Dolar AS Menguat Di Tengah Potensi Perang Bea Impor

Dolar AS menguat terhadap mata uang mayor akibat kekhawatiran pasar terhadap konflik perdagangan AS dengan China dan Kanada.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Di hari libur pasar Amerika malam ini, Dolar AS justru menguat terhadap mata uang mayor akibat kekhawatiran terhadap konflik perdagangan AS dengan sejumlah negara. Selain itu, data ekonomi AS yang dirilis malam ini, Indeks PMI Manufaktur AS, menunjukkan kenaikan ke level tertinggi sejak tahun 2004.

Dalam gejolak kekhawatiran pasar terhadap risiko perang dagang, Dolar AS diburu oleh para investor sebagai safe haven. Akibatnya, Indeks Dolar (DXY), yang mengukur kekuatan Dolar AS terhadap enam mata uang mayor, mampu bertahan di level 95.55 saat berita ini ditulis. Meskipun sedikit turun dari level sebelumnya, indeks Dolar malam ini masih di rentang level tinggi yang terbentuk sejak awal sesi perdagangan.

usd

 

Penerapan Bea Impor Tambahan Untuk China Semakin Dekat

Public Comment Period untuk proposal bea impor baru AS terhadap barang-barang China, akan berakhir pada hari Kamis lusa. Setelah itu, Presiden AS Donald Trump dapat menindaklanjuti rencana untuk menerapkan bea impor tambahan sebesar $200 miliar. Namun demikian, belum jelas seberapa cepat aturan impor tambahan ini akan segera diberlakukan.

Di sisi lain, bank-bank BUMN China telah memasang swap bagi Dolar AS terhadap Yuan, dalam rentang tenor satu bulan hingga satu tahun (a month to a year) untuk pasar di wilayah China lepas pantai (offshore). Hal ini menyediakan support bagi Yuan, karena pasar bersiap menghadapi perang dagang antara AS dan China.

 

Macetnya Negosiasi AS Dengan Kanada

Hubungan perdagangan AS dengan Kanada juga belum menemukan titik temu. Negosiasi yang digelar akhir pekan lalu, berakhir tanpa adanya kesepakatan sesuai harapan Presiden Trump untuk merombak perjanjian NAFTA. Dolar Kanada bahkan melemah terhadap Dolar AS ke level rendah enam bulan gara-gara ketidakpastian ini.

Menanggapi situasi tersebut, analis Marc Chandler dari Brown Brothers Harriman New York mengatakan, "Menurut saya Trump akan lebih fokus (untuk berkompromi) dengan Meksiko. Namun sayangnya, suasana hatinya sedang tak berminat untuk berkompromi dengan Kanada, Eropa, maupun China."

285159

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.


24 Sep 2019