Apa Itu Bitcoin Margin Trading?

285908

Leverage dari Margin Trading mampu meningkatkan dana yang bisa Anda gunakan untuk trading. Bagaimana bisa? Mari pelajari seluk-beluknya di sini.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Bitcoin Margin Trading adalah jenis transaksi yang memungkinkan trader untuk membuka posisi dengan Leverage. Misalnya, Anda membuka posisi margin dengan Leverage 2:1 dan merisikokan 10% dari dana yang dimiliki. Jika harga bergerak sesuai dengan pesanan, maka keuntungan bisa menjadi 20% atau 2 kali lipat, begitu juga sebaliknya jika harga melawan arah Order.

Margin Trading bisa terjadi karena adanya sistem pinjaman. Pemberi pinjaman bisa memberikan pinjaman kepada trader, sehingga mereka dapat berinvestasi dalam jumlah koin yang lebih besar. Di sisi lain, pemberi pinjaman mendapatkan manfaat dari bunga yang ditentukan. Margin trading juga bisa digunakan untuk transaksi dua arah, baik dalam posisi Short (Jual) ataupun Long (Buy). Kerugian utama dari model trading ini adalah, koin kripto harus ditempatkan di Dompet bursa, yang biasanya kurang aman jika dibandingkan dengan Dompet Offline.

 

Biaya Dan Risiko Margin Trading

Sebagaimana disebutkan di atas, biaya dalam Margin Trading adalah bunga untuk koin yang dipinjam (apakah ke bursa atau ke pengguna lain), dan biaya untuk membuka Order di bursa. Karena peluang untuk mendapatkan keuntungan lebih banyak, maka risiko kerugian pun juga menjadi lebih tinggi.

Risiko trading Bitcoin

(Baca juga: 8 Bahaya Bitcoin Ini Wajib Diwaspadai Sebelum Berinvestasi)

Akan tetapi, trader tak perlu khawatir bakal menanggung jumlah risiko yang lebih besar daripada modal awalnya, hanya karena ia juga bertransaksi dengan dana pinjaman (Margin Trading). Dalam model trading ini, ada suatu istilah yaitu nilai likuidasi. Jumlah maksimal yang menjadi batas kerugian dari posisi trader adalah nilai likuidasi. Dengan kata lain, nilai likuidasi adalah nilai batas, yang ketika tercapai akan memicu sistem broker atau bursa untuk menutup posisi trader. Hal ini dimaksudkan agar trader tidak menanggung kerugian yang lebih besar dari modalnya. Dalam trading forex, nilai likuidasi ini bisa disamakan dengan Stop Out.

Nah, dalam Margin Trading yang menggunakan leverage, posisi merugi biasanya lebih cepat terkena batas nilai likuidasi. Bagaimana bisa?

Katakanlah nilai Bitcoin saat ini adalah $1,000. Jika Anda tidak menggunakan leverage (1:1), maka saat Anda membeli 1 Bitcoin dengan modal sendiri sebesar $1000, posisi tersebut akan tertutup saat nilai kerugian mencapai $1000.

Namun bagaimana jika Anda membeli (Long) satu Bitcoin dengan leverage 2:1? Misalnya ukuran posisi adalah sebesar $2000, dengan rincian modal sendiri sebesar $1,000, dan $1000 sisanya adalah dana pinjaman. Anda memang bisa mendapatkan keuntungan 2 kali lipat dari modal sendiri. Tetapi ketika harga ternyata turun, maka posisi Anda tentunya akan merugi. Posisi bisa tertutup sebelum nilai kerugian mencapai $2000, karena bagaimanapun juga, besar modal Anda hanya sebesar $1000. Selain itu, ada pula beban bunga yang diperhitungkan, sehingga nilai likuidasi posisi Anda tentu akan lebih rendah dari $1000.

 

Tips Margin Trading Di Pasar Bitcoin

Manajemen Risiko

Ketika melakukan Margin Trading, aturan manajemen risiko yang jelas adalah wajib hukumnya. Berhati-hatilah terhadap keserakahan yang berlebihan, mengingat risiko kerugian akan lebih besar jika Anda menggunakan Leverage. Sebaiknya, tetapkan level yang terukur untuk posisi penutupan, pengambilan keuntungan, dan Stop Loss.

Stop Loss trading Bitcoin

(Baca juga: Apa Itu Stop Loss?)

 

Perhatikan Dengan Seksama

Koin Kripto merupakan aset dengan volatilitas ekstrim. Trading mata uang kripto dengan Margin dapat menggandakan risikonya. Itu bisa terjadi di saat Leverage cukup tinggi, sehingga nilai likuidasi menjadi lebih mudah tercapai. Selain itu, meskipun biaya harian dalam Margin Trading tidak terlalu besar, bunga pinjaman ini dapat berjumlah signifikan dalam jangka panjang.

 

Dimana Bisa Margin Trading Dengan Bitcoin?

Margin Trading kini sudah bisa dilakukan di sebagian besar bursa utama kripto di dunia. Akan tetapi, trader kripto sebaiknya tidak menggunakan semua uang yang dimiliki untuk Margin Trading di bursa kripto, karena saat ini, bursa dianggap sebagai target paling rentan terhadap tindak peretasan. Dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi beberapa peretasan bursa dengan kerugian yang sangat besar. Peretasan bursa terakhir yang terjadi dialami oleh Zaif, salah satu bursa utama yang berbasis di Jepang. Zaif diretas dan mengalami kerugian $60 juta dalam bentuk Bitcoin, Bitcoin Cash, dan MonaCoin.

Berikut ini ada beberapa contoh bursa yang menyediakan Margin Trading dengan Leverage peminjaman beragam:

 

  • Bitmex

Bitmex telah mendapatkan reputasi yang bagus dalam waktu singkat dan banyak trader sering menggunakan fitur Margin Trading dari bursa ini. Pinjaman yang ditawarkan mencapai 100x lipat dari modal trader, dan bisa digunakan untuk Order beli maupun jual. Margin Trading yang ditawarkan oleh Bitmex sangat mudah dioperasikan dan memiliki dukungan klien yang baik. Bahkan, ada juga berbagai promo termasuk potongan biaya 10%.

 

  • Plus500

Plus500 adalah broker yang telah mendapat regulasi dari berbagai wilayah negara. Trader dengan akun Plus500 dapat memperdagangkan CFD di Forex, Saham, Komoditas, Opsi, dan Indeks. Di bidang Bitcoin Margin Trading, mereka tidak hanya menawarkan Bitcoin, tapi juga semua Altcoin utama seperti Ethereum, Ripple, Litecoin, Bitcoin Cash, dan lainnya.

Leverage dapat diatur hingga 1:30, dan bisa dipraktekkan dengan akun demo terlebih dahulu, sebelum klien memutuskan untuk trading dengan akun real. Selain itu, platform trading yang disediakan oleh Plus500 sangat user-friendly.

 

  • Bitfinex

Pertukaran ini mengkoordinasikan Volume perdagangan terbesar dari pasar BTC/USD, dengan pinjaman yang ditawarkan dalam Margin Trading mencapai 3.3x lipat dari modal Trader. Antarmukanya ramah pengguna dan sangat mudah untuk digunakan bertransaksi. Bitfinex berkantor pusar di Hong Kong sejak tahun 2014, dan melayani klien dari berbagai negara, kecuali Amerika Serikat, Bosnia dan Herzegovina, Korea Utara, Ethiopia, Iran, Irak, Suriah, Uganda, Vanuatu, dan Yaman.

Untuk mulai trading di Bitfinex, Anda harus mendaftar, memverifikasi ID, dan menyelesaikan prosedur KYC (Know Your Customer) lengkap. Biasanya diperlukan waktu 15-20 hari kerja setelah mengirimkan bukti ID yang valid sebelum pendaftaran Anda dinyatakan resmi.

 

  • Poloniex

Poloniex, selain menawarkan akun trading normal untuk trader harian, juga menawarkan fitur Margin Trading untuk pengguna tingkat lanjut.
Poloniex merupakan salah satu bursa kripto terbesar yang menawarkan Margin Trading dengan 11 Altcoins. Sayangnya, tidak ada layanan leverage untuk BTC/USD. Leverage yang disediakan pun hanya terbatas di tingkat 2.5x.

Registrasi cukup mudah di Poloniex, karena Anda dapat memulai daftar hanya dengan mengisikan alamat email. Anda juga bisa mengajukan peningkatan leverage, tapi sebelumnya perlu mengirimkan dokumen KYC dulu ke Poloniex.

 

Bitcoin Margin Trading memungkinkan kita untuk membuka posisi dengan peluang keuntungan yang lebih besar, tanpa perlu menyediakan jumlah Bitcoin yang setara dengan ukuran posisi terkait. Dengan cara itu, kita dapat mempersiapkan modal yang tidak terlalu banyak di bursa, dan mengalokasikan kripto yang dimiliki di bentuk Dompet yang lebih aman (Cold Wallet). Penjelasan selengkapnya mengenai Dompet ini bisa Anda pelajari di Apa Beda Hot Wallet Dan Cold Wallet Untuk Bitcoin?

Seorang trader sejak 2012 yang mempunyai hobi menulis. Suka membahas serunya persaingan ekonomi antar negara dengan sebuah tulisan. Aktivitas trading menggunakan Price Action dan rumor fundamental saja. Karena trading itu memang simpel.


Asghar
Belum tahu banyak tentang bitcoin. Forex tetap yg terbaik.