Advertisement

Sempat Naik Sesaat, GBP/USD Masih Dihantui Sentimen Bearish

   By: Muh Nuzul    view: 620   Berita Forex

Seputarforex.com - Sepekan kemarin, Sterling menjalani minggu yang cukup buruk. Hingga Jumat lalu, GBP/USD tampak tidak berdaya dan kesulitan keluar dari trend bearish-nya. Pound kemudian menunjukkan tanda-tanda pemulihan di awal sesi trading hari ini (12/Januari). Kenaikan tersebut dimulai sejak awal sesi Asia dan mendorong GBP/USD untuk menyentuh level 1.3872. Namun tampaknya, perjalanan bearish Poundsterling belum berhenti. 

 

 GBP 12 Februari

 

Ditekan Kekuatan Dolar

Setelah membuat low terbaru dalam beberapa minggu terakhir di 1.3763, GBP sudah mencatat penurunan sebesar 500 pips, hampir menarik kembali kenaikannya di tahun lalu. Sentimen bearish tersebut berakar dari kekuatan Dolar AS yang tumbuh di beberapa minggu terakhir.

Greenback menguat selama sepekan kemarin, karena para investor yang panik akibat kejatuhan pasar ekuitas minggu lalu, memilih untuk mengalihkan dana ke investasi safe haven seperti Dolar AS. Selain itu, bullish Greenback turut ditunjang oleh prospek kenaikan suku bunga AS pada Maret nanti.

 

Pound Masih Punya Harapan

Meski masih berjuang keluar dari cengkeraman bullish USD, Sterling sebenarnya memiliki amunisi untuk kembali menguat dalam beberapa waktu ke depan. Salah satunya adalah keyakinan pasar terhadap kemampuan Inggris untuk merampungkan proses Brexit dengan lancar dan lebih mudah daripada perkiraan sebelumnya.

Bank of England (BoE) juga memiliki pandangan positif untuk pertumbuhan ekonomi Inggris. Wakil Gubernur BoE, Ben Broadbent, menyampaikan keinginan Bank Sentral Inggris untuk menaikkan suku bunga, jika data-data ekonomi menunjukkan hasil positif. Inflasi Inggris saat ini saja sudah berada di level tinggi. Data tersebut sempat menyentuh angka 3.1% pada bulan November, yang merupakan nilai tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

 

Nantikan Data Inflasi

Selasa dan Rabu besok adalah hari yang menentukan bagi GBP/USD. Pada hari Selasa (13/Januari), data CPI Inggris akan dirilis, sedangkan Rabu (14/Januari) akan menjadi waktu terbitnya laporan CPI dan Retail Sales AS.

Saat berita ini ditulis, GBP/USD melandai ke kisaran 1.3848. Namun demikian, pencapaian pair tersebut masih membukukan kenaikan 0.18% dari level pembukaannya pagi tadi. Sebagai perbandingan, Indeks Dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan USD terhadap 6 mata uang mayor lainnya telah merekam penurunan sebesar 0.10%. 

282317

Pesanan Barang Tahan Lama AS Bulan April Jeblok Pesanan Barang Tahan Lama AS Bulan April Jeblok
By Pandawa, 25 May 2018, In Berita Forex, View 239
Setelah melonjak signifikan pada bulan Maret lalu, data pesanan barang tahan lama AS anjlok pada bulan April, disebabkan oleh penurunan tajam terhadap pesanan alat transportasi.
Dolar AS Menguat Kembali Jelang Pidato Powell The Fed Dolar AS Menguat Kembali Jelang Pidato Powell The Fed
By N Sabila, 25 May 2018, In Berita Forex, View 539
Dolar AS menguat kembali terhadap mata uang-mata uang mayor, dengan Indeks Dolar yang menguji level 94. Pasar menantikan pidato Jerome Powell tentang petunjuk kenaikan suku bunga.
Dolar AS Turun Meski Notulen FOMC Mei 2018 Sinyalkan Fed Hike Juni Dolar AS Turun Meski Notulen FOMC Mei 2018 Sinyalkan Fed Hike Juni
By N Sabila, 24 May 2018, In Berita Forex, View 769
Dolar AS turun karena asumsi dovish terhadap notulen FOMC Mei 2018 dan rencana Donald Trump untuk terapkan bea impor mobil.
Dolar AS Di Terendah Empat Bulan Jelang Data Inflasi Dolar AS Di Terendah Empat Bulan Jelang Data Inflasi
By A Muttaqiena, 12 Jan 2018, In Berita Forex, View 1169
Setelah konfirmasi otoritas China soal rumor yang merebak kemarin, Dolar AS melemah akibat data Inflasi Produsen dan Klaim Pengangguran memburuk.
Topik Berita Forex

SHARE:

SHARE:

 

Topik Berita Forex