Advertisement

iklan

Jalankan Trading Seperti Bisnis

276934

Jika ingin sukses sebagai trader, maka Anda harus mempunyai persepsi bahwa trading adalah sebuah bisnis.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Trading memang berbeda dengan bisnis pada umumnya. Namun, pada kenyataannya trading adalah sebuah bisnis dan Anda harus merencanakan dan menjalankannya seperti bisnis pada umumnya. Kebanyakan trader melakukan trade seperti halnya mereka berjudi kasino; tidak seperti sebuah bisnis yang mempunyai struktur dan rencana yang jelas.

Artikel ini bersumber dari web seorang trader profesional (www.learntotradethemarket.com) yang menganjurkan, jika Anda ingin sukses sebagai trader maka yang harus Anda lakukan pertama kali adalah persepsi bahwa trading adalah sebuah bisnis. Jalankan trading layaknya Anda menjalankan bisnis, atau sebut saja bisnis trading.

Seperti halnya bisnis pada umumnya, cara Anda menghasilkan profit dalam bisnis trading adalah dengan memperoleh pendapatan yang melebihi pengeluaran, dan Anda akan menderita kerugian bila pengeluaran lebih besar dari pendapatan yang Anda peroleh.

Jalankan Trading Seperti

 

Pengeluaran dalam bisnis trading

1. Trade yang merugi (loss)
Pengeluaran yang utama dalam bisnis trading adalah trade yang merugi. Jika bisa memahami hal ini maka Anda akan bisa mengurangi pengaruh emosi negatif yang timbul akibat loss. Seperti halnya pengusaha warung makan yang tidak merasa sedih atau marah ketika sebagian makanannya tidak laku terjual tetapi harus membeli bahan baku dan membayar para pekerjanya karena paham bahwa hal tersebut merupakan pengeluaran dalam menjalankan bisnis warung makan.

Pada kenyataannya pengeluaran paling besar dalam bisnis trading adalah jumlah kerugian yang Anda alami pada sejumlah trade yang loss. Setiap trader, baik pemula maupun yang profesional memiliki sejumlah trade yang loss. Anda tidak bisa menghindari hal tersebut dan jangan pernah mengharapkan trading tanpa loss.

2. Spread dan jasa untuk broker (jika ada)
Spread atau selisih harga jual dan harga beli adalah biaya yang harus ditanggung trader, juga biaya lain yang dipatok oleh broker sebagai jasa seperti komisi per transaksi dan lainnya jika ada. Setiap kali melakukan transaksi, Anda harus membayar biaya spread dan mungkin komisi ke broker Anda. Dengan demikian semakin sering masuk pasar akan semakin besar biaya yang harus Anda bayarkan ke broker.

3. Biaya operasional
Biaya operasional meliputi penyediaan peralatan untuk trading yaitu komputer dan accessories-nya, biaya untuk komunikasi secara online (internet) dan biaya untuk membeli software trading dan atau sewa VPS jika Anda menggunakannya.

Dari ketiga jenis pengeluaran tersebut, yang paling besar dan yang bisa Anda atur adalah resiko pada setiap trade. Anda bisa menentukan besarnya resiko atau kerugian setiap kali masuk pasar dengan konsep money management, yaitu dengan menggunakan stop loss. Jika Anda tidak membatasi resiko maka pengeluaran Anda bisa sangat besar dan tidak terkendali yang bisa berakhir dengan habisnya seluruh dana Anda. Hal ini tentu lebih buruk dari bisnis diluar trading.

Menjalankan bisnis trading yang menguntungkan

Sama dengan bisnis pada umumnya, Anda tentu mengharapkan keuntungan yang konsisten untuk jangka panjang. Tujuan Anda tentu saja menekan pengeluaran sekecil mungkin dan memaksimalkan keuntungan, dan seperti telah dijelaskan sebelumnya, pengeluaran yang bisa Anda atur adalah besarnya resiko pada setiap trade. Berikut ini yang harus Anda perhatikan sebelum melakukan trade agar hasil trading Anda memadai:

1. Menentukan besarnya resiko
Resiko ditentukan dengan stop loss. Biasanya trader menentukan stop loss hanya dengan perkiraan tanpa memperhitungkan persentasi potensi kerugian, bahkan kadang tidak menentukan stop loss atau baru ditentukan kemudian setelah mengalami kerugian yang cukup besar. Dalam jangka panjang resiko yang tidak diperhitungkan akan bisa menghabiskan dana Anda, oleh sebab itu Anda harus menentukan besarnya resiko pada setiap trade. Para trader yang berpengalaman merekomendasikan agar resiko per trade tidak lebih dari 5% dari balance atau equity sekarang.

2. Menentukan risk/reward ratio yang lebih besar dari 1:1

Setelah menentukan besaran resiko, kemudian tentukan target profit atau reward sebagai kelipatan dari besarnya resiko. Agar menghasilkan profit yang konsisten dalam jangka panjang maka dianjurkan untuk menentukan risk/reward ratio yang lebih besar dari 1:1. Baca juga: Jumlah Posisi Trading Dan Risk/Reward Ratio

3. Membuat rencana trading yang jelas dan mudah dievaluasi

Trading yang direncanakan akan membuat Anda lebih obyektif dan mengurangi keterlibatan emosi. Rencana trading disesuaikan dengan sistem trading yang Anda gunakan yaitu terdiri dari metode entry dan exit, strategi entry dan money management. Tentukan kapan Anda harus masuk pasar, besarnya resiko setiap kali entry dan risk/reward ratio.

Disamping itu seperti halnya bisnis pada umumnya, sebaiknya Anda juga membuat jurnal untuk mengevaluasi hasil trading. Tanpa evaluasi yang rutin dan terus menerus Anda tidak akan tahu kinerja trading yang telah Anda lakukan. Jurnal trading tidak harus detail seperti statement pada platform trading, tetapi lebih sebagai alat bukti bahwa Anda telah melakukan apa yang telah direncanakan.

4. Masuk pasar hanya berdasarkan sinyal dan tidak
over trading
Jika tidak menggunakan sistem trading yang telah teruji maka Anda akan cenderung over trading dimana Anda akan entry berdasarkan pengaruh emosi karena tidak adanya sinyal sebagai acuan. Disamping belum tentu menghasilkan profit, seperti telah disebutkan sebelumnya semakin sering masuk pasar akan semakin besar pengeluaran.


Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Sujono
Bagaimana dengan modal ? Sering dikatakan modal pertama itu sama dengan pengeluaran karena sudah pasti hilang. Apakah itu termasuk pengeluaran dlm bisnis trading?
Martin S
@ Sujono:
Menurut saya hampir semua bisnis memerlukan modal awal. Detailnya secara acoounting saya kurang paham. Pada artikel ini pengeluaran maksudnya pengeluaran rutin yang bisa berubah-ubah (variabel cost). Menambah balance (inject) bisa diartikan menambah modal. Kalau modal pertama ludes berarti Anda rugi total dalam bisnis ini, seperti halnya mereka yang rugi total dalam bisnis diluar trading pada umumnya.

Modal pertama sudah pasti hilang itu belum tentu, tergantung dari skill, pengetahuan dan money management. Oleh sebab itu sebelum terjun di akun riil sangat disarankan untuk trading di akun demo dulu, kalau perlu tentukan modal di akun demo sesuai atau mendekati modal yang akan Anda gunakan.
Si Boy
wah dapet sih insight-nya, memang benar dalam bertrading itu membutuhkan perhitungan semacam itu. Tapi biasanya trader retail lebih sering menggunakan insting daripada perhitungan seperti di atas, ribet soalnya Pak. Gimana yah cara terbaik untuk membiasakan diri lebih disiplin dalam bertrading? supaya lebih efisien dan efektif.
Martin S
@ Si Boy:
Agar bisa disiplin mau tidak mau Anda harus membuat rencana trading berdasarkan sistem trading yang disepakati. Sistem trading terdiri dari metode entry dan exit, strategi entry dan money management.

Metode entry dan exit menggunakan analisa teknikal, strategi entry bisa berdasarkan analisa teknikal atau analisa fundamental, sedang pengaturan money management terdiri dari risk management dan risk/reward ratio setiap kali entry.

Agar bisa effisien dalam arti tidak harus sering mengganti rencana trading, maka lalukan test terlebih dahulu di akun demo untuk mengetahui persentase profitnya. Bisa backtest atau forward test, atau keduanya.

Jika profitnya lebih dari 50% maka sistem dalam rencana trading tersebut bisa digunakan, jika tidak profitable maka Anda bisa membenahi sistem tersebut dengan mengganti parameter indikator atau jenis indikatornya.