolar AS saat ini juga didukung oleh merebaknya spekulasi seputar prospek pemangkasan suku bunga RBA dan BoE yang menggerogoti nilai tukar AUD dan GBP. Kemarin, Gubernur BoE mengungkapkan bahwa pihaknya siap bertindak untuk menanggulangi pelemahan ekonomi Inggris. Sementara itu, RBA disinyalir bakal memangkas bunga untuk mengatasi lesunya perekonomian akibat kebakaran hutan dahsyat yang melanda Australia selama beberapa bulan terakhir.

 

Setelah membaca di atas, jangan lupa untuk menonton ulasan berita dalam bentuk video berikut ini.

291603

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.