Indikator Parabolic SAR Sebagai Exit Point

135320

Indikator Parabolic SAR sangat cocok digunakan pada kondisi pasar yang trending dengan tujuan untuk mengetahui momen pembalikan arah trend.

FirewoodFX

iklan

FirewoodFX

iklan

Indikator parabolic SAR atau parabolic Stop and Reverse (disingkat pSAR) adalah salah satu indikator yang dibuat oleh J. Welles Wilder. Indikator ini sangat cocok digunakan pada kondisi pasar yang trending dengan tujuan untuk mengetahui momen pembalikan arah trend (reverse). Sesuai dengan namanya, trader lazim menggunakan pSAR untuk memperoleh sinyal exit (exit point), dimana posisinya mesti di-stop, karena trend akan segera berbalik arah (reverse).

Indikator ini bekerja dengan baik pada pasar yang trending dengan kuat, semakin kuat trend semakin akurat. Sebaliknya untuk pasar yang sideways (ranging), indikator ini sering kali menghasilkan sinyal yang salah. Selain itu indikator ini bisa digunakan pada semua time frame.

Berikut contoh tampilan indikator pSAR pada chart EUR/USD 4-hour. Indikator pSAR tampak pada titik-titik berwarna merah.

Indikator Parabolic SAR Sebagai Exit 

Parameter pSAR dan penggunaannya

Dalam menentukan titik pembalikan trend, pSAR dihitung berdasarkan parameter harga pasar dan waktu. Dinamakan parabolic karena kurva titik-titik tersebut menyerupai kurva parabola. Prinsip perhitungan indikator ini hampir sama dengan moving average hanya pSAR bergerak dengan percepatan yang lebih tinggi dengan tampilan berupa titik-titik yang posisinya berubah sesuai dengan pergerakan harga.

Seperti tampak pada gambar diatas, ketika pasar uptrend, titik-titik pSAR berada dibawah harga dan ketika downtrend titik-titik pSAR berada diatas harga. Titik-titik pSAR tersebut juga akan berubah posisi ketika terjadi koreksi. Panjang kurva pSAR bergantung pada skala pergerakan harga.

Jika trader telah membuka posisi buy, maka dianjurkan untuk exit ketika harga bergerak dibawah titik pSAR, atau titik pSAR telah berubah dari bawah ke atas (titik B pada gambar atas). Demikian pula jika trader telah membuka posisi sell, maka dianjurkan untuk exit ketika titik pSAR berubah posisi dari atas ke bawah atau harga berada diatas titik pSAR (titik A dan C pada gambar atas).

Parameter pSAR dihitung dengan formula:

SAR(i) = SAR(i-1)+AF x (E-price(i-1)-SAR(i-1)), dimana:
SAR(i-1)  adalah nilai titik pSAR pada bar sebelumnya.
AF adalah faktor akselerasi (Acceleration Factor). Nilai default diset pada step = 0.02 dan maximum = 0.2.
E-price(i-1) adalah harga tertinggi atau terendah pada periode sebelumnya.

Trailing stop dengan titik-titik pSAR

Jika Anda terbiasa menggunakan strategi trailing stop untuk memaksimalkan profit, maka dengan indikator pSAR akan lebih efektif dan mudah menentukan level-level stop atau titik-titik exitnya. Jika pasar uptrend, atur level trailing stop Anda ke arah atas sesuai dengan titik-titik pSAR, sedang untuk downtrend, atur level trailing stop ke arah bawah sesuai dengan titik-titik pSAR.

Berikut contoh penggunaan titik-titik pSAR untuk menentukan level trailing stop pada pasar uptrend:

Indikator Parabolic SAR Sebagai Exit

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.