Advertisement

iklan

Euro Fluktuatif Pasca Pengumuman ECB

Pengumuman ECB mensinyalkan keengganan untuk memangkas suku bunga, tetapi Presiden ECB Mario Draghi justru memberi kisi-kisi soal QE.

acy

iklan

Advertisement

iklan

Euro-Dollar dan beragam cross pair Euro diperdagangkan dengan fluktuasi teramat tinggi hari ini (6/Juni). Euro sempat melonjak hingga level tertinggi 1.1309 versus Dolar AS pasca pengumuman mengenai arah kebijakan bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB). Namun, reli terhenti akibat pernyataan Presiden ECB, Mario Draghi, dalam konferensi pers yang memberikan kesan kontradiktif dengan pengumuman tersebut.

Saat berita ditulis, EUR/USD tengah berupaya mempertahankan kenaikan harian 0.65 persen di kisaran 1.2950, sedangkan EUR/JPY melonjak 0.30 persen ke level 122.06. Pair EUR/GBP juga meroket 0.40 persen ke level 0.8880-an.

EURUSD Daily

 

ECB Takkan Pangkas Bunga Lagi

Dalam pengumumannya, ECB menunda tanggal kapan mereka akan mulai mempertimbangkan kenaikan suku bunga. Meski demikian, ECB memutuskan untuk tidak mengagendakan pemangkasan suku bunga lagi ke dalam arahan kebijakannya. Hal ini membuka kemungkinan akan menyempitnya selisih suku bunga antara Dolar AS dan Euro, karena Federal Reserve justru disinyalir bakal memangkas suku bunga dalam waktu dekat.

"Dewan Gubernur mengekspektasikan suku bunga acuan ECB untuk tetap berada dalam level saat ini, setidaknya hingga paruh pertama tahun 2020," demikian tercantum dalam pengumuman resmi ECB.

Berita itu spontan melonjakkan Euro-Dollar ke level tertingginya sejak pertengahan April. Frederik Ducrozet, seorang ekonom dari Pictet Asset Management, dikutip mengatakan, "Berita terbesar bagi pasar bukanlah soal ECB tak mau menaikkan suku bunga, melainkan bahwa ECB tak akan memangkas suku bunga selama 12 bulan ke depan."

 

Draghi: Beberapa Pejabat ECB Ingin Luncurkan QE Lagi

Beberapa saat setelah rilis pengumuman ECB itu, Presiden ECB Mario Draghi dalam konferensi pers-nya menawarkan info yang cukup menyentak pula. Tanpa banyak ditanya, ia menyatakan bahwa sejumlah koleganya mendukung program Quantitative Easing (QE), salah satu perangkat kebijakan moneter longgar paling perkasa yang bisa dilakukan oleh ECB.

Komentar Draghi itu seakan menyadarkan pasar, sehingga reli Euro langsung tertangguhkan. Namun, penurunan Euro relatif terbatas untuk sementara ini, karena Mario Draghi hanya akan menjabat sebagai pimpinan ECB hingga tanggal 31 Oktober 2019. Oleh karenanya, bahasan mengenai arah kebijakan ECB selanjutnya mungkin akan terkait pula dengan siapa calon penggantinya kelak.

288755

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


15 Jul 2019

18 Jul 2019