Advertisement

iklan

Management Resiko Dalam Trading Forex (3)

126910

Seorang trader forex wajib menguasai keahlian mengatur Risk/Reward Ratio jika ingin mendapatkan management resiko yang baik.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Artikel ini adalah lanjutan dari bagian (2) artikel dengan judul yang sama

Dari ilustrasi sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa penggunaan management resiko akan menyelamatkan Account Anda ketika mengalami Drawdown yang serius, terutama saat Anda menderita serentetan kerugian (Losing Streak). Jika diteliti lebih lanjut, untuk mengembalikan ke kondisi breakeven pada kerugian 85% dari Balance Account, Anda harus bisa menghasilkan profit sebesar 566% dari Balance terakhir yang tersisa. Secara normal, Anda tentu tidak mengharapkan hal yang demikian terjadi pada Account trading Anda.

Berikut adalah persentase profit yang harus diperoleh untuk kembali ke kondisi breakeven, dibandingkan dengan persentase kerugian yang Anda alami:

Management Resiko Dalam Trading Forex
Dari penjelasan di atas, tampak bahwa semakin besar kerugian yang dialami, semakin besar pula persentase profit yang dibutuhkan untuk kembali ke breakeven atau ke Balance Account Anda semula. Oleh karenanya, Anda harus melakukan perlindungan maksimal pada Account trading. Bagaimana caranya? Tentu saja dengan menerapkan persentase resiko yang sekecil mungkin pada setiap trade. Dengan demikian, Anda akan terhindar dari Drawdown besar pada saat terjadi kerugian yang berturut-turut. Ingatlah bahwa dalam trading forex, Anda ingin profit layaknya pemilik rumah kasino, bukan pemain kasino atau gambler.

 

3. Pengaturan Risk/Reward Ratio

Cara lain untuk meningkatkan ketahanan Account Anda adalah dengan memperbesar profitabilitas atau kemungkinan profit yang akan Anda peroleh pada setiap trade. Dalam hal ini, kemungkinan profit atau level Reward haruslah lebih besar dari resiko (Rrisk) yang telah Anda tetapkan. Hanya dengan cara inilah Anda akan bisa bertahan atau bahkan menghasilkan profit meyakinkan dalam jangka panjang.

Management Resiko Dalam Trading Forex

Pada contoh di atas, tampak bahwa dengan pengaturan Risk/Reward Ratio 1:3, meskipun Anda hanya profit 50% dari seluruh trade yang Anda lakukan, tetapi secara keseluruhan Anda masih menghasilkan $10,000. Dengan pengaturan Risk/Reward Ratio yang lebih besar dari 1:1, dalam jangka panjang Anda masih mempunyai kesempatan untuk bisa bertahan ketika mengalami rentetan kerugian.

Namun demikian, jika kebetulan Anda seorang scalper, Anda mesti juga memperhitungkan besarnya spread yang diberikan oleh broker Anda, karena pengaturan Risk/Reward dengan pip kecil akan sensitif pada besarnya spread.

Misal Anda trading di EUR/USD dan menetapkan resiko 3 pip serta Take Profit 9 pip (Risk/Reward Ratio 1:3). Dengan spread 2 pip, maka Take Profit yang sebenarnya Anda inginkan (sesuai analisa Anda) harusnya 11 pip. Dengan demikian, Risk/Reward Ratio Anda menjadi 1:4.

Dalam prakteknya, tidak ada ketentuan baku untuk menentukan besarnya Risk/Reward Ratio. Kebanyakan trader menentukan perbandingan tersebut antara 1:1 hingga 1:2, tergantung pada time frame trading dan kondisi pergerakan harga pada saat itu.

 

Kesimpulan

  • Management resiko dalam trading forex sangat diperlukan, terutama untuk menghindari hancurnya Account Anda akibat rentetan kerugian yang mungkin terjadi. Para trader yang berpengalaman merekomendasikan agar resiko per trade tidak lebih dari 2% dari Balance Account sekarang.
  • Semakin kecil persentase resiko Anda, semakin Anda bisa bertahan pada Maximum Drawdown yang mungkin terjadi.
  • Semakin besar persentase kerugian Anda, semakin besar pula persentasi profit yang Anda perlukan untuk kembali ke kondisi breakeven.
  • Usahakan untuk menentukan Risk/Reward Ratio lebih besar dari 1:1 untuk memperoleh probabilitas profit yang besar.

 

Mengatur resiko trading forex bisa dilakukan dengan berbagai metode, tidak hanya dari Risk/Reward Ratio. Ingin tahu apa saja? Ketahui info selanjutnya di artikel 5 Aturan Money Management Paling Simpel Dan Populer.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Andin
Pak Martin kenapa ilustrasi di atas, mematok 20 kali loss berturut-turut? Adakah pertimbangan khususnya? Mungkinkah itu dari pengalaman para trader senior? Jika ternyata kita menderita kurang dari itu kerugian beruntunnya, otomatis dapet tambahan keuntungan, namun jika lebih dari 20 kali bagaimana?
Martin S
@ Andin:
Itu hanya ilustrasi, sy kira trader senior kemungkinannya kecil bisa loss sampai 20 kali berturut-turut. Disini maksudnya agar trader tidak mengambil resiko yang besar pada setiap trade-nya. Dianjurkan kurang lebih 2% dari balance. Selain itu risk/reward ratio harus lebih tinggi dari 1:1 (pada kondisi tertentu bisa minimal 1:1). Setahu sy jarang ada yang loss sampai 20 kali berturut-turut. Kalau sudah cukup berlatih pada account demo maka kecil kemungkinannya nggak pernah profit sekalipun dalam 20 kali trade..
Martin S
@ Andin:
Itu hanya ilustrasi, sy kira trader senior kemungkinannya kecil bisa loss sampai 20 kali berturut-turut. Disini maksudnya agar trader tidak mengambil resiko yang besar pada setiap trade-nya. Dianjurkan kurang lebih 2% dari balance. Selain itu risk/reward ratio harus lebih tinggi dari 1:1 (pada kondisi tertentu bisa minimal 1:1).
Setahu sy jarang ada yang loss sampai 20 kali berturut-turut. Kalau sudah cukup berlatih pada account demo maka kecil kemungkinannya nggak pernah profit sekalipun dalam 20 kali trade..
Andin
baik..makasih pak atas jawabannya. Sekarang saya mau tanya sedikit di luar topik kita ini..kalau broker yang membolehkan demo selama setahun itu mana aja ya pak? Kog saya nyoba beberapa broker..sepertinya ada batasan selama beberapa bulan saja. Abis itu trus akunnya gak bisa kebukak. Terimakasih atas penjelasannya nanti
Martin S
@ Andin:
Kalau untuk yang platform Metatrader di beberapa broker setahu sy waktu untuk demo memang dibatasi tidak sampai setahun, tetapi Anda bisa memperpanjang lagi kalau waktunya sudah habis, tinggal masuk File - Open An Account, isi data-data dan alamat email, langsung jadi lagi.
Marsha
Pak Martin, jika modal saya $1000 kemudian manajemen resiko 2% apakah tidak terlalu kecil? Apa boleh trading emas hanya 2% dari modal $1000 ?
Martin S.
@ Marsha:

Yang 2% adalah besarnya risiko. Dalam hal ini risikonya 2% dari modal. Jika Anda ingin 2% dari USD 1000, maka risikonya adalah USD 1000 x 2% = USD 20.

- Apa boleh trading emas hanya 2% dari modal $1000 ?
Kalau untuk besarnya risiko, terserah pada tradernya. Justru semakin kecil risikonya semakin bagus.