OctaFx

iklan

Volume Transaksi Ethereum Via D-Apps Puncaki Level Tertinggi

Ethereum mengalami peningkatan volume transaksi pada platform D-App di awal tahun 2019 ini. Kondisi tersebut juga dialami oleh Bitcoin (BTC).

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Volume transaksi Ethereum (ETH) pada aplikasi terdesentralisasi (D-Apps) telah mencapai titik tertinggi baru, meskipun hanya sedikit aplikasi terdesentralisasi yang baru-baru ini diluncurkan via jaringan Ethereum. Volume Ether yang ditransaksikan pada bulan April memecahkan rekor sebelumnya yang tercapai pada Desember lalu.

Perusahaan peneliti kripto, Diar, menandai naiknya tren volume on-chain dalam empat bulan terakhir, dengan jumlah transaksi Ether pada bulan April mencapai 776,000 ETH. Diar lebih lanjut mencatat bahwa transaksi senilai $132 juta tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang masa.

Volume transaksi Ethereum D-App

Namun, kenaikan di atas tak sebanding dengan jumlah D-Apps baru yang digunakan. Pemanfaatan D-Apps justru berada pada titik terendah, yakni sekitar 88 buah. Angka tersebut menyerupai level yang tercapai pada 2017.

"Bulan lalu, (transaksi Ethereum via D-Apps) mengakhiri tren penurunan berkelanjutan yang terjadi sejak September 2018. Pengembangan dan minat terhadap DApps sudah mulai tumbuh akhir tahun lalu, dan saat ini mencapai titik tertinggi," ujar perwakilan Diar.

Sebelum ini, Vitalik Buterin selaku pendiri Ethereum mengusulkan imbalan yang lebih besar dalam implementasi algoritma Proof of Stake (PoS). Per proposal 2.097.152, Ether baru akan dirilis ketika 134,217,728 Ethereum telah di-stake (disimpan), dan pemilik akan menghasilkan keuntungan dalam bentuk reward tahunan sebesar 1.56%.

 

Bitcoin Turut Ukir Kenaikan Volume Transaksi

Mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin (BTC), juga tak mau kalah dari Ethereum. Token ini mencatatkan volume transaksi tertinggi sepanjang masa selama bulan April. Menurut salah satu pengamat mata uang kripto, Kevin Rooke, transaksi rata-rata Bitcoin harian mencapai 366,000 per hari bulan lalu. Angka tersebut 1.66% lebih banyak dari rekor terakhir pada Desember 2017, ketika Bitcoin ditransaksikan 360,000 kali per hari.

Hal yang menarik dari situasi saat ini adalah, biaya yang dibayarkan oleh pengguna Bitcoin menjadi 86% lebih rendah daripada komisi yang dikenakan pada Desember 2017. Ketika Bitcoin mencapai rekor tertingginya di harga $20,000 kala itu, biaya dari keseluruhan transaksi mencapai 616 Bitcoin per hari. Kini, transaksi Bitcoin per hari tercatat hanya menghabiskan biaya sekitar 89 BTC. Penurunan biaya transaksi ini merupakan kontribusi dari impelementasi jaringan seperti Lightning Network.

288418

Seorang trader sejak 2012 yang mempunyai hobi menulis. Suka membahas serunya persaingan ekonomi antar negara dengan sebuah tulisan. Aktivitas trading menggunakan Price Action dan rumor fundamental saja. Karena trading itu memang simpel.