EUR/USD Ambles Di Awal Sesi Eropa Meski Draghi Komentar Positif

Euro stabil setelah Presiden ECB Mario Draghi mengatakan bahwa kebijakan bea impor AS-China tak akan langsung memengaruhi Zona Euro.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Seputarforex.com - Euro stabil terhadap Dolar AS pada hari Kamis (12/Apr) ini. EUR/USD diperdagangkan di level 1.2368 setelah mendulang kenaikan dalam beberapa sesi perdagangan sebelumnya, dengan dukungan komentar Presiden ECB Mario Draghi dan sejumlah faktor lain. Namun, saat berita ini ditulis pada pukul 16:00 WIB, EUR/USD sudah ambles ke angka 1.2338 sehubungan dengan sentimen hawkish bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed). 

 

euro-money

 

 

Draghi: Zona Euro Tak Akan Terimbas Langsung Kebijakan Bea Impor AS-China

Kemarin petang, Presiden ECB Mario Draghi mengatakan bahwa ekonomi Zona Euro tidak akan mendapat pengaruh langsung dari kenaikan bea impor yang diberlakukan di AS dan China. 

Dampak yang akan dirasakan oleh Zona Euro, menurut Draghi adalah menurunnya kepercayaan investor dan saling membalas untuk menerapkan kebijakan perdagangan yang serupa. "Imbas langsungnya tidak besar," kata Draghi di hadapan para mahasiswa dalam sebuah event yang digelar oleh ECB. "Pada akhirnya, isu kunci dalam masalah ini adalah pembalasan." 

Minimnya pengaruh ketegangan perdagangan antara AS-China merupakan kabar baik bagi upaya pemulihan ekonomi di kawasan Eropa. Tak ayal, mata uang Euro menguat setelah Draghi menyampaikan komentar tersebut. 

 

Faktor Penguat Euro Selama Sepekan Ini

Dalam pekan ini, Euro telah menghimpun penguatan sebanyak 0.7 persen. Komentar-komentar dari pejabat Bank Sentral Eropa (ECB), memantapkan asumsi bahwa bank sentral tersebut kian dekat dengan normalisasi kebijakan moneter yang dapat dilakukan setelah pemulihan ekonomi mantap terjadi, sehingga Euro pun menguat.

Penguatan Euro terhadap Dolar AS juga terdukung dari kenaikan harga minyak mentah sehubungan dengan krisis Suriah. Harga minyak Brent dan WTI sebagai harga minyak acuan internasional mencatatkan angka tertinggi sejak Desember 2014.

Krisis Suriah menjadi penting bagi pasar finansial karena mengakibatkan hubungan AS dan Rusia memburuk. AS mengancam akan melancarkan rudal ke Suriah dalam waktu dekat, walaupun Rusia melindungi negara Timur Tengah tersebut. Trump mengkritik tindakan Rusia yang mendukung Presiden Bashar Al-Ashad, padahal Al-Ashad dicurigai sebagai otak penyerangan dengan menggunakan senjata kimia.

 

Ketegangan Suriah Versus Sentimen Hawkish The Fed

Dolar AS sempat tak mengacuhkan notulen FOMC untuk rapat pada bulan Maret 2018 yang menunjukkan sentimen hawkish lantaran eskalasi krisis Suriah, sehingga mengalami pelemahan. Namun, menurut para analis, pelemahan Dolar AS karena ketegangan AS-Rusia terkait Suriah memang akan terbatas karena masih ada sentimen hawkish The Fed.

Para pembuat kebijakan di bank sentral AS (The Fed) optimis pertumbuhan ekonomi akan berlanjut dan inflasi akan terakselerasi dalam beberapa bulan ke depan. Hal inilah yang diperkirakan sebagai penyebab berbaliknya kondisi Dolar AS.

Berikutnya untuk hari ini, tren perdagangan Euro akan ditentukan oleh rilis notulen rapat ECB bulan Maret. Selain itu, para investor juga akan mengawasi laporan pendahuluan Tingkat Pengangguran AS.


283217

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.