Advertisement

Broker Terbaik Untuk Scalping

  By: R Shinta   View: 7414    Broker Forex  

Scalping adalah suatu strategi trading forex dimana trader cenderung melakukan open dan close posisi secara cepat dan berulang-ulang setiap harinya. Trader yang cenderung melakukan teknik ini disebut scalper. Scalping juga merupakan strategi yang cocok bagi para trader yang tidak punya waktu untuk online seharian penuh mengawasi proses trading. Namun, scalping mengharuskan trader ikut mengawasi dengan cermat proses trading yang berlangsung dalam kurun waktu yang dapat disesuaikan. 

 

memilih broker

 

Beberapa orang memiliki anggapan bahwa scalping hanyalah digunakan oleh pemula. Jangan salah. Scalper juga membutuhkan konsentrasi tinggi untuk mendapatkan keuntungan di pasar forex yang bergerak dengan cepat. Pergerakan cepat tersebut juga dapat mengakibatkan kerugian, sehingga seorang scalper harus terlatih dan siap dengan resiko ini. Ada banyak hal yang harus diperhatikan trader jika ingin mencoba teknik scalping. Salah satunya adalah memilih broker yang tepat untuk menjalankan strategi trading jangka super singkat tersebut.   

Tidak semua broker mengizinkan teknik scalping karena dengan menggunakan strategi ini, seorang trader bisa saja menutup banyak posisi dalam waktu yang bersamaan. Hal ini dapat memberatkan kerja server broker, selain juga memperumit manajemen risiko broker.

Broker terbaik untuk scalping harus memenuhi beberapa kriteria, yaitu:

1. Memperbolehkan Teknik Scalping
Teknik scalping yang membuka dan menutup posisi dalam jumlah banyak dan dalam waktu singkat menjadi tidak efisien bagi broker. Oleh karena itu beberapa broker yang cenderung tidak menyukai metode scalping akan memperlambat akses ke sistemnya atau bahkan melarang teknik ini untuk digunakan. Trader yang ingin menggunakan teknik scalping harus memahami betul peraturan broker.

2. Broker Non Dealing Desk (NDD)
Trader yang cenderung menggunakan teknik scalping sebaiknya memilih broker yang Non Dealing Desk (NDD). Pada broker jenis NDD, order klien akan langsung diteruskan ke pasar, lembaga keuangan, bank-bank besar atau broker jenis NDD yang lebih besar. Hal ini berarti trader akan bertrading langsung dengan kondisi pasar sesungguhnya. Spread pada broker NDD akan berubah-ubah sesuai dengan keadaan pasar yang sesungguhnya. Broker NDD adalah broker yang memiliki jenis ECN (Electronic Communication Network), STP (Straight Throught Processing) dan DMA (Direct Access Market).

ECN adalah jenis broker forex dimana trader bisa langsung terhubung dengan pasar tanpa perantara ataupun campur tangan dari pihak broker maupun dealer (dealing desk). STP adalah broker yang menghubungkan trader dengan broker besar lainnya atau broker dengan jenis ECN dengan likuiditor tertentu. Broker jenis DMA adalah broker yang cara kerjanya menyerupai broker ECN. Bedanya, broker DMA terikat kontrak dengan penyedia likuiditas tertentu.

3. Teregulasi
Trader yang menggunakan teknik scalping sebaiknya menghindari broker-broker yang tidak teregulasi dengan benar. Broker-broker yang  tidak teregulasi tersebut umumnya disebut broker bucket shop atau broker kaki lima. Broker seperti ini sering mengecoh klien yang masih awam dan belum paham betul mekanisme perdagangan pasar forex. Kekurangan broker semacam ini adalah ekesekusi order yangc cenderung lambat, requote order yang berlebihan, dan server yang sering down atau terputus-putus

Selain alasan diatas, trader juga harus berhati-hati terhadap broker yang mengaku berjenis ECN tetapi sering memanipulasi klien. Cara yang paling aman memilih broker adalah melihat regulasinya terlebih dahulu. Regulator dengan kredibilitas tinggi dan benar antara lain: CFTC dan NFA (Amerika Serikat), FSA (Inggris), ASIC (Australia) dan CySEC (Siprus). Trader harus memperhatikan bentuk regulasi masing-masing broker sebelum memulai trading dengan teknik scalping.

4. Menyediakan Leverage Tinggi
Besarnya leverage cukup mempengaruhi trader yang menggunakan teknik scalping karena scalper mengumpulkan profit yang tidak seberapa besar, tetapi jika dijumlahkan akan menjadi nilai yang cukup banyak. Namun, hasil dalam beberapa minggu terkadang tidak memuaskan dibandingkan dengan tenaga yang terbuang. Untuk mengatasi hal ini, scalper akan menggunakan beberapa ukuran leverage saat bertrading, tentunya yang sesuai dengan peraturan broker tempat mereka bertrading.

Semakin besar leverage, maka margin (jaminan trading) akan semakin kecil dan hal ini akan membuat trader dapat menggunakan lot yang semakin banyak. Untuk trader yang baru saja belajar menggunakan teknik scalping, ada baiknya memilih leverage kecil terlebih dahulu saat awal-awal bertrading sampai menemukan metode yang sesuai dan teruji untuk digunakan. Setelah metode scalping yang tepat telah teruji, leverage dapat ditingkatkan sedikit demi sedikit. Namun, jangan lupa untuk selalu menggunakan setting stop loss dan target profit.

5. Spread Rendah
Spread adalah biaya yang harus dibayarkan pada broker untuk pelayannnya baik ketika trader profit ataupun loss. Untuk trader yang sudah sukses dengan strategi trading mereka, biaya spread dianggap masih wajar dan dapat ditoleransi. Tetapi, trader yang menggunakan teknik scalping harus membuka dan menutup posisi puluhan kali dalam tempo yang singkat. Tidak menutup kemungkinan seorang scalper akan membuka dan menutup posisi lebih dari seratus kali perhari. Biaya spread ini harus diperhatikan dengan cermat agar tidak merugikan scalper.

Spread yang tinggi dapat merugikan hasil yang didapatkan oleh scalper selama trading. Scalper akan membuka dan menutup posisi dalam jumah banyak dan dalam tempo singkat dengan harapan memeperoleh profit yang sedikit namun jika digabungkan akan menjadi banyak. namun, dengan membuka dan menutup posisi maka spread akan berlipat ganda dan mengurangi hasil yang dikumpulkan. Bahkan bisa membuat hasilnya menjadi minus. Oleh karena itulah seorang trader dengan teknik scalping harus memilih broker dengan spread serendah mungkin, terutama untuk mata uang yang likuid.

 

Mana Saja Broker Terbaik Untuk Scalping?

Berikut ini adalah daftar broker terbaik untuk scalping yang bisa digunakan oleh para trader forex:

1. Exness
Broker Exness adalah broker yang menyediakan tipe akun ECN. Exness telah teregulasi oleh CySEC dengan nomor lisensi 178/12. Karena menyediakan leverage hingga 1: 2000 dan spread mulai 0.0 untuk akun ECN, maka Exness jelas salah satu broker terbaik untuk scalping. Broker ini juga tidak membatasi penggunaan expert advisor dan strategi trading apapun. Sebagai tambahan, terdapat pula ekstra rebate hingga 50% di setiap trading, yang tentunya bisa bermanfaat menambah pendapatan bagi para scalper, mengingat kecenderungan mereka untuk aktif bertrading dalam frekuensi tinggi sangat sesuai dengan keuntungan rebate yang besar bonusnya berkorelasi positif dengan jumlah posisi trading.

2. IC Markets
IC Market merupakan broker yang telah teregulasi oleh ASIC dengan nomor lisensi 335692. Broker asal Australia ini pun menawarkan jenis akun ECN dengan leverage maksimal 1:500 dan spread mulai dari 0.0 pip. IC Markets tidak memiliki batasan dalam tradinng termasuk tidak ada batas minimal jarak order, scalping, hedging dan trading otomatis. Selain itu IC Markets juga memberikan rebates 21% untuk setiap trader yang membuka akun live ECN.

3. Pepperstone
Pepperstone juga merupakan broker asal Australia dan teregulasi oleh ASIC. Menyediakan akun standart STP dengan spread mulai 1.0 pips dan leverage hingga 1:500. Pepperstone memperbolehkan segala macam teknik trading termassuk EA, scalping serta full hedging. Dan bila Anda tertarik untuk bertrading dengan deposit dalam mata uang selain Dolar AS, Pepperstone bersedia menerima deposit dalam 11 mata uang: AUD, USD, EUR, CAD, GBP, CHF, JPY, NZD, CAD, SGD and HKD. 

4. ThinkMarkets
ThinkMarkets adalah broker Non Dealing Desk (NDD) yang menyediakan spread 0.01 dan leverage hingga 1:500. ThinkMarkets teregulasi oleh ASIC Australia dan FCA Inggris. Sebagaimana broker terbaik untuk scalping lainnya di daftar ini, mereka mengizinkan penggunakan berbagai macam strategi trading. Manfaat ekstra jika bertrading dengan ThinkMarkets adalah tersedianya sinyal trading autochartist yang bisa mengenali pola-pola terbentuk di chart secara real time serta mengirimkan sinyal trading saat ada peluang tercipta.

5. FXTM
FXTM terlisensi oleh International Financial Services Commission (IFSC) dengan nomor lisensi IFSC/60/353/TS dan IFSC/60/345/APM. Scalping hanya diperbolehkan pada tipe eksekusi market execution pada akun-akun ECN saja, sedangkan untuk instant execution tidak diperbolehkan penggunaan scalping. Spread mulai 0 hingga 0.5 tergantung tipe akun ECN trader. Leverage disediakan oleh broker FXTM hingga 1:500.

6. Hirose
Hirose telah mendapatkan lisensi Inggris FCA sebagai Hirose Financial UK Limited dengan nomor 540244. Hirose merupakan broker NDD yang menggunakan sistem STP tanpa requotes. Dengan leverage hingga 1:300 dan spread rendah untuk pasangan cross Yen mulai 0.7 pips. Scalping juga diperbolehkan oleh broker ini bersama dengan teknik trading lainnya. Lebih baik lagi, Hirose menawarkan eksekusi dengan teknologi canggih made in Jepang.

7. FXPro
FXPro teregulasi oleh FCA dan CySEC. Dengan spread mulai 0 pips dan leverage hingga 1:500, FXPro juga mengizinkan penggunaan berbagai strategi trading termasuk scalping. Tipe akun yang disesiakan oleh FXPro bukan berdasarkan sistem namun berdasarkan platform trading. FXPro menyediakan platform MT4, MT5, dan cTrader.

8. FXCM
FXCM menyediakan tipe akun Non Dealing Desk dengan leverage 1:400. Spread  mulai 1.3 pada berbagai pair forex. Broker FXCM terdaftar di Bursa Efek New York (NYSE) dan meraih berbagai penghargaan bergengsi. Sayangnya, akses ke broker ini diblokir oleh regulator Indonesia.

9. Orbex
Orbex memiliki leverage 1:300 dan spread serendah 0.6 pada akun tipe ECN-nya. Broker teregulasi CySEC ini mengizinkan strategi scalping. Mereka juga telah mendapatkan berbagai penghargaan terkemuka dari berbagai Forex Show dan polling global. Namanya mungkin kurang dikenal, tetapi sebenarnya sejarahnya sudah cukup panjang, karena dulu eksis dengan nama AFBFX sebelum rebranding menjadi Orbex.

10. FXOpen
 
FXOpen menyediakan leverage antara 1:100 hingga 1:500 dan spread floating mulai dari 0 pips. Dengan demikian, ia termasuk broker terbaik untuk scalping yang bisa Anda pilih. Plus, jika Anda punya jiwa kompetitif, maka Anda bisa mengikuti kompetisi-kompetisi forex yang digelar broker ini maupun bonus dan promosi berkala.

Apakah Anda tertarik dengan scalping? Pilihlah broker yang sesuai dengan kriteria diatas. Perhatikan betul klasifikasi masing-masing broker agar Anda dapat bertading menggunakan teknik scalping dengan aman dan nyaman.







SHARE:

SHARE:

 
Komentar: 8