Cara Kerja Trader Forex Profesional

Ada banyak faktor yang membentuk seorang trader forex profesional. Apa saja yang membedakan cara kerja trader pemula dan profesional?

acy

iklan

Advertisement

iklan

Untuk bisa menjadi trader forex yang profesional, tidak cukup hanya dengan pengetahuan dan pengalaman trading saja, tapi diperlukan kesabaran, konsistensi dan mental trading yang telah teruji. Seorang trader forex profesional mengelola dana yang cukup besar, sehingga harus selalu berhati-hati dalam melangkah serta tepat dalam mengambil setiap keputusan.

Bagaimana sebenarnya cara kerja yang membedakan seorang trader profesional dan trader pemula atau amatir?

 

1. Trader Forex Profesional Tak Butuh Waktu Lama Untuk Prediksi Harga

Trader forex profesional tidak membutuhkan banyak waktu dalam memprediksi arah pergerakan harga. Mereka melihat pada chart Daily dan Weekly, serta melakukan analisa tren pergerakan harga dengan interpretasi berita fundamental dan indikator teknikal. Misalnya, membaca berita perkembangan krisis Zona Euro, kemudian melihat indikator Exponential Moving Average (EMA) 200-day, EMA 20-day, dan RSI pada chart EUR/USD Daily, untuk menentukan tren jangka panjang serta mengetahui keadaan jenuh beli (overbought) atau jenuh jual (oversold).

Jika ada sinyal trading dan telah sesuai dengan strateginya, mereka segera membuka posisi dengan yakin dan tanpa ragu. Mereka tahu bahwa pada chart Hourly banyak terdapat "noise", sehingga selalu fokus pada trend jangka panjang dengan melihat pada time frame Weekly atau Daily.

Cara Kerja Trader Forex Profesional

 

2. Trader Forex Profesional Tidak Melibatkan Emosi

Trader forex profesional tidak pernah melibatkan emosinya ketika masuk pasar. Mereka telah bisa mengendalikan diri. Sangat disiplin dalam mengikuti rencana trading, dengan tidak pernah melakukan intervensi pada posisi yang telah dibuka. Level Stop Loss dan Target Profit benar-benar diterapkan sesuai dengan strategi dan Money Management. Sebagian besar tradingnya dilakukan dengan cara manual, dan jarang menggunakan robot atau software trading otomatis.

 

3. Trader Forex Profesional Melakukan Diversifikasi

Ada mitos bahwa trader profesional selalu profit. Pada kenyataannya tidak demikian. Mereka juga pernah mengalami kerugian. Perbedaannya, mereka tidak hanya trading di pasar forex, melainkan melakukan diversifikasi pada berbagai jenis pasar.

Dengan strategi tradingnya, kerugian trader forex profesional di salah satu pasar bisa ditutup dengan keuntungan dari jenis pasar yang lain. Selain itu, rata-rata persentasi profit seorang trader profesional cukup tinggi sehingga angka harapan profit (expectancy) juga tinggi.

 

4. Trader Forex Profesional Tidak Sering Buka Posisi Trading

Trader profesional sering menahan posisinya untuk jangka waktu yang agak lama dengan menggunakan teknik memaksimalkan profit semisal averaging atau pyramiding. Selain itu, mereka tidak membuka posisi trading jika tidak muncul sinyal yang valid untuk entry.

Karena trader forex profesional bekerja pada time frame tinggi (Daily atau Weekly), maka frekuensi trading-nya relatif kecil. Mereka lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas trading. Selain itu, trader profesional selalu mengambil waktu untuk bersantai dan menjauh dari pasar, terlepas dari saat itu sedang profit atau loss, sehingga tidak sepanjang waktu memonitor pasar.

 

5. Trading Dalam Beberapa Pasangan Mata Uang 

Trader forex profesional biasanya melakukan diversifikasi pada beberapa pasangan mata uang. Mereka selalu mencermati faktor fundamental dan teknikal, serta pengaruhnya pada beberapa pasangan mata uang, hingga bisa menentukan posisi trading dengan tepat.

Mereka tahu arah pergerakan pasangan mata uang dalam jangka panjang maupun jangka pendek, sehingga bisa menentukan akan trading secara Daily, Weekly ataupun Monthly. Hal yang perlu diketahui adalah bahwa mereka tahu pasti apa yang mereka inginkan dan tidak terpengaruh sama sekali oleh rumor yang ada di pasar.

 

Trading di pasar forex memang sangat menguntungkan, asal dilakukan dengan cara yang benar. Kita bisa trading dengan benar bila sikap mental dan cara berpikir kita seperti mereka para trader profesional.

Trader pemula dan amatir bisa saja menghasilkan profit dalam jangka pendek, tetapi cenderung mengalami kerugian pada jangka panjang. Pengetahuan analisa pasar, Money Management dan pengalaman trading saja belum cukup untuk menghasilkan profit yang konsisten dalam jangka panjang. Kita mesti belajar untuk bisa berpikir dan bersikap seperti para profesional.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Rica Rica
saluttt sama trader profesional yg meskipun tradingnya manual tapi bisa tetep disiplin...yg belum profesional kaya ane masih perlu pake ea atau bahkan tutup chart paksa biar nggak terlalu terpengaruh emosi tradingnya... padahal kan fungsinya ea bukan buat begituan ya... tapi malah ane jadiin kayak gitu... hehehe
Fahmi Suryana
Apakah trader yang sudah profesional selalu diversifikasi? Apa trading dengan beberapa pair yang beda juga termasuk diversifikasi? Ataukah diversifikasi yang dilakukan para profesional itu harus selalu diversifikasi pasar? Bukankah untuk bisa trading di pasar yang lain kita harus memahami karakternya dulu? Proses belajarnya ini apa harus dari awal ketika kita sudah mulai sukses di forex atau ini sesuatu yang bisa kita pahami sendiri seiring dengan meningkatnya tingkat pemahaman kita di forex?
Martin S
@ Fahmi Suryana:
- Biasanya trader profesional selalu melakukan diversifikasi karena mereka tidak hanya trading di satu jenis pasar.

- Ya, trading dengan beberapa pair yang beda termasuk diversifikasi. Pada dasarnya diversifikasi adalah pengaturan portofolio sedemikian rupa sehingga kemungkinan profitnya maksimum.

- Kalau Anda sudah paham satu jenis pasar maka untuk memahami jenis pasar yang lain relatif agak mudah karena antar pasar selalu berhubungan, atau disebut hubungan intermarket.
Jaya Ajalah
fahmi: diversifikasi pair juga ada tuh di nomer 5. barangkali mereka yg udah pro bisa semuwanya. diversifikasi pasar bisa, diversifikasi pair juga bisa, diversifikasi pair bisa lebih gampang mungkin belajarannya daripada diversifikasi pasar, kan masih berhubungan satu sama lain kalo pair2 forex. tapi kalo udah analisa intermarket, udah susah itu. apalagi buat yg g punya basic ekonomi..
Rr Primadi
Averaging pyramiding seperti ny agak bahaya buat trader pemula. memang butuh profesional supaya cara terapin ny enggak salah arah. yang pengen gw tanyakan disini, averaging pyramiding ini apa jga bukan persoalan kuantitas? karna itu fungsi utama ny kan buat nambah posisi waktu lagi ada profit. jadi kl sudah averaging pyrmiding apa masih bisa dikatakan mempertahankan kualitas?
Martin S
@ RR Primadi:
Kualitas dalam trading bisa dikatakan diukur dari besarnya profit. Makin besar profit makin berkualitas tradngnya terlepas dari bagaimana strategi yang digunakan. Averaging dan pyramiding digunakan untuk memaksimalkan profit atau membuat agar tradingnya lebih berkualitas, tentu saja dilakukan pada saat yang tepat, yaitu ketika trend sedang kuat..
Aji Mustafa
@primadi, bisa saja tetap berkualitas, jika langkah averaging atau pyramiding diambil ketika sudah mendapat sinyal trading yang valid untuk melakukannya. ini jelas berbeda dengan sekedar averaging atau pyramiding yang dilakukan karena hanya berdasarkan analisa sesaat dan lebih terpengaruh emosi. jika trader profesional harusnya mereka sudah memiliki konfirmasi-konfirmasi tersendiri sebelum memutuskan untuk melakukan averaging atau pyramiding. jadi di satu sisi mereka memang menambah kuantitas tapi juga tidak meninggalkan kualitas. karena mereka sangat mempertimbangkan kualitas sinyal, jadi mereka juga kemungkinan tidak akan melakukan 2 hal itu untuk memaksimalkan profit jika sinyalnya tidak memadai, walaupun sebelumnya sudah ada sinyal-sinyal yang cukup menjanjikan.
Riana
Ini cerita tentang trader forex pro yang dimana ya? Apa mereka yang pake dana pribadi dan duit investor atau trader yang kerja di hedge fund bank di luar sono? Kalo ini dipake oleh trader yang kerja di hedge fund bank, kog kayaknya enak bener ya?

Apa gak rugi tuh perusahaan, misal sinyal si trader cuma seminggu sekali, brarti trader tersebut cuma ngantor seminggu sekali juga?

Tapi penasarannya, kenapa mereka gak pake robot buat trading ya? Kan sistem mereka sudah pasti konsisten profitable, gak perlu mantengin chart, mikir lagi, narik-narik tren line kayak kurang kerjaan, profit tinggal transfer. Kenapa ya?
Martin S
@ riana:
- Ini cerita tentang trader profesional yang independen dan telah menikmati financial freedom, jadi tidak lagi terikat pada pekerjaan bank atau institusi keuangan.

Mereka yang kerja di perusahaan hedge fund atau bank-bank besar itu biasanya ngikutin kemauan boss jadi nggak bisa trade seenaknya sendiri. Yang diceritain disini adalah trader pro yang selain trading dengan dananya sendiri juga mengelola dana klien.

- Trading dengan robot belum tentu selalu profit, dan biasanya selalu diperlukan setting parameter untuk penyesuaian. Trader pro biasanya jarang sekali yang menggunakan robot karena pada kenyataannya trading dengan robot tidak selalu profitable. Robot dibuat dengan program sedangkan kondisi pasar sangat dinamis dan tidak programmable.

Sebagai referensi bisa baca:
Apakah Robot Diperlukan Dalam Trading Forex?
Sistem Trading Mechanical Dan Discretionary
Jon
terimakasih
Muhamad Umar
Perjalanan menuju profesional trader saya rasa bergantung pada psikologis, bukan secara teknis bagaimana cara analisa yang diterapkan. Karena psikologi menurut saya lebih penting dalam menjaga trading dengan profit yang konsisten.