iklan

Pergolakan Emas Masih Dipengaruhi Kasus COVID Dan Kabar Vaksin

Minggu lalu, harga emas melemah akibat kabar positif perkembangan vaksin COVID-19. Minggu ini, jumlah kasus COVID-19 global dan isu vaksin masih akan menjadi katalis.

iklan

iklan

Analisa mingguan XAU/USD berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan pasar hingga akhir minggu lalu (20 November 2020), serta dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Pekan lalu, harga emas kembali mengalami depresiasi sebelum ditutup pada level USD1870.98 per troy ounce. Harga tersebut lebih rendah 0.86% dibandingkan minggu sebelumnya. Di awal pekan, harga logam mulia sempat menguat mendekati level 1900 akibat berita lonjakan kasus COVID-19 global. Namun, emas lalu kembali jatuh hingga nyaris menyentuh level support kuat 1850.

Harga emas berada di bawah tekanan sejak pengumuman vaksin potensial untuk COVID-19 dari Pfizer pada 9 November lalu. Akan tetapi, laju pelemahan masih tertahan pada level 1850. Pasar memperkirakan peluncuran vaksin akan membutuhkan waktu, sementara kasus COVID-19 di berbagai negara masih terus bertambah.

Pekan lalu, perusahaan farmasi AS lainnya, Moderna, juga mengumumkan keberhasilan vaksin miliknya dalam mencegah infeksi COVID-19. Kabar positif perkembangan vaksin ini menyebabkan harga logam mulia kembali tergelincir.

Sementara belum ada kepastian stimulus fiskal dari AS, isu bertambahnya kasus COVID-19 secara global dan perkembangan vaksin masih akan menjadi katalis pada minggu ini. Data penting dari AS adalah notulen FOMC meeting, Preliminary GDP, dan PMI Manufaktur.

Survei yang dilakukan Kitco.com menunjukkan sekitar 47% pemain Wall Street memperkirakan minggu ini harga emas akan bullish, 29% bearish, dan 24% memperkirakan netral atau sideways. Sementara itu, 42% pemain Main Street memperkirakan bullish, 39% bearish, dan 20% netral.

 

Tinjauan Teknikal

Chart Daily

Emas Terombang Ambing Oleh Kenaikan
Dari penunjukan indikator trend dan momentum berikut, pergerakan XAU/USD masih cenderung bearish:

  1. Harga berada di bawah kurva middle band indikator Bollinger Bands, sedangkan titik indikator Parabolic SAR berada di atas bar candlestick.
  2. Kurva indikator MACD berada di bawah kurva sinyal (warna merah), dan garis histogram OSMA berada di bawah level 0.00.
  3. Kurva indikator RSI masih berada di bawah center line (level 50.0).
  4. Garis histogram indikator ADX berwarna merah yang menunjukkan sentimen bearish.

Resistance kuat ada pada kurva EMA89 hingga level 1900, sementara suppot kuat pada level 1850.

Level pivot mingguan: 1874.17

Resistance: 1885.00 ; 1900.00 ; 1919.88 (38.2% Fibo Retracement) ; 1933.00 ; 1950.00 ; 1965.40 ; 1979.22 (23.6% Fibo Retracement) ; 1992.40 ; 2015.67 ; 2049.00 ; 2075.19.

Support: 1850.40 ; 1824.19 (61.8% Fibo Retracement) ; 1800.00 ; 1766.06 (76.4% Fibo Retracement) ; 1744.00 ; 1721.00 ; 1700.00 ; 1670.60 ; 1640.00 ; 1621.30 ; 1607.00 ; 1588.00 ; 1566.50 ; 1547.00 ; 1521.00 ; 1485.00 ; 1450.00.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200, EMA 89 ; Bollinger Bands (20,2) ; Parabolic SAR (0.02, 0.2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; RSI (14) ; ADX (14).

Fibonacci Retracement:

  • Titik Swing Low: 1670.60 (harga terendah 5 Juni 2020).
  • Titik Swing High: 2075.19 (harga tertinggi 7 Agustus 2020).

Download Seputarforex App

Arsip Analisa By : Martin
294658

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone