Advertisement

Ketenagakerjaan Kurang Impresif, Aussie Tetap Mendaki

   By: A Muttaqiena    view: 459   Berita Forex

Seputarforex.com - Data Ketenagakerjaan Australia yang dirilis pada awal perdagangan sesi Asia hari Kamis ini (15/Februari) menunjukkan performa medioker. Akan tetapi, Dolar Australia tetap melanjutkan relinya, sementara Dolar AS diterpa sentimen buruk bertubi-tubi. Saat berita ditulis, pasangan mata uang AUD/USD naik 0.10% ke 0.7933; menuju level tertinggi sepuluh hari.

Dolar Australia

 

Australian Bureau of Statistics (ABS) melaporkan bahwa jumlah orang yang mendapatkan pekerjaan di Australia meningkat 16,000 pada bulan Januari 2018. Data Employment Change tersebut secara aktual lebih tinggi ketimbang estimasi awal yang dipatok pada 15,300 saja. Namun demikian, angkanya jauh lebih rendah ketimbang pencapaian di periode Desember dan November tahun lalu, sebagaimana dapat dilihat pada tiga batang terakhir dalam grafik di bawah ini.

Australia Employment Change

 

Di sisi lain, walau secara keseluruhan ada peningkatan jumlah Employment Change, tetapi komponen data Full Employment Change malah menyusut hingga -49,800 di bulan Januari, dengan data Desember direvisi turun ke 12,700 saja. Juga, meski Tingkat Pengangguran bulan Januari sesuai ekspektasi 5.5%, tetapi data periode Desember direvisi turun ke 5.6%. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja bulan Januari pun selip dari 65.7% ke 65.6%.

Menurut Daniel Dubrovsky dari DailyFX, laporan ketenagakerjaan Australia ini bisa dikatakan agak kurang impresif. Menyusul perilisannya, yield Obligasi Pemerintah Australia bertenor 2-tahunan jatuh; mensinyalkan penyusutan ekspektasi pasar akan kenaikan suku bunga bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA). Namun demikian, ia menilai data kemungkinan hanya punya implikasi terbatas bagi kebijakan bank sentral dalam jangka pendek, karena RBA sudah menyatakan bahwa mereka tak ingin buru-buru menaikkan suku bunga.

Keengganan RBA telah diperhitungkan pasar, sehingga sejalan dengan pertimbangan tersebut, Dolar Australia melanjutkan reli yang telah berlangsung sejak tadi malam, seusai rilis data Inflasi Amerika Serikat. Kenaikan laju Inflasi AS yang jauh melampaui ekspektasi, justru memicu sejumlah kekhawatiran di kalangan pelaku pasar, mendepresiasi Dolar AS, dan mendongkrak nilai mata uang-mata uang rivalnya.

282378

Dolar Pertahankan Posisi Tertinggi Tujuh Bulan Di Tengah Konflik Dagang Dolar Pertahankan Posisi Tertinggi Tujuh Bulan Di Tengah Konflik Dagang
By A Muttaqiena, 18 Jun 2018, In Berita Forex, View 380
Reli Greenback tertahan oleh tingginya resiko perang dagang. Namun, penguatan Dolar AS tak terelakkan karena bias kebijakan moneter AS masih hawkish.
China Balas Bea Impor AS, Perang Dagang Bisa Dimulai Tiga Minggu Lagi China Balas Bea Impor AS, Perang Dagang Bisa Dimulai Tiga Minggu Lagi
By A Muttaqiena, 18 Jun 2018, In Berita Forex, View 577
Trump lagi-lagi memicu aksi balas-membalas bea impor yang berisiko tinggi mengakibatkan perang dagang dengan China dan berdampak besar di pasar finansial.
Statement ECB Mengecewakan Investor, Euro Ambruk Statement ECB Mengecewakan Investor, Euro Ambruk
By Pandawa, 14 Jun 2018, In Berita Forex, View 1130
Euro merosot tajam setelah Bank Sentral Eropa (ECB) melontarkan pernyataan yang cenderung dovish terkait kebijakan suku bunga.
Surplus Neraca Dagang Susut, Dolar Australia Jatuh Surplus Neraca Dagang Susut, Dolar Australia Jatuh
By N Sabila, 7 Jun 2018, In Berita Forex, View 229
Dolar Australia jatuh terhadap Dolar AS di sesi perdagangan Kamis pagi ini, akibat menyempitnya surplus perdagangan Australia.
AUD/USD Melonjak Pasca Kenaikan GDP Australia AUD/USD Melonjak Pasca Kenaikan GDP Australia
By N Sabila, 6 Jun 2018, In Berita Forex, View 283
Ekonomi Australia berekspansi lebih cepat dari perkiraan akibat kenaikan ekspor. Dolar Australia pun melonjak sekitar 0.25 persen terhadap Dolar AS.
Dolar AS Di Terendah Empat Bulan Jelang Data Inflasi Dolar AS Di Terendah Empat Bulan Jelang Data Inflasi
By A Muttaqiena, 12 Jan 2018, In Berita Forex, View 1223
Setelah konfirmasi otoritas China soal rumor yang merebak kemarin, Dolar AS melemah akibat data Inflasi Produsen dan Klaim Pengangguran memburuk.
Topik Berita Forex

SHARE:

SHARE:

 

Topik Berita Forex