Hati-Hati, Risiko Bunga PayLater Sama Dengan Kartu Kredit

289139

Di balik kemudahan yang ditawarkan fitur PayLater sejumlah aplikasi seluler, ada bunga PayLater yang tinggi serta sejumlah risiko lain yang perlu diwaspadai.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Metode pembayaran dengan PayLater mendadak naik daun dalam beberapa bulan belakangan setelah diadopsi oleh Traveloka, OVO, dan Go-jek secara beriringan. Opsi pembayaran ini dipandang sebagai solusi oleh sebagian pengguna yang membutuhkan dana talangan cepat, tanpa perlu mengikut prosedur pengajuan kredit yang berbelit-belit ("beli sekarang, bayar belakangan"). Namun, sebenarnya ada beberapa hal yang harus diwaspadai saat Anda menggunakan PayLater, karena risikonya tidak lebih ringan daripada penggunaan kartu kredit. Bunga PayLater pun tak lebih rendah daripada bunga kartu kredit.

Risiko Bunga PayLater dan Kartu Kredit(Baca juga: Menimbang Bunga Kredit: Lebih Baik Beli Tunai atau Mencicil?)

 

Cara Kerja PayLater

Cara kerja PayLater berbeda-beda di setiap aplikasi, tetapi garis besarnya cukup sederhana:

1. Pendaftaran PayLater

Di Traveloka, pemilik akun yang berminat harus mengajukan permohonan aktivasi PayLater dengan melengkapi formulir dan menyerahkan salinan dokumen penting untuk di-review. Pengajuan PayLater OVO lebih sederhana, karena fitur ini hanya dapat diakses oleh pemilik akun OVO Premier tertentu. Sedangkan step ini tak dibutuhkan PayLater Go-jek karena fitur hanya tersedia untuk pengguna Go-food tertentu sesuai kebijakan perusahaan.

 

2. Penggunaan PayLater

Setelah permohonan aktivasi PayLater disetujui atau setelah Anda terpilih sebagai pengguna PayLater, maka Anda akan dapat menggunakannya sebagai salah satu opsi metode pembayaran bagi layanan dalam aplikasi terkait. Setiap persetujuan aktivasi PayLater biasanya disertai dengan keterangan mengenai plafon pinjaman, detail cicilan, dan seterusnya. Penggunaan PayLater akan dibatasi oleh aturan-aturan tersebut.

 

3. Pembayaran Dan Bunga PayLater

Lagi-lagi, setiap aplikasi menerapkan aturan berbeda untuk bunga PayLater, plafon, maupun jangka waktu pinjaman. Lebih lengkapnya, berdasarkan informasi per 8 Juli 2019:

  • PayLater Traveloka: bunga 2.14 – 4.78 persen per bulan, jangka waktu 1-12 bulan, plafon maksimal Rp50 juta.
  • PayLater OVO: bunga 2.9 persen per bulan, jangka waktu 3-12 bulan, plafon maksimal Rp10 juta.
  • PayLater Go-jek: bunga Rp25 ribu per bulan, plafon Rp500 ribu.

Persamaannya, tagihan PayLater di semua aplikasi itu akan dikirim setiap bulan, dan harus dibayar sebagian atau keseluruhannya sebelum tanggal jatuh tempo (antara akhir atau awal bulan berikutnya). Tentu saja, pembayaran itu bukan hanya sebesar dana pokok yang Anda pergunakan, melainkan disertai dengan bunga PayLater yang telah ditentukan.

Dapat disimpulkan bahwa cara kerja PayLater sebenarnya tak jauh berbeda dengan pinjaman kredit konsumtif pada umumnya. Jika Anda benar-benar dalam situasi terdesak dan tak memiliki alternatif lain, maka layanan ini tentu akan sangat membantu. Coba bayangkan jika kondisi belum gajian, tapi orang tua di kampung mendadak masuk rumah sakit dan Anda harus beli tiket pesawat yang mahalnya tidak tanggung-tanggung.

Meski demikian, apabila penggunanya tak hati-hati dan malah dimanfaatkan untuk liburan mewah tiap bulan, maka ini bisa jadi bukan solusi "memecahkan masalah tanpa masalah", melainkan awal dari lingkaran setan "gali lubang, tutup lubang". Apalagi, suku bunga PayLater tidak lebih rendah dibandingkan kartu kredit. Sebagai perbandingan, bunga kartu kredit BNI, BCA, dan Mandiri saat ini 2.25 persen per bulan, atau sekitar 2-3 kali lipat lebih tinggi dari bunga kredit lain.

Bunga PayLater(Baca juga: Beragam Metode Pembayaran Online Tanpa Kartu Kredit)

 

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Terkait PayLater

1. Jika Sudah Punya Kartu Kredit, Sebaiknya Hindari PayLater

Kapanpun dan dimanapun Anda mengambil pinjaman, maka artinya Anda berjanji akan membayarnya kembali di kemudian hari. Jadi, sebelum mendaftar PayLater, ada baiknya Anda menanyakan kepada diri sendiri: apakah pendapatan saya cukup besar untuk mengembalikan pokok plus bunga PayLater selain membayar angsuran kredit lain kelak?

Bagi Anda yang telah memiliki kartu kredit, penggunaan PayLater jadi seperti menumpuk beban utang tambahan yang bisa membengkak sewaktu-waktu tanpa disadari. Boleh jadi, saat awal mendaftar, Anda berpikir ini akan jadi alternatif saat gaji belum cair dan kartu kredit sudah over limit. Namun, kondisi dompet kosong melompong sebelum gajian seperti itu merupakan sinyal bahwa Anda harus diet keuangan, bukan sinyal untuk menggunakan PayLater.

Demikian pula, jika Anda sudah terdaftar sebagai pengguna PayLater di salah satu aplikasi seluler, maka sebaiknya tak perlu mengaktifkan fitur PayLater di aplikasi lain. Mengapa? Tanpa catatan pembukuan real-time di tangan, Anda bisa jadi kehilangan jejak pengeluaran bulanan, kemudian baru kaget saat menerima tagihan.

 

2. Perhatikan Peraturan Aplikasi Sebelum Menggunakan PayLater

Selain bunga PayLater yang tak jauh berbeda dengan bunga kartu kredit, fitur ini juga sama-sama bisa disertai dengan biaya lain-lain. Umpamanya biaya administrasi dan denda keterlambatan pembayaran. Untuk itu, sebaiknya Anda baca dulu terms and condition yang disodorkan oleh pengelola aplikasi sebelum dan setelah pendaftaran. Simak dengan teliti, termasuk tulisan kecil-kecil yang mungkin menerangkan bagaimana prosedur pembayaran awal (Early Repayment), keterlambatan (Default), dan lain sebagainya.

Anda juga perlu mencermati peraturan mengenai bagaimana jika Anda batal membeli produk terkait (Product Return). Apakah Anda tidak bisa membatalkan pembelian? atau bisa membatalkan, tapi akan tetap dikenai full charge plus bunga PayLater? atau bisa membatalkan pembelian dan charge sepenuhnya? Penyedia PayLater dapat pula menerapkan prosedur khusus untuk pembatalan order dengan metode pembayaran ini. Jangan ragu untuk menanyakannya ke Customer Service jika Anda merasa terms and conditions kurang jelas.

 

3. Awas Peretasan

Sebagaimana produk digital pada umumnya, PayLater rawan diretas jika Anda gagal mengamankan password dan username, atau malah kehilangan gadget yang biasa digunakan. Memang perbankan juga bisa diretas dan kena phising, tetapi dalam hal ini kemudahan yang ditawarkan PayLater jadi bumerang karena fitur tersebut malah lebih rentan disalahgunakan pihak-pihak tak bertanggung jawab, dibandingkan beraneka kredit bank yang prosedurnya ruwet itu.

Untuk mengurangi risiko peretasan, sebaiknya Anda menggunakan PayLater di satu gadget saja. Gunakan password unik yang tak berhubungan dengan nama ataupun tanggal ulang tahun Anda. Terakhir, jangan pernah login ke aplikasi seluler terkait dari gadget milik orang lain.

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.

Agustus 2019
BANK KPR Mikro
BANK CENTRAL ASIA 9.90% -
BANK DANAMON INDONESIA 10.25% 17.00%
BANK MANDIRI 10.25% 17.75%
BANK NEGARA INDONESIA 10.50% -
BANK RAKYAT INDONESIA 9.90% 17.25%
BANK TABUNGAN NEGARA 10.75% -
Selengkapnya

Bila
hmm.. sudah kudugong. Ini kok bau2nya kredit ternyata bener.
Thanks, artikelnya up-to-date sekali.
Achill
ini nih, saya juga tergiur paylaternya gojek gara2 bulan pertama free. Pas bulan selanjutnya gak sengaja kepencet opsi Paylater (padahal mau make Gopay biasa), trus kena fee 25rb. Akhirnya ya sekalian dipake aja, hhu *curhat