Beberapa Resiko Mirror Trading

Mirror trading adalah sebuah strategi dalam trading forex dengan meng-copy strategi para trader forex sukses dari seluruh dunia.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Istilah Mirror Trading mungkin akan kita jumpai saat kita mencoba fitur suatu broker forex. Tetapi, apakah Anda mengetahui apa itu Mirror Trading? Supaya jelas, mari kita bedah pengertian Mirror Trading, seberapa besar resiko, serta bagaimana cara mengatasi resiko Mirror Trading tersebut.

 

Apa Itu Mirror Trading?

Mirror Trading adalah sebuah strategi dalam trading forex dengan meng-copy strategi para trader forex sukses dari seluruh dunia. Diperkenalkan pada akhir tahun 2000-an dan awalnya hanya dipergunakan broker untuk para klien dari institusi, tetapi sekarang juga disediakan untuk investor retail. Dengan Mirror Trading, investor bisa terhindar dari keputusan cenderung emosional. Meski demikian, kita perlu mengetahui apa saja resiko mirror trading ini sebelum menggunakannya.

apa itu mirror trading

Mirror Trading biasanya digunakan oleh trader forex yang merasa kurang berpengalaman, dan ingin jalan pintas dengan meniru atau meng-copy strategi para trader yang lebih berpengalaman. Dengan cara ini, trader bisa memilih strategi paling sesuai dengan tujuan hasil akhir yang diinginkannya. Keuntungan lain dari Mirror Trading adalah hampir semua platform trading bisa dilihat hasilnya secara live.

 

Apa Saja Resiko Mirror Trading?

Namun demikian cara ini mempunyai resiko. Berikut beberapa diantaranya:

1. Rekam Jejak Masa Lalu Tak Memastikan Hasil Di Masa Depan.

Kita tidak dapat mengetahui secara detail apakah strategi trading dari trader yang kita ikuti tersebut akan berakhir profit atau loss. Kita tidak bisa hanya mengandalkan kinerja trader pilihan tersebut dari rekam jejaknya di masa lalu. Kadang-kadang setelah kerugian beruntun baru bisa menghasilkan profit, atau setelah profit beruntun mengalami kerugian cukup besar.

Satu-satunya cara untuk meminimalisir resiko Mirror Trading adalah dengan memeriksa trader pilihan dengan teliti. Usahakan untuk mencari informasi statistik kinerja tradingnya, seperti kerugian terbesar yang pernah dialami (maximum drawdown) dan perolehan keuntungan terbesar. Resiko lainnya adalah mengenai besarnya resiko pada setiap trade. Jika Anda hanya sepakat pada resiko 2% pada setiap trade, tetapi trader yang diikuti menggunakan strategi resiko 5%, maka Anda telah mempertaruhkan akun Mirror Trading Anda. Banyak follower (investor) mengabaikan resiko per posisi ini hanya karena melihat trader pilihan bisa profit besar.

2. Tergantung Pada Performa Satu Trader Yang Diikuti Saja.

Resiko Mirror Trading lain bisa terjadi jika Anda hanya mengikuti seorang trader saja. Dalam hal ini, Anda akan sangat tergantung pada trader tersebut. Jika dia profit, Anda akan profit juga dan sebaliknya jika merugi.

Untuk menghindari ketergantungan tersebut, Anda bisa melakukan diversifikasi akun Mirror Trading Anda dengan mengikuti beberapa trader pilihan sekaligus. Dengan mengikuti beberapa trader sekaligus, maka  jika salah satu di antara mereka loss, trader pilihan lain bisa menutupi kerugian tersebut dengan perolehan profit mereka.

3. Kita Tak Bisa Intervensi Jika Tak Dipantau.

Kebanyakan platform Mirror Trading bekerja secara offline, yang berarti komputer Anda bisa off, tetapi trading tetap berjalan. Ini menguntungkan karena Anda tidak harus memantau layar komputer untuk melakukan trade. Namun, resikonya Anda tidak bisa mengintervensi secara manual bila strategi yang Anda ikuti ternyata tidak menguntungkan.

Untuk mengatasi hal ini, pilih platform trading yang memungkinkan Anda untuk mengambil opsi tertentu (seperti batalkan trade) untuk mengantisipasi potensi kerugian. Selain itu, saat ini juga banyak platform yang memungkinkan pemantauan via ponsel pintar, sehingga Anda dapat mengamati perubahan dalam akun trading di mana saja, kapan saja.

Terlepas dari beberapa resiko tersebut, Mirror Trading telah banyak digunakan oleh trader Forex dan banyak pula di antara mereka sukses mendulang profit.

 

Jika Anda memiliki pertanyaan lain seputar Mirror Trading, selain dari kolom komentar, Anda juga bisa langsung bertanya pada ahli kami pada forum tanya jawab Copy Trading berikut.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Fx Nubi
wah enak nih trader g perlu susah2 trading pake strategi sgl macem, bs dpt untung apalg kalo mirror tradingnya dr trader yg bener2 hebat.
Herdiyan Candra
Jenis trading seperti ini lenih cocok buat trader yang gampang percaya sama orang lain. Kalau ane sih mending pake sistem sendiri, profit sama loss jadi tanggung jawab sendiri, sekalian sambil belajar juga. Kalo caranya copy trader terus ya kita ga akan bisa ngelatih kemampuan trading.
Rokoko
@herdian: ya bsa2 aja si kalo mw dipake bljr. klo niatx dr awal bwt bljr kn bs ngeliat cara tradingx trader yg dicopy tu. dn bs dicoba praktekin. lain lg klo emg dr awal pengenx ngopy aja. psti yg lbh diliat dr proses tradingx cmn hasilx aja. loss/profit, tp klo bljr kn psti liat strategi n manajemen tradingx jg...
Herdiyan Candra
Berarti trader yang pake sistem mirror trading ini trader yang kurang pd dong? Masak belajar aja harus niru dari orang lain, bukannya dicoba sendiri dari pengalaman.
Rokoko
@herdiyan: nggak smua trader yg pake copy trader trmsk kurang pd. Bs jd mrk lbh prcaya sm trader yg lbh brprnglmn dn strategi tradingx lbh trjamin, ato utk mengurangi rsk loss jg, gmn2 kan kalo dihandle yg udah brpnglmn pst lbh trjamin dn lbh konsisten jg. lngkh2 sprt tu yg bs dipelajari dr copytrader spy bs tau cr yg lbh tepat utk bertrading, lngsung dr yg sudah ahli. Mngkn pas msh bljr teknikx msh agak mirip sm yg ditiru, tp klo krktr trading tu kan bss brkmbng sndr dn pasti lama kelamaan jg bkl muncul sndr krktr masing2 trader tu...
Effendi K
Mirror trading gak sepenuhnya negatif apalagi khusus dan hanya diperuntukkan untuk trader yang gampang percaya sama orang lain. Bukan gitu konsepnya.. jadi trader masih bisa pakai cara ini untuk mengamati dan menganalisa strategi2 tertentu yang sudah digunakan oleh para trader kawakan dan yang pasti mereka yang sudah banyak pengalaman dalam memproleh profit dan rugi dalam dunia trading forex. Meskipun tidak semua jenis strategi yang dipakai, trader masih bisa mengkombinasikan strategi trader yang berpengalaman dengan strategi trader sendiri, seperti itu..