OctaFx

iklan

Dolar New Zealand Meroket Berkat Data GDP Kuartal IV/2018

Dolar New Zealand melesat nyaris 1 persen terhadap Dolar AS pada perdagangan sesi Asia hari Kamis ini (21/Maret), setelah data GDP melampaui ekspektasi.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Dolar New Zealand melesat nyaris 1 persen terhadap Dolar AS pada perdagangan sesi Asia hari Kamis ini (21/Maret), setelah data Gross Domestic Product (GDP) dirilis lebih tinggi dibandingkan estimasi awal. Namun, saat berita ditulis pada awal sesi Eropa, pasangan mata uang NZD/USD telah terkoreksi hampir setengahnya, meski masih mencatat kenaikan harian sebesar 0.52 persen pada kisaran 0.6917. Kiwi juga mempertahankan keunggulan versus mata uang negeri jirannya, dengan posisi AUD/NZD melorot 0.13 persen ke level 1.0325.

Dolar New Zealand Meroket Berkat Data GDP

Laporan GDP terbaru menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi New Zealand mengalami kenaikan sebesar 0.6 persen (Quarter-over-Quarter) dalam kuartal IV/2018. Laju pertumbuhan GDP tahunan (Year-on-Year) melambat dari 2.6 persen menjadi 2.3 persen dan agak meleset dari ekspektasi pasar. Namun, pertumbuhan kuartalan telah melampaui ekspektasi sejumlah bank terbesar di kawasan antipodean. Sebelumnya, ASB dan Westpac bahkan hanya memperkirakan pertumbuhan GDP New Zealand sebesar 0.3 persen saja dalam periode tersebut.

"Ini adalah contoh (situasi ketika) pasar memperkirakan sesuatu yang lebih rendah dibandingkan (data aktual) yang kita peroleh," ujar Imre Speizer, pakar strategi pasar dari Westpac, kepada New Zealand Herald.

Berkat laju GDP yang kuat di negeri dua pulau tersebut, bank sentral New Zealand (Reserve Bank of New Zealand) diperkirakan tak akan memangkas suku bunga dalam rapat kebijakannya pekan depan; walaupun mereka juga kemungkinan tak akan menyampaikan pesan hawkish lantaran tingginya ancaman perlambatan ekonomi global saat ini. Dalam pernyataan kebijakan berikutnya, RBNZ diproyeksikan hanya akan mengulangi kembali sikap yang telah diutarakannya pada bulan Februari. Tepatnya: "perubahan kebijakan mendatang bisa naik maupun turun, tergantung pada perkembangan data-data ekonomi". Ekspektasi itu mendorong moderasi arus bullish atas Dolar Kiwi.

287850

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.