WWF Gunakan Blockchain Untuk Memberantas Ilegalitas Di Industri Tuna

Contoh ini patut diacungi jempol, karena WWF mematahkan seluruh anggapan bahwa blockchain hanya dapat dimanfaatkan untuk sektor keuangan saja.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Baru-baru ini, WWF (World Wide Fund for Nature) telah mulai menggunakan teknologi blockchain untuk memberantas penangkapan ikan ilegal di industri tuna, menjadikanya sebagai adopsi blockchain pertama di dunia dalam bidang industri perikanan. Contoh ini patut diacungi jempol, karena WWF mematahkan seluruh anggapan bahwa blockchain hanya dapat dimanfaatkan untuk sektor keuangan saja.

WWF Blockchain

 

WWF adalah sebuah organisasi non-pemerintah internasional yang didirikan pada tahun 1961 yang bekerja di bidang pelestarian dan pengurangan dampak manusia terhadap lingkungan. Sebagai bagian dari proyek yang super inovatif, WWF-Australia, WWF-Fiji, dan WWF-New Zealand telah bekerjasama dengan inovator teknologi global ConsenSys, pelaksana teknologi informasi dan komunikasi TraSeable, serta perusahaan perikanan dan pengolahan ikan tuna Sea Quest Fiji Ltd, untuk bersama-sama menyelesaikan proyek tersebut.

Sea Quest Fiji dibantu oleh ConsenSys untuk menerapkan blockchain dalam pelacakan tuna dari kapal ke fasilitas pengolahan ke distributor. Cukup dengan memindai QR Code pada paket tuna melalui aplikasi smartphone, konsumen dapat melihat dimana dan kapan ikan tersebut ditangkap, dan oleh kapal serta metode apa penangkapan ikan dilakukan.

Dermot O'Gorman, CEO WWF-Australia, mengatakan, "Tranparansi yang difasilitasi oleh blockchain berarti tidak ada tempat untuk bersembunyi bagi kegiatan penangkapan ikan ilegal. Penerapan ini sekaligus dapat membantu memberikan perlindungan nelayan dari pelanggaran hak asasi manusia, serta dapat menyelamatkan lingkungan. Secara garis besar, blockchain dapat membantu memberantas kejahatan yang dapat terjadi, karena transparansi membuat hasil kejahatan tidak mendapatkan tempat perlindungan apapun."

Sebelumnya, langkah terakhir yang dibuat WWF adalah pelacakan dengan teknologi berbasis kertas, dan berbasis web. Namun, seluruhnya mengalami kegagalan total di saat ada pihak manusia yang terlibat didalamnya. Menurut WWF, diyakini bahwa konsumen akan menyukai metode transparansi melalui blockchain yang diterapkan. Rencananya, seluruh industri tuna yang ada di ketiga negara tersebut akan mengadopsi sistem ini, sehingga lambat laun namun pasti akan membantu menghapus operator ilegal dalam industri perikanan tuna khususnya.

Brett Blu Haywood, CEO Sea Quest Fiji, menambahkan, "Penangkapan ikan secara legal dapat memastikan umur panjang dari bisnis perikanan, dan pihak kami ingin melihat perikanan berkelanjutan di daerah ini. Proyek blockchain ini tentu dapat membantu memastikan masa depan tersebut."

Di masa depan, tentunya tidak hanya industri perikanan saja yang akan mengadopsi blockchain sebagai fasilitas transparansinya. Namun, pemerintahan juga dapat mengadopsi sistem ini sehingga tidak ada lagi korupsi maupun kegiatan penyelewengan lain yang mengakibatkan kerugian negara dan masyarakat.

282170

Seorang trader sejak 2012 yang mempunyai hobi menulis. Suka membahas serunya persaingan ekonomi antar negara dengan sebuah tulisan. Aktivitas trading menggunakan Price Action dan rumor fundamental saja. Karena trading itu memang simpel.