Advertisement

iklan

Rupiah Terseret Virus Corona, Tunggu Data GDP Dan Cadangan Devisa RI

Minggu lalu, Rupiah melemah akibat kekhawatiran pelaku pasar akan dampak virus corona terhadap ekonomi global. Minggu ini, data GDP, cadev Indonesia, serta NFP AS akan menjadi katalis.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Analisa mingguan USD/IDR berikut ini dibuat berdasarkan harga tanggal 3 Februari 2020 hingga jam 12:00 WIB, serta dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Akibat isu virus corona yang semakin memanas, Rupiah terus menerus mengalami tekanan sepanjang pekan lalu, bersamaan dengan pelemahan hampir semua mata uang Asia kecuali Yen Jepang. Meski demikian, depresiasi nilai tukar mata uang Garuda tidak sedalam koreksi di pasar saham, dengan IHSG yang turun hingga di bawah level 6000.

Hingga jam 12:00 WIB hari ini, Rupiah diperdagangkan pada level 13730.00 per USD, atau melemah 1.16% dibandingkan dengan harga penutupan 24 Januari lalu. Data inflasi bulan Januari y/y yang stabil di angka +2.7% tidak membantu penguatan mata uang Garuda. Investor lebih memilih langkah aman dengan keluar dari aset-aset berisiko di pasar saham dan pasar uang negara-negara berkembang, menunggu hingga situasi membaik.

Sampai hari ini, sentimen utama yang mempengaruhi anjloknya nilai tukar Rupiah dan IHSG masih berakar dari penyebaran virus corona yang cepat. Penyebaran virus ini dikhawatirkan berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi China, yang pada akhirnya akan berdampak pada pertumbuhan global. Padahal, ekonomi global sedang berusaha untuk recover pasca kesepakatan dagang AS-China tahap pertama. Meski demikian, sebagian analis memperkirakan efek virus corona ini hanya bersifat sementara.

Selain dampak virus corona, perhatian pelaku pasar minggu ini akan tertuju pada data pertumbuhan ekonomi (GDP) Indonesia kuartal keempat dan cadangan devisa bulan Januari. GDP kuartal keempat q/y diperkirakan naik menjadi +5.10% dibandingkan kuartal sebelumnya yang 5.02%, sementara cadangan devisa bulan Januari diprediksi turun menjadi USD126.8 miliar versus bulan sebelumnya yang USD129.2 miliar. Kedua data penting tersebut akan dirilis sebelum data tenaga kerja AS yang juga berdampak tinggi.

Secara teknikal, Rupiah masih cenderung melemah dengan resistance kuat pada level 13800.

 

Jadwal Rilis Data Fundamental

Rabu, 5 Februari 2020:

  • Jam 11:00 WIB: Gross Domestic Product (GDP) Indonesia kuartal keempat tahun 2019 quarter per year (q/y): kuartal sebelumnya: +5.02% (terendah sejak kuartal kedua 2017). Perkiraan: +5.10%.
  • GDP Indonesia kuartal keempat tahun 2019 quarter per quarter (q/q): kuartal sebelumnya: +3.06%. Perkiraan: +0.50%.

Rupiah Terseret Virus Corona, Tunggu

 

Kamis, 6 Februari 2020:

  • Jam 10:00 WIB: Indeks kepercayaan konsumen Indonesia bulan Januari 2020 m/m: bulan sebelumnya: 126.4 (tertinggi dalam 6 bulan terakhir). Perkiraan: 126.0.

Rupiah Terseret Virus Corona, Tunggu

 

Jumat, 7 Februari 2020:

  • Jam 14:15 WIB: Cadangan devisa (Cadev) Indonesia bulan Januari 2020 month over month (m/m): bulan sebelumnya: USD129.2 miliar (tertinggi sejak Januari 2018). Perkiraan: USD126.8 miliar.

Rupiah Terseret Virus Corona, Tunggu

Data dan peristiwa berdampak dari AS minggu ini: Non Farm Payrolls, upah, tingkat pengangguran, ISM Manufacturing dan Non Manufacturing, serta ADP Non Farm.

 

Tinjauan Teknikal

Rupiah Terseret Virus Corona, Tunggu

Chart Daily:

Menyusul terbentuknya bullish marubozu candle, pergerakan USD/IDR masih cenderung bullish (Rupiah masih cenderung melemah). Kecenderungan ini didukung oleh indikator trend:

  1. Harga berada di atas kurva lower band indikator Bollinger Bands dan di atas kurva support EMA 21.
  2. Titik indikator Parabolic SAR pindah ke bawah bar candlestick.
  3. Kurva indikator MACD masih berada di atas kurva sinyal (warna merah), dan garis histogram OSMA berada di atas level 0.00.
  4. Garis histogram indikator ADX berwarna hijau dan berada di atas level 25, menunjukkan sentimen bullish yang masih kuat.

Jika ingin konfirmasi, buy setelah kurva indikator RSI berada di atas center line (level 50.0). Resistance kuat ada pada level 13768 hingga 13800.

Level Pivot mingguan: 13678.33

Resistance: 13768.00 (100% Fibo Expansion) ; 13835.00 ; 13872.95 (76.4% Fibo Expansion) ; 13905.00  ; 13939.16 (61.8% Fibo Expansion) ; 13967.00 ; 13992.00 (50% Fibo Expansion) ; 14020.00 ; 14045.00 (38.2% Fibo Expansion) ; 14080.00 ; 14111.00 (23.6% Fibo Expansion) ; 14135.00 ; 14180.00 ; 14217.00 ; 14280.00 ; 14312.00 ; 14355.00 ; 14435.00 ; 14475.00 ; 14525.00 ; 14600.00 ; 14650.00 ; 14721.83 ; 14785.00 ; 14930.00 ; 15050.00 ; 15140.00 ; 15200.00 ; 15265.00 ; 15327.00 ; 15400.00.

Support: 13661.25 (123.6% Fibo Expansion) ; 13624.00 ; 13572.30 ; 13543.50 (150% Fibo Expansion) ; 13500.00 ; 13489.43 (161.8% Fibo Expansion) ; 13400.00 ; 13328.84 ; 13263.00.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200 dan EMA 21 ; Bollinger Bands (20,2) ; Parabolic SAR (0.02, 0.2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; RSI (14) ; ADX (14).

Fibonacci Expansion:

  • Titik 1: 14355.00 (harga tertinggi 6 Agustus 2019).
  • Titik 2: 13905.00 (harga terendah 13 September 2019).
  • Titik 3: 14217.50 (harga tertinggi 1 Oktober 2019).
Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Perlu tukar mata uang ?

Konversi valas ke rupiah atau sebaliknya ?
bisa lebih mudah dengan kalkulator kurs. Temukan disini.