OctaFx

iklan

S/R Pair Mayor Dan Price Action Grafik Daily 16 September

Fluktuasi dan volatilitas harga terjadi Rabu hingga Jumat pekan lalu, menyusul pernyataan BOE yang mengindikasikan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Fluktuasi dan volatilitas harga terjadi Rabu hingga Jumat (13-15 Sept) pekan lalu, menyusul pernyataan BOE yang mengindikasikan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat, kemudian rilis data inflasi AS yang melebihi perkiraan dan Retail Sales AS yang di luar dugaan lebih rendah dari ekspektasi, ditambah ulah Korea Utara yang kembali meluncurkan rudal balistik sebagai respon atas sanksi terbaru PBB.

Mata uang Yen sempat menguat sesaat, tapi pada dasarnya investor sudah dapat memprediksi aksi Korut sebagai balasan terhadap sanksi terbaru yang lebih keras dari dunia internasional, sehingga Yen kembali melemah terhadap major currencies lainnya.

Sterling menguat secara luas pekan lalu, tidak hanya terhadap USD, tapi juga terhadap EUR, terlebih lagi terhadap JPY. GBP/USD tercatat naik sekitar 3%, dari Senin hingga Jumat.

Sementara Indeks Dolar yang mewakili kekuatan USD terhadap 6 mata uang utama lainnya, melemah dalam 2 hari terakhir menjelang penutupan perdagangan di akhir pekan, sehingga hanya membukukan apresiasi sekitar 0.55% di sepanjang pekan.

Seperti pada artikel pekan sebelumnya, indikator teknikal DMA30 (Daily Moving Average periode 30) dan RSI7 (Relative Strength Index periode 7) dipergunakan untuk membantu memonitor price action atau aksi harga jangka pendek hingga menengah, atau pada grafik Daily, terhadap EUR/USD, GBP/USD dan USD/JPY seperti berikut di bawah ini.

 

EUR/USD

Euro terkoreksi hingga menyentuh DMA30 pekan lalu dan mencetak Low 1.1836 pada hari Kamis 14/09, namun buyers merespon dan menggiring harga naik menyentuh High 1.1986.

EURUSD D1 20170916

Indikator RSI sementara ini masih berada di area netral, tapi support minor 1.1925 dan support 1.1908 tetap menjaga prospek bullish dalam jangka pendek. Atau untuk perdagangan intraday, posisi buy (target pendek 20-40 pip) yang sedekat mungkin dengan 1.1925 membutuhkan SL di bawah 1.1908, sekaligus bersiap mengantisipasi kemungkinan break/penutupan harga di bawah 1.1908.

Pada sisi upside, stabilisasi harga di atas 1.1945/48 dibutuhkan untuk menguji kembali 1.1986 dan 1.2028 (High 11/09), agar dapat berhadapan dengan resisten 1.2069 (High 29/08) dan 1.2091 (High 8/09).

Sebaliknya pada sisi downside, di bawah 1.1908 berisiko membuka potensi fase korektif dalam jangka menengah untuk menguji 1.1845/36. Jika harga masih dapat bergerak lebih rendah, support minor berikutnya berlokasi di 1.1800 dan 1.1753.

 

GBP/USD

Berada dalam momentum strong bullish dalam jangka menengah pekan lalu, melesat di atas support 1.3267 (High 3/08). Namun Cable kembali berada di kondisi yang over-extended terhadap DMA30 dalam dua hari terakhir. Demikian juga pada indikator RSI, yang meningkatkan risiko korektif minor atau koreksi dalam jangka pendek.

Sehingga kehati-hatian lebih ekstra diperlukan. Dalam pengertian penempatan posisi volume lot, baik itu untuk posisi buy, apalagi jika berniat meng-counter bullish Sterling dengan posisi sell. Usahakan hanya sepertiga atau seperempat dari volume lot yang biasa digunakan, tentunya disesuaikan dengan Money Management masing-masing.

GBPUSD D1 20170916

Support minor pada time frame yang lebih kecil berada di area 1.3560. Jika harga masih dapat terkoreksi lebih rendah, support dinamis Kijun-sen H1 (sekarang di 1.3498) adalah target berikutnya.

Respon buyers jangka pendek layak diwaspadai di area ini. Posisi buy (untuk target pendek 20-40 pip) yang sedekat mungkin dengan 1.3498 membutuhkan SL di bawah 1.3478, tapi juga harus bersiap menghadapi kemungkinan break/penutupan harga di bawah 1.3478 yang berisiko memperpanjang pull back menargetkan support minor 1.3408/1.3380.

 

USD/JPY

Setelah terbentuknya candle pattern V-Sharp Bottom yang umumnya berisiko reversal, empat buah candle Daily ditutup di atas DMA30 dan indikator RSI masih memiliki ruang yang cukup lebar untuk melanjutkan bullish. Kondisi ini memperbesar peluang untuk memperpanjang rebound dari Low 107.31 menuju resisten 111.75 dan 112.08.

USDJPY D1 20170916

Barangkali satu-satunya faktor non-fundamental yang harus diwaspadai adalah manuver Korea Utara yang kerap membuat market kelabakan. Sehingga usahakan, untuk selalu memonitor berita yang terkait dengan Korea Utara.

Untuk perdagangan dalam jangka pendek, meskipun price action grafik H4 memperlihatkan kecenderungan yang berisiko bearish, namun skenario buy on dips atau mencari posisi buy ketika harga terkoreksi adalah strategi yang layak untuk diutamakan selama harga diperdagangkan di atas DMA30 (sekarang di level 109.64).

Pada sisi downside, support minor di bawah 110.66 berada di kisaran 110.39/31. Posisi buy sedekat mungkin dengan area ini membutuhkan SL di bawah 110.20. Sebaiknya step-aside untuk memperhatikan aksi harga berikutnya jika harga masih dapat bergerak lebih rendah di bawah 110.20. Di bawah level ini masih berisiko penurunan menuju support 109.91/85 dan 109.64.

Arsip Analisa By : Buge Satrio

Buge Satrio Lelono memiliki latar belakang pendidikan IT dan mengenal forex sejak tahun 2003 ketika platform Metatrader masih versi 3. Setelah berlatih di akun demo selama beberapa tahun dan mencoba berbagai teknik trading, Buge menekuni forex secara full-time sejak awal 2014. Kini aktif trading mengandalkan pengamatan Price Action, Ichimoku Kinko-hyo, Trading Plan, dan pengendalian risiko tak lebih dari 1 persen.

Pair Rate    
AUD/JPY 75.88 75.88 -4
AUD/USD 0.7042 0.7042 -34
EUR/CHF 1.1016 1.1016 -52
EUR/USD 1.1221 1.1221 -56
GBP/JPY 134.68 134.68 3
GBP/USD 1.2503 1.2503 -45
NZD/USD 0.6761 0.6761 -22
USD/CAD 1.3059 1.3059 32
USD/CHF 0.9818 0.9818 4
USD/JPY 107.76 107.76 46
20 Jul 03:59