Advertisement

iklan

5 Kasus Penipuan Uang Kripto Terbesar

Mata uang kripto telah merevolusi transaksi keuangan lintas batas, tetapi kemunculannya juga menyebabkan berbagai penipuan dengan jumlah kerugian mencapai ratusan miliar Dolar.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Keberhasilan Bitcoin dan sejumlah Altcoin memulai industri yang berbasis pada teknologi Blockchain memang patut diapresiasi. Namun, sekitar 90% Altcoin telah tenggelam sebelum masuk pasar secara global. Hal ini dikarenakan ulah para pelaku kejahatan yang mempraktekkan penipuan terkait uang kripto. Seiring dengan kemunculan berbagai startup inovatif yang berkembang di dunia kripto dan bisa bertahan hingga sekarang, kemunculan startup jahat yang memanfaatkan kesempatan ini untuk menipu para investor juga tidak dapat terelakkan.

 

kasus penipuan bitcoin terbesar

 

ICO Menumbuhkan Kasus Penipuan Uang Kripto

Sejak Bitcoin dirilis pada tahun 2009, orang-orang menjadi semakin terpikat dengan teknologi Blockchain. Seiring waktu, semakin banyak pengembang yang ingin berinovasi dengan teknologi buku besar terdesentralisasi. Hal ini mengarah pada pengembangan Ethereum dan mata uang virtual lainnya. Kemudian, 'ledakan' Initial Coin Offering (ICO) terjadi pada tahun 2017 dan menyebabkan maraknya berbagai penipuan hingga ratusan miliar Dolar.

Penawaran Koin Perdana (Initial Coin Offering atau ICO) adalah konsep yang baru-baru ini muncul dengan tujuan "Crowd Funding", atau pengumpulan dana dari publik pada industri mata uang kripto dan Blockchain. Para investor membeli token dengan harapan bahwa perusahaan akan meluncurkan produknya dan nilai token akan bertumbuh. Pada dasarnya, ICO mengadopsi konsep penjualan saham perdana (Initial Public Offering atau IPO), yaitu ketika perusahaan konvensional menyediakan sahamnya untuk dibeli masyarakat umum.

 

ICO menjadi sumber kasus penipuan mata uang kripto

(Baca juga: Penjelasan Lengkap Mengenai ICO)

 

Meskipun tidak ada kepastian dan jaminan ICO akan memiliki prospek yang baik, beberapa investor dengan sangat yakin memberikan uang mereka kepada startup tertentu. Tak ayal, terjadi sejumlah penipuan secara masif dan terorganisir. Bahkan, lebih dari 30% ICO yang muncul selama tahun 2017 hingga awal 2018 adalah penipuan. Nah, dari sekian banyak kontroversi yang terjadi, berikut adalah 5 kasus penipuan kripto yang paling sensasional.

 

1. Pincoin Dan iFan

Salah satu skandal ICO terbesar terjadi di bulan April. Hal ini bermula dari kemunculan ICO Pincoin dan iFan, yang dijalankan oleh perusahaan Modern Tech. Modern Tech yang berkantor di Ho Chi Minh ini diyakini telah menipu sekitar 32,000 investor dengan kerugian total senilai 660 juta US Dollar.

Kedua ICO tersebut telah diklasifikasikan sebagai penipuan multi-level marketing (MLM). Pincoin menjanjikan pengembalian bulanan 40 persen atas investasi yang dilakukan, sedangkan iFan memanfaatkan media sosial dan menggandeng selebriti untuk mempromosikan konten mereka. Proyek ini diklaim bertujuan untuk membangun platform online yang mencakup portal jaringan iklan, lelang, investasi, dan pasar peer-to-peer yang dibangun berdasarkan teknologi Blockchain.

Ribuan investor melayangkan protes setelah perusahaan menolak untuk memproses penarikan uang tunai. Pemerintah kota telah memerintahkan polisi untuk menyelidiki penipuan tersebut.

 

2. OneCoin

OneCoin telah menjadi target penyelidikan selama 18 bulan, sebelum akhirnya dilabeli sebagai skema Ponzi di India. Dua bulan kemudian, startup tersebut didenda €2.5 juta oleh otoritas Italia.

Banyak media online telah memperingatkan pengguna internet untuk menjauhkan diri dari OneCoin, karena perusahaannya bahkan tidak mengoperasikan mata uang kripto terdesentralisasi yang sah. Selain itu, mereka tidak memiliki DLT (buku besar umum), dan kantornya di Bulgaria pernah digerebek. Server OneCoin pun disita oleh pihak berwenang sebagai barang bukti dalam operasi gabungan antar negara.

Pada 2016, lebih dari 30 juta USD aset disita oleh otoritas China yang menyelidiki operasi OneCoin di negara tersebut. Catatan hitam perusahaan OneCoin makin bertambah ketika mereka mengklaim telah mendapat lisensi resmi dari Vietnam, tetapi kemudian dibantah oleh pemerintah negara tersebut.

Tidak hanya itu, Lebih dari lima negara telah memperingatkan investor tentang risiko berinvestasi di perusahaan abal-abal ini, termasuk Thailand, Kroasia, Bulgaria, Finlandia dan Norwegia. Skandal OneCoin yang terjadi di berbagai negara memunculkan fakta bahwa OneCoin memang merupakan salah satu penipu kripto terbesar.

 

3. Bitconnect

Pada Januari 2017, bursa kripto Bitconnect meluncurkan Bitconnect Coin (BCC) yang menjanjikan pengembalian tinggi kepada para investor. Selain itu, perusahaan tersebut menjalankan program pinjamanan berbunga, tergantung dari berapa banyak BCC yang mereka operasikan di platform bursa.

 

Bitconnect merupakan penipuan uang kripto terbesar

 

Sejumlah pengguna telah meluncurkan gugatan class action terhadap Bitconnect atas kerugian dana sebesar 700,000 USD. Setelah lama diduga menjalankan bisnis dengan skema Ponzi, Bitconnect menghentikan operasinya pada Januari 2018, menyusul peringatan dari dua regulator keuangan Amerika yang berlokasi di Texas dan North Carolina.

 

4. Plexcoin

ICO eksklusif ini dicurigai sejak awal Desember 2017, dan diberi label investasi berskema Ponzi. Plexcorp menjanjikan investor lebih dari 1,300 persen pengembalian investasi per bulan, sebelum Securities and Exchange Commission (SEC) AS memerintahkan perusahaan tersebut untuk menghentikan operasinya.

Lebih dari 15 juta USD telah terkumpul selama ICO Plexcoin berjalan. Untungnya, semua dana dibekukan oleh SEC dan pendiri Plexcoin, Dominic Lacroix, berhasil dijebloskan ke penjara. Menariknya, penipuan Plexcoin menjadi kasus pertama yang diberantas oleh divisi Cyber Crime SEC.

 

5. Centratech

Centratech telah mendapatkan dukungan dari orang-orang terkenal seperti petinju superstar Floyd Mayweather dan DJ Khaled. Centratech langsung menjadi sorotan karena memanfaatkan layanan kartu debit Visa dan MasterCard, yang memungkinkan pengguna untuk mengkonversi uang kripto ke Fiat secara instan.

Dilansir dari Ars Technica, dua pendiri Centratech yaitu Sohrab Sharma and Robert Farkas, telah ditangkap atas tuduhan penipuan yang berkaitan dengan ICO. Mereka menggelapkan dana sekitar 32 juta USD.

SEC juga mengeluarkan pernyataan resmi berikut:


"Sharma dan Farkas menciptakan manajemen fiktif dengan biografi yang mengesankan, mengunggah materi pemasaran palsu yang menyesatkan ke situs web Centra, dan membayar selebriti untuk mempromosikan ICO mereka di media sosial."


Regulator AS akhirnya membekukan startup tersebut secara permanen. Sharma dan Farkas dipaksa mengembalikan dana (plus bunga) yang mereka bawa kabur dari para investor. Mereka juga akan dilarang bekerja sebagai pejabat atau direktur perusahaan, serta dilarang berpartisipasi dalam penawaran sekuritas lainnya.

 

Investor Kripto Perlu Berhati-hati

Melihat berbagai penipuan mata uang kripto di atas, dapat disimpulkan bahwa kewaspadaan para investor dalam menaruh uangnya wajib untuk ditingkatkan. Sebelum melakukan investasi, riset yang mendalam dan analisa mengenai prospek perusahaan yang mengeluarkan ICO harus dipraktekkan. Tidak hanya itu, komunitas kripto juga perlu mempromosikan edukasi mengenai investasi yang aman, agar dapat menghindarkan para investor dari kerugian besar. 

 

Cara paling efektif untuk melindungi investor adalah melalui pendidikan. Investor perlu belajar bagaimana mengevaluasi peluang investasi, cepat menandai penipuan, dan tahu bagaimana mengelola risiko agar tidak terjebak dalam kasus penipuan Bitcoin.

Seorang trader sejak 2012 yang mempunyai hobi menulis. Suka membahas serunya persaingan ekonomi antar negara dengan sebuah tulisan. Aktivitas trading menggunakan Price Action dan rumor fundamental saja. Karena trading itu memang simpel.