Advertisement

iklan

Profil Penulis : Alia Tarmizi

Penulis lepas bidang saham yang juga merupakan investor pasar modal. Selain itu, Alia merupakan pemerhati aksi korporasi emiten. Penulis sudah berkecimpung lebih dari 3 tahun dalam tulis-menulis sektor ekonomi dan update terhadap isu-isu nasional.
Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

PT Astra Internasional Tbk, memberikan pinjaman pada anak usahanya yang bergerak di lini jasa pelabuhan untuk memperkuat operasional perusahaan tersebut.
Pekan ketiga 2019 dibuka dengan berita akuisisi dari dua emiten, salah satunya adalah Michelin yang mengakuisisi 80 persen saham PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA).
BEI saat ini memiliki 10 perusahaan yang akan segera melaksanakan IPO dalam waktu dekat. Salah satunya adalah perusahaan logistik darat PT Armada Berjaya Trans Tbk.
Emiten produsen batu bara kian gencar meningkatkan produksi, merespon harga emas hitam yang lebih stabil dibandingkan tahun lalu. PT Harum Energy Tbk pun tak ingin ketinggalan.
Kebijakan China untuk menekan impor batu bara. Namun, produsen batu bara kalori tinggi seperti PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk kian optimistis berproduksi.
Untuk mempersiapkan kinerja yang lebih baik sejak awal tahun, PT Darma Henwa Tbk. memperkuat manajemen internal guna menangkap peluang dan mengatasi tantangan.
BEI tidak kehilangan gairahnya di tengah pelaksanaan tahun politik. Pada pekan lalu, pasar modal menyambut dua emiten properti baru, yaitu CLAY dan NATO.
Setelah IPO, PT Pollux Investasi Internasional Tbk kini siap melambungkan kinerjanya, terutama dengan rencana pengembangan dan pengambilalihan.
Setelah resmi listing sebagai emiten kedua yang IPO di tahun ini, saham PT Estika Tata Tiara Tbk menguat ke harga Rp480 per lembar.
Emiten menara nasional, TBIG, sangat agresif melakukan ekspansi organik dan anorganik di tahun ini, baik melalui akuisisi maupun meningkatkan kepemilikan pada perusahaan lain.
Emiten kertas nasional termasuk sektor yang paling agresif melakukan ekspansi pada tahun ini. Di penghujung tahun, PT Alkindo Naratama Tbk. siap mencaplok sebuah perusahaan pemasok bahan baku.
Emiten BUMN melanjutkan optimisme di tengah ketidakpastian tahun politik. Proyek infrastruktur masih menjadi andalan di tahun depan, terlihat dari rencana emiten PPRE.
Sepanjang tahun ini, perusahaan-perusahaan menara gencar berekspansi. Ketersediaan menara pun menjadi incaran 2 raksasa, yaitu PT Sarana Menara Nusantara Tbk dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk
Sejumlah perusahaan telah mengantri untuk melaksanakan IPO tahun depan. Salah satunya adalah Estika Tata Tiara.
Di tengah fluktuasi pasar, MERK menjadi salah satu emiten nasional yang masih membukukan kinerja positif, sehingga bisa secara konsisten membagikan dividen.
Sebagai pelaku di industri ritel dan makanan-minuman (mamin), Sentra Food Indonesia optimistis dengan kondisi ekonomi di tahun politik.
Di tengah ketidakpastian pasar, emiten IPCM optimis bisa mengejar kinerja keuangan lebih tinggi dari tahun 2018.
Menjelang akhir tahun, emiten pelat merah sektor konstruksi gencar mengejar target nilai proyek, sambil menyusun rencana untuk tahun depan.
Kenaikan harga batu bara menggairahkan proyek-proyek pertambangan nasional. TCPI yang beroperasi di pengangkutan batu bara juga ketiban berkah.
Tak ingin menyia-nyiakan peluang untuk berekspansi di tengah tren kenaikan harga batu bara, PSSI memburu pendanaan untuk memperkuat modal dan pertumbuhan laba bersih.
Di tengah tren pelemahan Rupiah, sejumlah emiten nasional membukukan kerugian yang cukup besar, karena memiliki utang dalam denominasi dolar. Salah satunya adalah ATIC.
Di tengah ancaman kenaikan PPn impor yang dikenakan pada sejumlah produk elektronik, LUCK justru semakin berekspansi setelah IPO.
Tak mudah bagi perusahaan rintisan untuk menjajal lantai pasar saham. Namun, itu tak menyurutkan langkah IPO PT Distribusi Voucher Nusantara (DIVA).
Tahun ini, BEI telah mencatatkan rekor baru dalam hal jumlah perusahaan yang IPO. Di penghujung tahun, salah satu yang cukup menarik adalah IPO Mega Perintis.
Seluruh otoritas pasar modal termasuk BEI, KPEI, dan KSEI, telah menggodok regulasi dan teknis pelaksanakan percepatan penyelesaian transaksi. Hasilnya siap dinikmati pekan depan.