Dolar AS Tertekan Karena Spekulasi Mengenai Suku Bunga Fed

Sederet data ekonomi AS terbaru makin memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed, sehingga Dolar AS melemah terhadap sejumlah mata uang mayor.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Indeks Dolar AS (DXY) masih terkungkung dekat level terendah 11 pekan di kisaran 96.65-an, sementara minat risiko pasar memburuk. Pada awal sesi Eropa hari Rabu ini (12/Juni), Greenback juga terpantau melemah terhadap sejumlah mata uang mayor, termasuk Euro dan Yen Jepang. Masalahnya, pelaku pasar berfokus pada kasak-kusuk mengenai prospek pemangkasan suku bunga Fed dalam beberapa bulan ke depan.

DXY Weekly

Ekspektasi mengenai pemangkasan suku bunga Fed mulai naik daun lagi setelah sejumlah pejabat Fed mengisyaratkan kesediaan untuk memangkas suku bunga pada pekan lalu. Karenanya, investor dan trader menantikan event rapat dewan kebijakan Federal Reserve yang lazim disebut Federal Open Market Committee (FOMC) pada tanggal 18-19 Juni mendatang, untuk mendapatkan konfirmasi lebih lanjut.

Indeks Dolar AS semakin tertekan akibat merosotnya yield obligasi pemerintah AS (US Treasury) ke dekat level terendah dua tahun pada hari Jumat, setelah rilis data Non-farm Payroll yang mengecewakan. Laporan tersebut serta rilis data inflasi produsen Amerika Serikat pada hari Selasa, telah meningkatkan ekspektasi pasar bagi pemangkasan suku bunga Fed.

"Pasar telah memperhitungkan pemangkasan suku bunga Fed secara signifikan," kata Shinichiro Kadota, pakar strategi dari Barclays Tokyo, kepada Reuters, "Jadi, pelaku pasar menantikan rapat Fed minggu depan untuk menyaksikan seberapa besar dan kapan mereka siap untuk melonggarkan kebijakan moneter."

Sementara itu, sejumlah rival utama Greenback justru kokoh walaupun terus dibombardir komentar kontroversial Presiden AS Donald Trump. EUR/USD melanjutkan reli ke level tertinggi tiga bulan dan kini bertengger pada level 1.1336, meski kemarin Trump menuduh Eropa sengaja mendevaluasi Euro. USD/JPY justru kembali tergelincir ke kisaran 108.31 karena meningkatnya permintaan atas Yen sebagai aset safe haven, meski sempat merangkak naik sepanjang pekan lalu.

288796

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


30 Apr 2019