Menjadi Trader Forex Yang Full Time

Diperlukan usaha yang nyata, rencana yang jelas dan disiplin tinggi agar bisa menjadi trader forex full time. Berikut beberapa caranya.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Menjadi trader yang full time atau "trading for living" adalah impian setiap trader yang aktif. Selain tidak terikat oleh waktu kerja, Anda sangat mungkin bisa memperoleh kebebasan finansial (financial freedom) yang sebenarnya. Namun demikian, trading bukanlah jalan untuk memperoleh pendapatan yang luar biasa dalam waktu singkat.

Diperlukan usaha yang nyata, rencana yang jelas dan disiplin tinggi agar bisa benar-benar trading for living. Tidak ada jalan pintasnya. Hanya jika komitmen Anda pada trading memang kuat, Anda akan bisa trading for living. Banyak orang telah berhasil melakukannya, termasuk Nial Fuller, penulis artikel ini. Niall akan berbagi pengalamannya tentang "how to become a full time forex trader".

Menjadi Trader Forex Yang Full

Trading forex adalah bisnis, dan bisnis trading forex tidak seperti bisnis pada umumnya. Siklus ekonomi sangat mempengaruhi iklim bisnis. Ekspansi, kontraksi dan resesi. Bisnis Anda akan naik atau turun tergantung dari kondisi perekonomian baik global maupun lokal. Trading forex sama sekali tidak tergantung dari iklim bisnis, Anda bisa untung besar ketika perekonomian sedang booming, lesu maupun resesi. Anda tentu sudah paham akan hal ini, tetapi apakah Anda memang benar-benar tertarik dengan bisnis ini?

Sebelum bermimpi menjadi seorang trader full time yang sukses, terlebih dahulu Anda harus tertarik pada bisnis trading forex yang akan Anda jalani. Jika Anda ingin sekali menjadi trader sukses tetapi Anda kurang tertarik pada pasar forex, maka buatlah diri Anda untuk tertarik. Cobalah temukan apa yang menarik dari pasar forex. Jangan pernah masuk ke bisnis ini jika Anda memang sama sekali tidak tertarik.

Selain itu trading forex tidak bisa dianggap sebagai hobby, tetapi benar-benar pekerjaan rutin. Bisa saja Anda trading paruh waktu atau part time, tetapi dari pengamatan saya hasilnya tidak akan pernah maksimal. Pertumbuhan account trading part timer tidak secepat trader full time. Sekali lagi, trading forex berbeda dengan bisnis laninnya, Anda tidak bisa mendelegasikan begitu saja account trading Anda, atau bahkan klien Anda, ke pihak ketiga. Banyak trader profesional memilih trading dengan full time.

Dari yang saya amati, ada beberapa ciri seorang trader full time yang sukses, yaitu:

1. Selalu Bersikap Realistis

Ciri ini yang paling mudah diamati. Seorang trader full time selalu bersikap realistis, artinya mereka tidak berharap terlalu berlebihan, ingin selalu profit pada setiap trade atau ingin profit yang sangat besar dalam sekali trade. Jika Anda tidak realistis pada pasar yang sangat tidak pasti, maka Anda akan cenderung mengambil resiko yang melebihi kapasitas account Anda, atau Anda akan over trading. Agar bisa bertahan dalam jangka panjang, Anda harus menyesuaikan position size dengan besarnya account trading. Sesuaikan harapan Anda dengan kenyataan di pasar. Pasar tidak pasti, Anda mesti bisa membatasi resiko.

Ciri lain dari full time trader adalah mereka bisa bertahan lama. Bukan berarti mereka selalu menambah dana jika terkena margin call, tetapi memang karena mereka bisa mengatur pola irama trading sesuai dengan balance. Mereka bisa mengembangkan account yang sedang menyusut dan menarik dana sesuai rencana. Dari yang saya amati, mereka hanya menambah dana bila benar-benar diperlukan. Hal tersebut bisa mereka lakukan karena mereka bekerja dengan rencana yang jelas dan dilakukan secara rutin. Trading forex adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan mereka.
                                                             Menjadi Trader Forex Yang Full

2. Rutinitas Harian Seorang Trader Full Time

Seorang trader forex full time mempunyai rutinitas trading, sekalipun mungkin tidak tampak dalam kesehariannya. Rutinitas tersebut telah berlangsung dari waktu ke waktu hingga menjadi kebiasaan. Ia bisa melakukan hal itu karena telah mempunyai rencana yang baku dan jelas yang selalu harus diikuti.

  • Mempunyai rencana trading dan jurnal trading.

Agar bisa mengembangkan kebiasaan dalam trading dan menjaga keterlibatan emosi sangat diperlukan adanya sebuah rencana trading dan jurnal trading. Kedua alat penting dalam trading ini harus benar-benar diikuti agar trader bisa bertahan. Dari pengamatan dan pengalaman saya, rencana dan jurnal trading adalah salah satu penentu keberhasilan kita sebagai trader full time.

  • Analisa chart harian (daily) dan mingguan (weekly).

Untuk keperluan analisa rutin harian, chart daily dan weekly sangat diperlukan sekalipun mungkin Anda trading dalam basis time frame 1 jam atau 15 menit. Dengan melihat chart daily dan weekly setiap hari, Anda akan mengetahui arah trend dan sentimen pasar jangka panjang. Berilah catatan atau komentar pada setiap awal minggu sebagai patokan langkah trading yang hendak Anda lakukan. Tentukan level-level support dan resistance yang penting, serta waktu rilis data fundamental berdampak yang bisa mempengaruhi pasangan mata uang trading Anda.

Rencana selalu dibuat didepan, dan setelah itu antisipasi, bukan reaksi. Trader full time biasanya tahu pasti apa yang akan dilakukan sebelum entry, bukan bereaksi setelah masuk pasar. Hasil dari rutinitas trading yang konsisten adalah kebiasaan. Dengan rencana dan jurnal yang teratur Anda akan memiliki kebiasaan positif yang mendukung keberhasilan trading Anda.

3. Yakin pada Metode dan Strategi Trading yang Telah Dipilih

Agar bisa konsisten dengan rencana tradingnya, trader harus yakin pada metode dan strategi trading yang digunakan dan tidak berubah-ubah seiap kali akan entry. Saya lihat metode trading mereka yang full time selalu sederhna tetapi efektif. Mereka menghindari untuk menggunakan banyak indikator teknikal yang bisa menimbulkan konflik. Selain itu strategi yang mereka terapkan selalu mengacu pada prediksi berdasarkan probabilitas yang paling tinggi. Tak ada yang benar-benar pasti dalam pasar forex, hanya probabilitas saja yang bisa dipakai sebagai ukuran sebuah prediksi.


4. Menerapkan Money Management dengan Benar

Trader full time yang berhasil sangat menguasai metode dan strategi trading yang digunakan. Mereka tidak pernah ragu dalam menggunakannya. Jika ternyata kondisi pasar meragukan, hanya ada dua pilihan: take it or leave it. Tetapi diluar metode dan strategi trading, yang paling penting untuk selalu diterapkan adalah money management. Kunci utama keberhasilan dalam trading (juga dalam bisnis pada umumnya) adalah me-manage modal. Trader yang berhasil selalu membatasi resiko dengan menerapkan rasio risk/reward yang proporsional sesuai dengan kondisi pasar.

Saya pernah melakukan survey pada sejumlah trader forex full time yang "trading for living". Semuanya mempunyai metode dan strategi yang relatif sederhana meski tidak seragam. Cara trading mereka obyektif, logis dan sama sekali tidak emosional. Meski kinerjanya tidak selalu seperti yang diharapkan, tetapi selalu mengalami perbaikan dari waktu ke waktu.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Firstperson
kira - kira butuh modal berapa yaa untuk trading for a living, apakah 10 juta sudah dibilang cukup? saya ada rencana mau trading segitu dulu tapi mau nya di zulutrade mnurut master - master gmn, soalnya klo trading manual ane blom bisa.. :(
Donald Duck
mslhnya kebanyakan trader forex yan terjun ke dunia forex teriming imingin sama harapan yang tidak realistik. di saham setahun untung 50% sudah luar biasa, tapi klo di forex yang dibenak mereka adalah 1000% setahun yaa otomatis banyak yang pindah juga ke forex karena profitnya yang luar biasa. tapi inget dibalik impian yang ga realistis kayaq gtu 1000% setahun akan ada juga loss 1000% dibalik ituu.. wkkwkwkwXD
Martin S
@ firstperson : Setahu kami tidak semua broker menentukan jumlah deposit minimal, bahkan ada broker ada yang memberi dana cuma-cuma untuk digunakan trading beneran.

Nah, untuk ‘trading for living’, anggap saja Anda benar-benar ingin hanya living dari hasil trading saja. Untuk itu Anda mesti berhitung berapa kali Anda ingin trade per-bulan, terus setiap trade berani resiko berapa (misal 2% dari balance), terus risk/reward ratio yang Anda rencanakan berapa (misal 1:2 atau 1:3 dsb).

Anggap saja hasilnya fifty-fifty (50% win 50% loss). Nah, dari sini bisa diperkirakan berapa kira-kira dana yang Anda butuhkan agar diperoleh hasil minimal sesuai keinginan Anda....

Untuk Zulutrade: menyerahkan sepenuhnya dengan mengikuti trade orang lain atau suatu signal provider tidak menjamin Anda selalu profit, atau hasil jangka panjangnya akan profit. Mesti dicheck and recheck dulu metode trading orang tsb. Tapi setahu saya strategi yang benar-benar profitable tidak pernah ditawarkan untuk dicopy....
Sambodo
Salam bapak penulis..mohon bantuan kebingungan ini : - "Trading forex sama sekali tidak tergantung dari iklim bisnis, Anda bisa untung besar ketika perekonomian sedang booming, lesu maupun resesi."
  Kog bisa begitu ya pak? Kalo sedang lesu perekonomian kan tidak banyak uang beredar, jadi gimana bisa untung besar di forex dalam masa itu?

- "Anda tidak bisa mendelegasikan begitu saja account trading Anda, atau bahkan klien Anda, ke pihak ketiga "
  Kalau kita mau bikin lembaga investasi, apakah kita sendiri yang meakukan trading dari modal investor? Apakah kita tidak boleh serahkan sistem kita buat dijalanin sama orang kepercayaan/karyawan kita?

- "Rencana selalu dibuat didepan, dan setelah itu antisipasi, bukan reaksi"
   Jika antisipasi harus kita lakukan pada saat ada pergerakan harga yang berlawanan dengan arah open posisi kita, apakah itu sudah termasuk antisipatif atau reaktif? Dalam hal ini , sudah sebelumnya kita masukkan dalam rule trading kita.

Terimakasih bapak..
Martin S
@ sambodo:
- Dalam hal ini seperti halnya Anda membeli dan menjual mata uang di money changer. Misalnya Australia perekonomiannya sedang lesu dan AUD/USD cenderung bearish, maka Anda bisa sell AUD (karena harganya akan turun) dan buy USD.

Trading forex hanya mengambil keuntungan dari selisih nilai tukar antara 2 mata uang, tidak berhubungan langsung dengan jumlah uang beredar. Kalau jumlah uang beredar berkurang (tidak banyak uang beredar) itu jika bank sentral menaikkan suku bunga acuan, dan itu terjadi ketika perekonomian memanas atau inflasi sedang tinggi.

Dalam hal ini mata uang negara tsb akan menguat akibat suku bunga naik dan Anda bisa buy mata uang tsb. Kalaupun Anda beli dalam nilai yang sangat banyak maka akan mempengaruhi nilai tukar mata uang negara tersebut tetapi tidak berpengaruh pada jumlah uang beredar.

- Dalam bisnis lain mungkin Anda bisa mendelegasikan suatu pekerjaan yang sudah jelas pada staff Anda, tetapi dalam trading forex Anda seharusnya melakukan analisa sendiri dan trading sendiri. Dalam hal ini konteksnya Anda sebagai trader yang full time dan ingin "trading for a living", bukan sebagai pemilik lembaga investasi, atau belum sampai ke taraf itu.

- Maksudnya antisipasi sesuai rencana. Kalau sudah membuka posisi sesuai rencana dan ternyata harga bergerak berlawanan, maka seharusnya kita tidak melakukan intervensi, tetap sesuai rencana (sudah ditentukan stop loss dan target profit).