Analisa Emas Mingguan: Notulen FOMC, Politik AS, Perundingan AS-China

287421

Setelah menguat akibat anjloknya data Retail Sales AS dan keadaan politik di AS, minggu ini, emas akan dipengaruhi notulen FOMC, perkembangan politik AS, dan hasil perundingan AS-China.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Analisa mingguan XAU/USD berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan pasar hingga akhir minggu lalu (15 Februari 2019), serta dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Minggu lalu, harga emas melonjak dan ditutup pada USD1321.46 per troy ounce, atau mengalami apresiasi sebesar 0.56% dibandingkan harga penutupan minggu sebelumnya. Di awal pekan, emas terkoreksi hingga level 1302.29 akibat imbas dari hasil positif perundingan dagang AS-China. Presiden Donald Trump diberitakan mungkin akan menunda deadline pengenaan tarif 1 Maret mendatang.

Harga logam mulia berbalik menguat setelah rilis data penjualan ritel AS bulan Desember menunjukkan kontraksi hingga 1.2%, terendah dalam 9 tahun terakhir. Selain itu, data inflasi AS bulan Januari y/y juga merosot ke +1.6%, terendah sejak Juni 2017. Dengan hasil rilis dua data penting tersebut yang di bawah ekspektasi, kecil kemungkinan The Fed akan menaikkan suku bunga lagi, setidaknya hingga kuartal pertama tahun ini.

Pada hari Jumat pekan lalu, Presiden Trump telah mengumumkan keadaan darurat nasional dalam upaya untuk mendanai tembok perbatasan AS-Meksiko, dan demi menghindari government shutdown berikutnya. Ini adalah kali pertama seorang Presiden AS menggunakan hak menyatakan keadaan darurat nasional untuk mengatasi penolakan kongres atas pendanaan.

Seperti diketahui, Trump telah mengajukan proposal dana pembangunan tembok perbatasan sebesar USD5.7 miliar, tetapi kongres hanya menyetujui sebesar USD1.4 miliar untuk pendanaan keamanan perbatasan; tidak termasuk dana tembok. Dengan deklarasi keadaan darurat nasional yang diumumkan, akan memungkinkan dilakukannya penarikan dana dari sumber lain untuk memenuhi kebutuhan proyek tembok perbatasan.

Pimpinan Senat mengatakan jika deklarasi Trump merupakan penyalahgunaan kekuasaan dan melanggar hukum. Jaksa Agung New York segera melayangkan gugatan hukum atas deklarasi tersebut, juga California, dan serikat hak-hak sipil. Selain itu, pemerintahan Trump akan menghadapi penyelidikan dari komite Majelis Kehakiman. Kisruh politik di AS tersebut telah menenggelamkan Indeks USD dan melambungkan harga emas.

Data dan peristiwa penting dari AS minggu ini adalah notulen meeting FOMC 30-31 Januari lalu, Durable Goods Orders bulan Desember 2018, dan pidato beberapa pejabat The Fed. Di samping itu, pelaku pasar juga akan mengamati perkembangan politik di AS dan tindak lanjut hasil perundingan dagang AS-China yang berakhir Jumat pekan kemarin.

Dari survei yang dilakukan Kitco.com, untuk minggu ini 76% pemain Wall Street memprediksi harga emas masih bullish, 12% bearish, dan 12% netral (cenderung bergerak sideways). Sementara 54% pemain Main Street memprediksi bullish, 25% bearish, dan 21% netral.

 

Tinjauan Teknikal

Analisa Emas Mingguan: Notulen FOMC,
Chart Daily
:

Review analisa minggu lalu: harga tetap bergerak di atas level 50% Fibo Retracement (1301.33), sehingga bias tetap bullish meski sempat menembus kurva middle band indikator Bollinger Bands.

Setelah membentuk pola morning star di akhir pekan, maka pergerakan harga saat ini masih cenderung bullish. Kecenderungan ini didukung pula oleh:

  1. Harga masih berada di atas garis support Uptrend, dan di atas kurva middle band indikator Bollinger Bands.
  2. Kurva indikator RSI masih berada di atas center line (level 50.0).
  3. Garis histogram indikator ADX berganti warna hijau yang menunjukkan sentimen bullish.

Jika ingin konfirmasi, buy jika kurva indikator MACD telah berada di atas kurva sinyal (warna merah), dan garis histogram OSMA berada di atas level 0.00. Resistance kuat pada 1326.73 (level 50% Fibo Expansion).

Level Pivot mingguan : 1315.41

Resistance : 1326.73 (level 50% Fibo Expansion) ; 1332.56 (61.8% Fibo Expansion) ; 1339.76 (76.4% Fibo Expansion) ; 1351.66 (100% Fibo Expansion) ; 1363.27 (123.6% Fibo Expansion) ; 1376.43 (150% Fibo Expansion) ; 1382.18 ; 1391.61 ; 1407.29.

Support : 1313.68 (23.6% Fibo Expansion) ; 1302.69 ; 1295.00 ; 1286.50 ; 1276.65 ; 1265.58 ; 1257.84 ; 1250.00 ; 1242.50 ; 1232.80 ; 1225.70 ; 1218.45 ; 1211.80 ; 1205.00 ; 1196.18 ; 1185.00 ; 1171.80 ; 1160.05 ; 1146.00 ; 1136.60 ; 1122.63 ; 1113.40 ; 1097.33 ; 1076.98.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200, EMA 144 ; Bollinger Bands (20,2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; RSI (14) ; ADX (14).

Fibonacci Expansion :

  • Titik 1 : 1276.65 (harga terendah 24 Januari 2019).
  • Titik 2 : 1326.14 (harga tetinggi 31 Januari 2019).
  • Titik 3 : 1302.29 (harga terendah 14 Februari 2019).
Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Nando
Share download indikator MACD & OSMA dan ADX nya pak
Rizal Sf
Coba dicek Metatrader-nya gan, harusnya indikator tsb sudah ada secara default di Metatrader dan tidak perlu didownload lagi. indikator