Defisit Neraca Dagang Indonesia Menyempit, Rupiah Menguat

Kondisi neraca dagang yang lebih baik dari bulan sebelumnya memacu Rupiah menguat. Melunaknya perundingan dagang China-AS juga menjadi salah satu faktor.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Seputarforex.com – Nilai tukar rupiah menguat terhadap Dolar AS pada Selasa siang ini (15/Januari). Menurut grafik pasar spot Bloomberg pukul 14.00 WIB, Rupiah menguat sebesar Rp14,071 per USD dibandingkan sesi penutupan kemarin, yang berada di kisaran Rp14,124 per USD. Kurs Rupiah juga lebih baik dari pembukaan pagi ini di kisaran Rp14,095 per USD.

rupiah hari ini

Namun demikian, data kurs referensi JISDOR justru mencatat Rupiah melemah di Rp14,084, lebih rendah dibandingkan hari Senin (14/Januari) kemarin di kisaran Rp14,052.

 

Penyempitan Defisit Neraca Dagang Berimbas Rupiah Menguat

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan defisit pada Neraca Dagang Indonesia bulan Desember 2018 sebesar 1.1 miliar Dolar AS. Angka ini lebih rendah dibandingkan bulan November kemarin, ketika Neraca Dagang Indonesia berada di kisaran 2.05 miliar Dolar AS. Kondisi Neraca Perdagangan yang membaik memacu Rupiah menguat.

rupiah hari ini

Sepanjang tahun 2018 (Januari-Desember), defisit Neraca Dagang Indonesia berada di angka 8.57 miliar Dolar AS. Ketua BPS Suhariyanto menyatakan defisit ini dipicu oleh lonjakan impor yang tinggi, sementara performa ekspor mengendur. Nilai ekspor pada Desember 2018 mencatat penurunan 4.62% (year on year) atau sebesar 14.18 miliar Dolar AS. Sedangkan impor mengalami pertumbuhan 1.16% (year on year) atau senilai 15.28 miliar Dolar AS.

"Penyebab defisit 2018 lebih karena defisit migas 12.4 miliar Dolar AS. Sementara untuk non migas, kita masih surplus 3.84 miliar Dolar AS," ungkap Suharyanto sebagaimana dikutip dari Kompas.

 

Rupiah Menguat Pasca "Melunaknya" Perang Dagang China-AS

Analis Ekonomi DailyFX, Daniel Dubrovsky, mengatakan bahwa mata uang ASEAN pada minggu ini akan mengalami penguatan berkat sejumlah rilis berita yang positif dari AS. Selain itu, Wakil Perdana Menteri China, Lie He, dijadwalkan akan mengunjungi AS pada akhir Januari untuk melanjutkan perbincangan mengenai perundingan dagang AS dan China.

Presiden AS Donald Trump baru-baru ini menyatakan bahwa perundingan dagang dengan China berjalan mulus, sehingga kesepakatan kemungkinan besar akan segera dicapai

"Hubungan dengan China sangat baik. Saya rasa kami bisa mencapai kesepakaatan dengan China," pungkas Trump di Gedung Putih, dikutip dari CNBC Indonesia.

287010

Alumni Sastra Inggris yang sudah berkecimpung dalam dunia penulisan selama 8 tahun. Sudah mulai menulis sejak masih kuliah. Saat ini aktif sebagai penulis di seputarforex.com.