Advertisement

iklan

Mengenal Bank of England (BoE)

BoE adalah bank sentral Inggris yang berdiri sejak tahun 1694 dan merupakan salah satu bank sentral tertua di dunia setelah Riksbank Swedia.

acy

iklan

Advertisement

iklan

Salah satu bank sentral negara mata uang utama yang sering menjadi fokus perhatian pasar keuangan global adalah Bank of England (BoE). BoE adalah bank sentral Inggris yang berdiri sejak tahun 1694 dan merupakan salah satu bank sentral tertua di dunia setelah Riksbank Swedia. Sebagian besar bank sentral modern saat ini dibuat berdasarkan model yang dicontohkan oleh BoE.

 

Tugas Bank of England (BoE)

Sebagai bank sentral Inggris, tujuan dan tugas utama BoE ada dua, yaitu stabilitas moneter dan stabilitas finansial. Stabilitas moneter adalah kestabilan harga-harga dan tingkat inflasi, sedang stabilitas finansial adalah membangun sistem finansial yang sehat dan kuat sebagai kunci pertumbuhan ekonomi Inggris.

Untuk membantu tugas stabilitas moneter, di dalam tubuh BoE dibentuk Monetary Policy Committee (MPC), semacam FOMC di Federal Reserve. Sedangkan untuk membantu stabilitas finansial, ada Financial Policy Committee (FPC) yang dibentuk pada Juni 2011.

Bank of England

 

Struktur Organisasi Bank of England

Pemimpin BoE disebut Gubernur, yang sekaligus menjadi pimpinan Monetary Policy Commitee (MPC). Gubernur BoE saat ini adalah Mark Carney yang menjabat mulai bulan Juli 2013 dan akan terus bertugas setidaknya hingga Juni 2018. Mark Carney berasal dari Kanada. Sebelum menjabat gubernur BoE, ia adalah gubernur Bank of Canada (BoC) yang merupakan bank sentral di negara persemakmuran Inggris tersebut.

Anggota komite MPC selain Mark Carney, terdiri atas:

  • Tiga Deputi Gubernur, masing-masing membawahi bidang Kebijakan Moneter, Stabilitas Finansial, serta Pasar Dan Perbankan.
  • Kepala Ekonom BoE.
  • Empat anggota eksternal yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan Inggris setiap tiga tahun sekali.

MPC menggelar rapat delapan kali dalam setahun, termasuk empat rapat bersama Komite Kebijakan Finansial. Rapat-rapat biasanya diagendakan pada hari Rabu-Kamis. Keputusan hasil rapat kemudian diumumkan pada hari terakhir rapat. Sebelum Agustus 2015, notulen dipublikasikan dua pekan setelah rapat usai. Namun, mulai Agustus 2015, notulen dipublikasikan di situs BoE pada hari yang sama dengan akhir rapat.

Akibatnya, setiap hari Kamis yang bertepatan dengan agenda rapat MPC BoE, terjadi efek "Super Thursday" yang bisa berdampak besar pada pasar saham dan nilai tukar Poundsterling.

Di pasar forex, dampaknya mirip seperti pengumuman perolehan keuntungan (earning announcement) suatu perusahaan dalam pasar saham. Jika prospek suatu perusahaan sangat menguntungkan maka akan banyak investor yang membeli sahamnya. Demikian juga jika kebijakan bank sentral Inggris mendukung penguatan mata uangnya, maka akan banyak investor yang tertarik untuk membeli mata uang negara tersebut.

 

Stabilitas Moneter

Untuk menjaga kestabilan harga, BoE dan MPC telah menentukan target inflasi sebesar 2%. Untuk itu, para pejabatnya akan memantau data Consumer Price Index (CPI) tahunan Inggris serta data-data ekonomi lainnya.

Apabila inflasi sudah sesuai target, maka BoE akan mudah mendukung target pertumbuhan ekonomi dan mengurangi tingkat pengangguran di Inggris. Namun apabila inflasi ternyata kurang dari atau lebih dari target, maka BoE akan melakukan penyesuaian dengan memanfaatkan instrumen kebijakan sesuai dengan wewenangnya.

Instrumen kebijakan BoE antara lain:

Bagi trader di pasar forex, langkah-langkah BoE untuk mencapai stabilitas moneter akan menjadi fokus perhatian, terutama laporan inflasi (BoE inflation report) yang dirilis MPC sekali setiap kwartal. Laporan ini sering kali menggerakkan mata uang GBP dengan signifikan.

 

Langkah Penting BoE

Seperti langkah yang diambil oleh bank sentral lainnya, setelah krisis kredit global tahun 2008 BoE meluncurkan Asset Purchase Facility (APF), sama dengan program Quantitative Easing pada The Fed AS. Tujuan utama APF adalah menukar asset-asset di pasar keuangan yang kurang likuid dengan asset-asset bank yang likuid dalam periode waktu tertentu guna memperlancar sistem finansial dan pasar kredit. 

APF mulai beroperasi sejak Januari 2009 untuk mendukung tugas utama BoE, stabilitas moneter dan stabilitas fiskal. Sejak itu, APF sebesar 375 milyard Pound digelontorkan BoE setiap bulan yang diumumkan bersamaan dengan suku bunga.

Mengenal Bank of England

Sebagai bagian paket dari APF, BoE menetapkan suku bunga 0.5% sejak Oktober 2009, yang adalah terendah dalam sejarah bank sentral Inggris tersebut.

Sebagai trader forex, mengenal bank sentral negara-negara mata uang utama akan sangat bermanfaat. Kebijakan moneter bank-bank sentral tersebut akan mendukung kita mengambil keputusan dalam trading. Sebenarnya pengetahuan bank sentral adalah salah satu faktor penting dalam analisa fundamental forex, sebagaimana halnya pengetahuan tentang perusahaan dalam analisa fundamental di pasar saham.

 

Artikel ini pertama kali dirilis pada 27 Maret 2014, diperbarui pada 29 September 2017 dengan menambahkan sejumlah rincian penting. Update mengenai kebijakan Bank of England terkini bisa Anda peroleh dari Berita Forex. Selain dari kolom komentar, Anda juga bisa bertanya langsung pada ahli kami pada forum tanya jawab khusus analisa fundamental berikut.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Abdul Wahid
mohon infonya....tentang pasar forek...ini sangat membantu dlm treding forex
Martin S
@ abdul wahid: banyak info di situs kami, ada berita, analisa fundamental, teknikal, info broker, dan artikel2 lainnya yang selalu update....
Jared
Saya pernah dengar tentang george soros penghancur bank of england. Saya kurang paham dengan penjelasan karena sulit dimengerti. Itu bagaimana ya kasusnya? Kenapa bisa satu orang menghancurkan institusi sebesar bank of england...
Martin S
@ Jared:
Peristiwa tersebut dikenal dengan black Wednesday 16 September 1992 ketika George Soros dan kawan-kawannya melakukan order sell GBP/USD dengan volume trading yang sangat besar, yaitu sebesar USD 10 milyard.
Dana sebesar itu bukan dari George Soros saja tetapi merupakan dana sindikasi dengan berbagai bank besar.



Dari informasi mengenai peristiwa tersebut, waktu itu Soros yakin GBP/USD telah overvalued dan menunggu saat sell yang paling tepat yaitu ketika telah menembus level 2.0000. Profit yang dihasilkan Soros dan kawan-kawan lebih dari USD 1 milyard dalam waktu sehari.