Advertisement

iklan

Minat Risiko Kembali, Dolar AS Tertekan Ke Level Rendah 2 Bulan

Indeks Dolar telah turun sebanyak lebih dari satu persen pekan ini. Sedangkan Euro kembali tampil menjadi primadona saat minat risiko sedang naik.

FirewoodFX

iklan

FirewoodFX

iklan

Seputarforex.com - Dolar AS turun ke level rendah dua setengah bulan di sesi perdagangan Jumat (21/Sep) sore ini, akibat pandangan terbaru para investor tentang perkembangan terakhir konflik impor AS-China. Mereka menilai, perang dagang AS-China tak akan menimbulkan guncangan global dalam jangka pendek.

 

Dampak Perang Dagang Tak Lagi Dikhawatirkan

Indeks Dolar telah turun sebanyak lebih dari satu persen pekan ini. Para investor mulai meninggalkan Dolar AS sebagai safe haven dan beralih ke mata uang-mata uang lain, termasuk mata uang negara berkembang. Urgensi dampak perang dagang AS-China dinilai tak akan terjadi dalam waktu dekat, sehingga ketegangan pasar menurun.

"Itu (Indeks Dolar) tampil dengan posisi yang cenderung berbalik dari aksi penghindaran risiko di seluruh lini," kata Makoto Noji, Ahli Forex dari SMBC Nikko Securities di Tokyo. "Pemicunya adalah komentar PM China Li Keqiang tentang Yuan, yang membangunkan harapan lebih baik untuk (masalah) perdagangan AS-China."

Saat berita ini ditulis, Indeks Dolar (DXY) masih bergerak di level rendah 93.94, setelah kemarin malam turun tajam. Kisaran Indeks Dolar saat ini menjadi yang terendah sejak 9 Juli.

dxy

 

Euro Menguat, Yen Justru Melemah

Dalam kondisi meningkatnya minat risiko seperti sekarang, Euro kembali tampil menjadi primadona. EUR/USD menguat 0.05 persen ke 1.1783, setelah menghimpun kenaikan 0.9 persen sehari sebelumnya yang mencapai level 1.1785.

"Sentimen minat risiko muncul dari optimisme terhadap isu-isu perdagangan AS-China, sehingga memuluskan jalan bagi kenaikan Euro," kata Masafumi Yamamoto, Kepala Forex dari Mizuho Securities Tokyo.

Akan tetapi, Yen yang sejatinya sudah menjadi mata uang safe haven, tak lantas mendulang penguatan meski Dolar AS sudah melemah. Akibatnya, Dolar AS menguat terhadap Yen. USD/JPY naik 0.25 persen ke angka 112.745, level tertingginya dalam dua bulan.

"Tingginya yield obligasi AS, khususnya untuk yield obligasi dua-tahunan, telah menambah momentum bagi Dolar (terhadap Yen) menjelang rapat The Fed," ujar Yamamoto.

Sedangkan mata uang Fragile Five juga ikut menguat, dua di antaranya adalah Lira Turki dan Rupiah. USD/TRY berada di level rendah 6.2715, sementara USD/IDR menjauhi angka Rp15,000 dan menuju 14,795.

285397

Sudah aktif berkecimpung di dunia jurnalistik online dan content writer sejak tahun 2011. Mengenal dunia forex dan ekonomi untuk kemudian aktif sebagai jurnalis berita di Seputarforex.com sejak tahun 2013. Hingga kini masih aktif pula menulis di berbagai website di luar bidang forex serta sebagai penerjemah lepas.