Advertisement

iklan

USD/JPY Ngacir Gegara Varian Baru COVID-19 Kebal Vaksin

Penulis

+ -

Temuan varian baru COVID-19 yang kebal vaksin di Afrika telah menggemparkan pasar forex dan melonjakkan nilai tukar yen Jepang.

iklan

iklan

Seputarforex - Sang jagoan "safe haven" Yen Jepang menguat pesat dalam perdagangan hari ini (26/November) terhadap beragam mata uang lain. USD/JPY ambruk sekitar 0.7 persen ke kisaran 114.50-an, sementara GBP/JPY tumbang 0.75 persen dan EUR/JPY amblas 0.5 persen. Dolar AS yang sama-sama berstatus safe haven justru melemah karena pasar AS libur dalam rangka Thanksgiving pada Kamis, 25 November 2021.

USDJPY Daily Grafik  USD/JPY Daily via Tradingview.com

Media massa hari ini gempar membahas temuan baru varian COVID B.1.1.529 di Bostwana, Afrika Selatan, dan Hong Kong. Baru 10 kasus yang terlacak berkaitan dengan varian tersebut, tetapi kekhawatiran memuncak. Jumlah mutasi yang tinggi pada varian tersebut memungkinkan virus menjadi kebal terhadap vaksin COVID-19 yang sudah ada.

Kabar ini memicu penguatan pada mata uang-mata uang safe haven, sekaligus memukul nilai tukar mata uang berisiko lebih tinggi. Rand Afrika Selatan merosot sekitar 1.6 persen dalam semalam. AUD/USD tumbang hingga lebih dari 0.8 persen ke kisaran 0.7130-an. NZD/USD juga longsor nyaris 0.7 persen ke kisaran 0.6800-an. Duo mata uang Antipodean kini terpuruk pada rekor terendah sejak November 2020.

Inggris buru-buru mengumumkan pembatasan perjalanan atas Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, dan Eswatini. Namun, GBP/USD tetap merosot ke rekor terendah baru sejak Desember 2020.

"Kekhawatiran tentang COVID jelas sekali memainkan peran dalam peningkatan permintaan untuk safe haven, termasuk yen. Dan karena Afrika Selatan adalah lokasi (ditemukannya) varian baru ini, itu adalah alasan nyata untuk menghindari rand," kata Shinichiro Kadota, pakar strategi FX senior di Barclays Tokyo, "Jika situasi COVID memburuk, dolar-yen dapat melemah lebih lanjut, tetapi jika tidak, divergensi kebijakan moneter jelas sekali akan membebani yen dalam jangka menengah."

Kadota menilai level 114 semestinya menjadi batas bawah bagi pasangan mata uang USD/JPY dalam jangka pendek, kecuali jika "dunia benar-benar berubah menjadi lebih buruk."

Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda pekan lalu kembali mengikrarkan komitmennya untuk mempertahankan stimulus moneter masif. Ia bahkan menegaskan kesiapan bank sentral untuk meningkatkan stimulus jika diperlukan. Arah kebijakan BoJ itu berlawanan dengan sikap Federal Reserve AS yang semakin hawkish , sehingga menempatkan yen Jepang pada posisi lebih lemah dibanding dolar AS dari segi yield obligasi dan suku bunga.

Download Seputarforex App

296856
Penulis

Alumnus Fakultas Ekonomi, mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental untuk trading forex dan investasi saham. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.