5 Mata Uang Kripto Pesaing Utama Bitcoin

283355

Bitcoin memang dikenal sebagai mata uang kripto unggulan, tapi 5 Altcoin berikut berpotensi menyaingi atau bahkan menggeser posisi Bitcoin.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Tahun 2017 lalu bisa dibilang sebagai tahunnya Bitcoin, karena Bitcoin mampu mencapai titik tertingginya mendekati level $20,000. Bahkan di beberapa bursa Korea Selatan, harganya sempat mencuat di atas $20,000. Seiring naiknya popularitas Bitcoin, popularitas mata uang kripto lain yang disebut dengan Altcoin (Alternative Bitcoin), juga ikut mengekor dan membukukan kenaikan tajam. Ada beberapa Altcoin yang secara mengejutkan mampu membukukan persentase kenaikan lebih tinggi daripada capaian Bitcoin.

 

Mata uang kripto pesaing utama Bitcoin

 

 

Pada topik pembahasan kali ini, kita akan membahas 5 mata uang kripto pesaing utama Bitcoin yang memiliki kemungkinan untuk mengalahkan adopsi serta penggunaannya secara global. Hal itu karena pada umumnya, Altcoin ditujukan untuk mencapai kesempurnaan yang tidak bisa dicapai Bitcoin sebelumnya, seperti masalah Skalabilitas yang menyebabkan kelambanan konfirmasi transaksi dan pembengkakan Fee.

 

1. Ethereum

Ethereum adalah Blockchain publik berbasis data yang memiliki berbagai macam fitur cerdas, seperti Scripting dan Smart Contracts terkait proses transaksi kriptografi. Ethereum memiliki EVM (Ethereum Virtual Machine) yang memungkinkan pengembang untuk mengadopsi Blockchain Ethereum, dan menerapkannya ke dalam DApps (Decentralized Applications) yang bisa dikembangkan dengan sangat mudah. Ini memungkinkan adopsi Smart Contracts yang memiliki tujuan lain seperti Rantai Pasokan maupun berbasis E-Commerce. Satuan nilai mata uang kripto Ethereum banyak dikenal sebagai Ether (ETH).

 

Kripto Ethereum sebagai saingan Bitcoin

 

 

Kelebihan Utama Kripto Ethereum

Sebagai pesaing utama Bitcoin yang saat ini membayanginya di peringkat nomor 2, Ethereum memiliki berbagai kelebihan. Beberapa di antaranya adalah:

  • Sederhana, mudah, dan cepat untuk membuat token dengan standard ERC20.
  • Tim pengembangan yang solid dan aktif bekerja pada teknologi baru untuk terus meningkatkan stabilitas, keamanan, fungsionalitas, serta skalabilitas Blockchain Ethereum.
  • Tim pengembangan Ethereum saat ini sedang mengerjakan versi upgrade dari ERC20 yang disebut ERC223, dengan berbagai kelebihan yang belum dimiliki oleh Blockchain kripto lainnya.
  • Para Pengembang dan Pebisnis dapat menghemat waktu, uang, dan usahanya dengan sinkroninasi sistem ke Blockchain Ethereum.

 

 

2. Ripple

Ripple memiliki tujuan utama sebagai mata uang kripto yang ingin menghubungkan perbankan konvensional secara keseluruhan, dengan penekanan pada kecepatan dan kemudahan penggunaan. Motto yang dimiliki Ripple adalah "Satu Sistem Tanpa Gesekan untuk Mengirim Uang Secara Global". Ripple juga mengklaim sebagai satu-satunya solusi Blockchain perusahaan dunia untuk pembayaran global.

Di saat hampir semua mata uang kripto ingin menyaingi Bitcoin secara langsung, baik dalam hal popularitas, adopsi, ataupun pertumbuhan kapitalisasinya, Ripple telah mengambil pendekatan global ke tingkat baru, yaitu dengan penekanan untuk menjadi sarana bagi sistem perbankan di seluruh dunia.

 

Kripto Ripple sebagai saingan Bitcoin

 

 

Kelebihan Utama Kripto Ripple

  • Stabilitas Jangka Panjang: Berinvestasi dalam semua bentuk mata uang kripto merupakan suatu hal yang berisiko. Namun karena hubungan yang kuat dengan lembaga perbankan, Ripple dianggap sebagai investasi yang relatif lebih aman dan mampu menawarkan perlindungan jangka panjang.
  • Ingin Menjadi Pelengkap Daripada Saingan Bitcoin: Setiap diskusi tentang nilai Altcoin populer, kita selalu mengaitkannya dengan koin paling populer saat ini, yaitu Bitcoin. Akan tetapi, Ripple tidak berusaha untuk membentuk "Zero Sum Games".  Ripple dirancang untuk adopsi skala besar yang bisa dipakai lembaga keuangan dan melibatkan berbagai mata uang.

 

 

3. Litecoin

Jika Bitcoin adalah emasnya pasar kripto, maka Litecoin biasa disebut-sebut sebagai peraknya. Basis penciptaannya memang murni berasal dari Blockchain Bitcoin, yang kemudian dimodifikasi oleh pengembangnya, Charlie Lee, untuk menghasilkan mata uang kripto dengan fungsi dan manfaat lebih besar.

Berbeda dari Bitcoin, Litecoin menggunakan algoritma yang diberi nama Scrypt. Algoritma ini dimaksudkan untuk memudahkan proses pertambangan koin baru (konfirmasi transaksi dan penciptaan blok).

 

Kripto Litecoin sebagai saingan Bitcoin

 

 

Kelebihan Utama Kripto Litecoin

  • Kecepatan Proses Transaksi: Meskipun secara teknis teransaksi bisa terjadi secara instan, baik di jaringan Bitcoin maupun Litecoin, tapi diperlukan waktu agar transaksi tersebut dikonfirmasi oleh peserta jaringan lainnya. Menurut data dari Blockchain.info, waktu konfirmasi transaksi rata-rata jaringan Bitcoin adalah lebih dari 10 menit per transaksi. Litecoin memangkas kebutuhan waktu tersebut menjadi hanya 2.5 menit.

    Selain itu, ada pilihan khusus di Litecoin, yakni Private Send yang membuat transaksi tidak perlu menunggu konfirmasi sama sekali. Namun ada risiko yang harus ditanggung oleh pelaku transaksi, karena sifatnya yang anonim (tidak dapat dilacak dan diidentifikasi).

  • Proses Penambangan Lebih Mudah: Karena Litecoin menggunakan algoritma Scrypt yang dirancang untuk kurang peka terhadap jenis solusi perangkat keras kustom seperti ASIC, maka proses pertambangan lebih mudah diakses bagi pengguna yang juga ingin berpartisipasi dalam jaringan sebagai penambang.

 

 

4. EOS

EOS merupakan mata uang kripto berbasis Blockchain terdesentralisasi yang dibuat untuk skala bisnis, dan menyediakan berbagai fungsi bisnis utama yang dibutuhkan. EOS memungkinkan para pebisnis untuk membangun aplikasi Blockchain sendiri dengan sangat mudah.

 

Kripto EOS sebagai saingan Bitcoin

 

 

Kelebihan Utama Kripto EOS

  • Tidak Ada Masalah Skalabilitas: Sementara Bitcoin dan Ethereum hanya dapat memproses sekitar 3 sampai 14 transaksi per detik, EOS datang dengan menawarkan kemampuan proses konfirmasi jutaan transaksi per detik. Kemudahan itu dimungkinkan oleh mekanisme konsensus DPOS (Distributed Proof of Stake).
  • Hampir Tidak Ada Biaya Transaksi: Dengan menyimpan beberapa unit EOS di dalam Wallet, Anda bisa bertransaksi dengan biaya yang sangat rendah sampai ke level micro, tanpa dibatasi oleh maksimal nominal uang yang ditransaksikan.
  • Upgradable: Berbeda dengan Blockchain lain seperti Bitcoin dan Ethereum yang selalu menjadikan Hardfork sebagai solusi setiap masalah, EOS mampu menerapkan sistem Soft Fork dengan memisahkan Chain lama, dan menghasilkan Chain baru yang di unggulkan lebih sempurna. Dengan demikian, upgrade fungsi jaringan tidak akan pernah mengganggu ekosistem yang sudah berjalan. Sistem semacam ini bisa memberikan jaminan keberlangsungan jaringan, sekaligus mampu mengikuti perkembangan teknologi lebih lanjut di masa depan.

 

 

5. Cardano

Cardano adalah sebuah platform Blockchain mirip Ethereum, yang juga memiliki fungsi Smart Contracts dan berfokus pada keamanan melalui arsitektur berlapis. Cardano menggunakan bahasa pemrograman Haskell, yang memiliki toleransi kesalahan tingkat tinggi. Karena dibuat dengan bahasa pemrograman Haskell, Cardano juga memiliki kemampuan untuk di-upgrade secara Softfork, tanpa perlu mengganggu ekosistem jaringan utama.

 

Kripto Cardano sebagai saingan Bitcoin

 

 

Kelebihan Utama Kripto Cardano

  • Penggunaan Blockchain Ethereum Generasi Kedua Untuk Biaya Transaksi Lebih Rendah: Pada saat pengguna mentransfer nilai, ada dua set informasi yang dikirimkan, yaitu Informasi inti (dari dan kepada siapa dana dikirim, jumlah total dana yang dikirim), serta metadata (entitas yang terlibat, ketentuan transfer, mengapa uang ditransfer, dsb). Pada Blockchain lain seperti Bitcoin dan Ethereum, kedua informasi di atas dijadikan satu dan dikirim secara bersamaan. Semakin banyak metadata yang dikirimkan, maka GAS (biaya transaksi) yang harus dibayarkan akan semakin banyak.

    Nah, penggunaan Cardano sebagai Blockchain Ethereum Generasi Kedua memungkinkan integrasi semua informasi inti dan metadata. Cardano mampu memisahkan keduanya menjadi 2 lapisan berbeda, sehingga biaya yang harus dibayarkan hanyalah pada konfirmasi Inti saja.
  • Upgradable: Seperti kelebihan EOS yang dijelaskan sebelumnya, jaringan Cardano juga bisa menerapkan Softfork untuk upgrade fungsi jaringan, tanpa risiko terganggunya ekosistem jaringan utama. Fungsi ini juga memungkinkan jaringan untuk mengadopsi teknologi terbaru yang saat ini belum ditemukan.

 

 

Altcoin populer tidak hanya terbatas pada 5 mata uang kripto di atas. OmiseGo contohnya, merupakan platform keuangan berbasis Ethereum generasi baru yang memiliki motto "Unbank The Banked". Seperti apa sesungguhnya mata uang kripto tersebut? Bagaimana pula potensinya? Simak penjelasan lebih lanjut di Mengupas Seluk-Beluk Mata Uang Kripto OMG.

Seorang trader sejak 2012 yang mempunyai hobi menulis. Suka membahas serunya persaingan ekonomi antar negara dengan sebuah tulisan. Aktivitas trading menggunakan Price Action dan rumor fundamental saja. Karena trading itu memang simpel.