Artikel Manajemen Resiko

Advertisement

iklan


Advertisement

iklan


Dalam trading resiko versus perolehan lazim disebut dengan risk/reward ratio. Trader yang selalu menerapkan risk/reward ratio positif, rata-rata profit-nya akan lebih besar dari rata-rata loss-nya.

Management resiko adalah proses mengenali dan mengendalikan kemungkinan untuk merugi. Dengan probabilitas profit dan loss masing-masing 50%, cara yang paling tepat untuk memperoleh profit yang lebih besar adalah dengan menaikkan risk/reward ratio.


Almi
mantap ini pelajaran manajemen fx nya. bisa dipake pedoman trading sewaktu butuh masukan terbaik buat mengelola akun.
semangat terus tradingnya.
salam sukses selalu
Sutiono Bd
aspek penting dlm trading!! penting diperhatikan & dipelajari!!
Eldy
Salam. Bagaimana tip manajemen risiko terbaik?
Hari Dwiyanto
@eldy: coba terapkan rasio laba rugi, dengan menghitung rugi maksimal diambil dari persentase balance trading. atau juga mempertimbangkan stop loss sesuai apa yang disinyalkan sistem.

asalkan perhitungan sesuai dengan rasio, misal 1 : 2, jadi target profit lebih besar 2 kali lipat dari loss. dengan cara manapun stop loss ditentukan bisa diambil. sekali lagi jumlah loss maksimal sudah bisa ditoleransi sendiri.
Darwiono
Forex adalah bisnis online penuh resiko. Tidak ada manajemen resiko berarti gagal. Karena kalaupun bisa profit kelangsungannya juga masih dipertanyakan.

Apa tanpa manajemen resiko akun bisa profit terus dan bertahan lama. Urusan trader forex disini adalah sama harga mata uang yang terus berfluktuasi naik turun tanpa bisa diperkirakan dengan betul-betul pasti. Maka tanpa manajemen resiko akun trading akan cepet terkikis oleh gerak pasar yang seperti itu
Anggi Iswanda
betul, makanya berbahaya kalo sampe masuk di dunia trading forex karena motivasi pengen cepet kaya. ada iming-iming forex ni bisnis yang gampang dilakukan, tinggal buy saat harga naik dan sell saat harga turun.

padahal setelah dicoba, trading bukan cuma soal entry order aja, tapi juga exit order yang tepat. mungkin tradr yg menyerah di awal sejak awal dah punya persepsi yang salah tentang forex.

mereka kira forex bakal gampang, tapi ternyata jauh lebih sulit. dipikir bisa banyak profit dalam waktu sebentar, padahal tanpa perhitungan cepet profit bisa juga cepet loss.
Jupri
Analisa yg mantap boss...
Lukman Sunardi
menurut sy jangan terlalu dilebih-lebihkan lah resiko forex ini. memang trading forex punya resiko yang besar, tapi ini kan bisa dimanage.

banyak fitur juga yang bisa didapat untuk membatasi resiko. jadi daripada terus-terusan mengulang tentang bahaya resiko forex tanpa memberitahu bagaimana solusi menghadapinya, mending lansung saja menyarankan penggunaan persentase resiko pertrade, rasui risk-reward, atau macam-macam teknik manajemen forex yang bisa diterapkan.

hanya menyebutkan resiko saja tidak akan konstruktif, terutama untuk trader yang masih sangat hijau. bisa-bisa mereka malah akan mengurungkan niat untuk jadi trader forex karena belum-belum sudah dihadapkan pada resiko besar yang sepertinya tak bersolusi itu.
Aminur
ndak apa bang. hbs makin marak aja oknum2 penipuan/scam yg mengatasnamakan forex. udh begitu bnyk pula yg memasarkan jasa broker, sinyal, ato produk2 lain dgn promosi yg ndak realistis.

krn perkara gn mkn banyak, mk ndak ada salahny kita bantu mrk yg msh awam utk lebih hati2. jd skeptis ndak apa2 asal ndak sampe parno. dibroker forex yg udah terkenal dn katax legal pun kita jg masih sering ketemu komplain. bayangkan gimana akibatnya tanpa ada pengenalan resiko yg seperti ini
Adis Putra
Masta rada ngelantur nie, ikan ngomongin risiko trading bukanx risiko lain2 yg ada hubunganx sama broker wkekekeke
Aminur
daftar akun dibroker yang salah itu juga termasuk resiko forex lo. ditambah lagi kalo brokernya ternyata broker bandar, bisa sering kena manipulasi tuh biasanya. sistem udah bener dijalanin tapi masih aja kena loss ndak sesuai sama paraktek demonya, sering kejadian sampe berasa abnormal, apa lama-lama ndak bikin rugi juga tuh?

ini juga resiko namax jadi sebelum betul2 masuk, belajar analisa, manajemen resiko ini itu, pilih dulu broker yang bener lebih penting
Afandi Cs
Loss bukan u/ ditakuti, loss adlh wajar. Langkah yang perlu dilakukan menghadapi loss adalh dgn bersiap menghitung batas toleransi. Di forex sdh ada yg namanya stop loss u/ membatasi kerugian, Jdi tdk perlu khawatir kita harus mantau chart terus u/ close posisi.
Mei Kelabu
ane masih nubi, jadi br belajar tentang cara trading serta manajemen risiko nya ini. dari yang sejauh ini ane pahamin, kok semakin ribet ya kita trader tiap kali mau open posisi?

untuk ambil buy/sell di posisi yg tepat aja perlu analisa dulu. teknikal - fundamental. dan itu aja ga cukup ternyata masih perlu itung-itungan manajemen risiko dulu tiap mau open posisi. mesti paham tentang hitungan pip, lot, dn sebagainya sebelum op.
Afandi Cs
Memang forex aslinya susah. Kalo nggak seperti ini trading sifatnya cuman spekulasi aja. Berbahaya buat pemula yg belum ngenal pasar forex, pasti bakalan cepet ludes akunnya. Begini emangĀ  tips yg tepat buat mulai bisnis forex. Ribet belajar cuman di awal sj, untuk seterusnya klo sudah ketemu hitungan yg pas maka trading bisa tinggal menuruti aturan sj.

Untuk tes sistem bisa mulai dari akun demo, belajar juga. Kadang tahap ini memang tahap ribet 2 nya. Tapi bagaimanapun memang ini pengorbanan yg perlu kalo mau berkembang di trading forex
Hardian Wijaya
"Kunci Dari Manajemen Resiko Adalah Diri Sendiri"
Nah itu sudah dijelaskan. Berarti selevel lebih penting dari manajemen resiko yang katanya holy grailnya trading forex, adalah bagaimana kita mengendalikan diri sendiri, alias psikologi trading.
Lana 207
Bgmn psikologi lbh pntng dr mnjmn rsk ? Bknnya dgn mnjmn rsk yg tpt kt bs jg psikologi trdng ??
Hardian Wijaya
Mengatur psikologi trading dengan manajemen resiko, hal itu kadang bisa dilakukan, namun jika emosi trading belum stabil, belum tentu manajemen resiko tersebut akan selalu disiplin digunakan. Manajemen resiko hanyalah manajemen resiko, sebuah sistem perhitungan yang bisa kita gunakan dan kita abaikan.

Pada akhirnya yang mengambil keputusan tetaplah diri kita sendiri. Apakah ingin selalu aman menghadapi resiko, atau sengaja tidak melindungi diri dari resiko trading forex. Keputusan seperti ini kadang tidak bisa diambil dengan begitu mudahnya.

Karena sekali lagi, pasar forex selalu menunjukkan perubahan kondisi yang kadang bisa menarik trader untuk melakukan hal-hal di luar rencana. Jika trader belum punya pertahanan diri untuk selalu disiplin dengan aturannya apapun yang terjadi, maka tetap saja, manajemen tersebut tidak akan banyak membantu.
Bruno Rei
apa mencari pengukuran manajemen resiko yang tepat bisa sulit? sy masih pemula dn mau belajar. dari yg saya pahami di pelajaran ttg strategi trading, trader bisa menemukan sendiri mana yang paling cocok dengan gayanya.

dan dalam pencarian ini bisa memakan waktu lama, trader bisa rugi dulu beberapa kali untuk tahu apakah strateginya sudah layak digunakan atau tidak. apa dengan manajemen resiko ini juga seperti itu?
trima kasih
Edi Muryadi
Setau ane netapin ukuran risiko disesuaiin sama semampuny trader nanggun risiko itu. Bener nggak?
Jadi misalkan punya modal 100 usd, trus setelah dipertimbangin matang2, ambil 5% sbg risiko tiap trade, berarti ntar diposisikan spy nanti ditiap order peluang lossny nggak melebihi 5 usd.

Masalah jumlah itu bisa disesuaiin sendiri2 sama kemauan trader.
Asal jumlahnya bisa ditolerir.
Ane pikir manajemen risiko nggak perlu banyak ganti 2 kayak sewaktu milih strategi trading.
Dicoba ukur sesuai batas sendiri aja, trus kalo outcomenya udah sesuai ekspektasi, maka bs dikonsistenkan dgn manajemen resiko yg seukuran itu.
Odi Kuswanto
resiko forex memang perlu dibatasi. ini gg bisa dihilangkan tp cuma bisa dibatasi. resiko forex akan selalu ada. trader cuma perlu bersiap gimana untuk menghadapi n membatasinya. kl dipikir setiap hal pasti ada resikonya. jadi wajar juga forex ni beresiko
Trader Utara
Dalam frasa "let the profit run" , aturan RR ratio tetap harus diterapkan dengan menyertakan trailing stop