Advertisement

iklan

Metode Averaging Up Dan Averaging Down Dalam Trading Forex

Penulis

+ -

Dalam strategi forex Averaging Up maupun Averaging Down, trader membuka posisi berulang kali ke satu arah saja hingga terbentuk profit. Risiko cukup besar, tapi ada tips agar lancar.

iklan

iklan

Secara teknis, strategi forex averaging adalah praktek entry searah dengan berkali-kali open posisi. Maksudnya, apabila posisi pertama adalah posisi buy atau long, maka posisi selanjutnya juga sama hanya buy. Meskipun terjadi floating minus, tetapi trader akan melakukan buy terus secara konsisten hingga harga bergerak ke arah yang diharapkan dan menghasilkan profit.

Bisa dibayangkan kalau strategi forex ini membutuhkan modal yang besar untuk menahan floating minus tadi. Namun, saya kira dengan modal sekitar $100, kita bisa menggunakan teknik Averaging Up maupun Averaging Down dengan mengambil lot terkecil. Berikut ulasan selengkapnya.

Averaging Up dan Averaging Down

 

Bagaimana Cara Melakukan Averaging?

Sebagai contoh, Averaging Down misalnya: Open posisi (OP) dengan buy EUR/USD 0.01 lot pada harga 1.2545 dan memasang target Take Profit (TP) 20 poin di 1.2565. Namun ternyata harga turun, sehingga kemudian melakukan buy lagi 0.01 lot di harga 1.2525 dan memasang TP di harga 1.2555. Harga ternyata turun, maka kembali melakukan buy EUR/USD 0.01 lot lagi di 1.2505, dengan TP 1.2535.

Akhirnya harga naik dan menyentuh target TP pertama, yaitu di 1.2535. Dua posisi di atasnya saya close manual karena kalau dijumlah, hasil akhirnya profit. Penjumlahannya:

Posisi 1. OP di 1.2545, close di harga 1.2535= USD -0.1

Posisi 2. OP di 1.2525, close di harga 1.2535= USD 0.1

Posisi 3. OP di 1.2505, close (TP) di harga 1.2535= USD 0.3 atau sama dengan 30 PIPS!!

Total profit= -0.1+0.1+0.3=$0.3.

Keterangan: 0.01 lot =$0.01, spread tidak dihitung karena saya menggunakan akun tanpa spread

 

Apakah Strategi Averaging Ini Profitable?

Apakah strategi Averaging dalam trading forex ini bagus dan selalu profitable? Jawabannya adalah belum tentu profitable, karena tidak ada yang pasti dalam trading forex. Meski demikian, strategi Averaging sangat manjur apabila dilakukan dengan disiplin tinggi.

Dalam menggunakan teknik Averaging Up maupun Averaging Down, para trader bisa menggunakan indikator forex, tetapi ada juga yang trading tanpa indikator .  Biasanya trader individu menggunakan teknik Averaging apabila sudah benar-benar yakin kemana arah harga akan bergerak, tetapi perkiraan entry awalnya meleset. Akhirnya mereka  menambah posisi dan menambah lagi.

Rumornya, strategi forex Averaging juga sering dilakukan oleh bank-bank besar. Bank-bank menggunakan teknik ini dan melakukan buy only untuk mendapatkan bunga dari swap . Jadi, setiap hari bank menerima bunga untuk posisi yang menginap (swap) tersebut, meskipun menahan minus akibat perubahan kurs yang banyak.

 

Lebih Baik Averaging Up atau Averaging Down?

Terkait dengan strategi forex averaging ini, ada dua hal yang dapat Anda lakukan:

  1. Averaging Down: melakukan buy dalam rentang interval harga tertentu apabila suatu pair terus bergerak menurun, dengan harapan dapat melipatgandakan keuntungan jika harga nantinya berbalik naik.
  2. Averaging Up: menunggu sampai suatu pair turun hingga mencapai dasarnya, kemudian baru Anda melakukan buy. Setelah itu, trader melakukan buy secara bertahap hingga harga hampir menyentuh target profit terakhir.

Averaging Down merupakan strategi yang cukup agresif, karena kemungkinan Anda akan mengucurkan uang Anda terus-menerus. Padahal, Anda tidak akan tahu sampai di mana harga mata uang akan terus turun. Investor juga harus memiliki disiplin dalam melakukan pembelian. Strategi ini mudah diikuti apabila dilakukan satu atau dua kali, tapi bila harga terus turun, maka emosi investor akan mudah terpengaruh. Pasti terlintas pertanyaan, "Apakah akan meneruskan Averaging Down atau tidak?". Tapi secara umum, dalam kondisi pasar mata uang yang bullish atau sideways, strategi ini cukup efektif. Karena di kondisi pasar tersebut, harga hanya turun secara terbatas.

Apabila ingin melakukan Averaging Down, maka kuncinya adalah membatasi diri. Biasanya, Averaging Down paling baik hanya 3 kali saja. Setelah itu, berhenti dan jangan melakukan Averaging Down lagi. Bila ternyata harganya terus turun, diamkan saja. Setelah sampai bottom, baru saya Averaging Up. Kenapa membatasi diri? Karena kadangkala kita bernafsu untuk terus melakukan Averaging Down ( dendam pada pasa r), sampai dana kita habis. Kalau dana Anda tidak terbatas seperti bank-bank besar itu, maka tak ada salahnya terus-menerus melakukan Averaging Down. Namun kalau modal tipis, maka lebih bermanfaat jika membatasi Averaging Down.

Sebaliknya, menurut saya Averaging Up lebih baik dibandingkan dengan Averaging Down, karena kita baru membeli mata uang di saat harga terendah. Hanya saja, masalahnya terletak pada bagaimana kita bisa menentukan harga terendah (bottom)tersebut. Seringkali kita kelewatan, dan harga sudah terlanjur rebound. Belum lagi kalau kita salah prediksi, saat harga akan rebound, ternyata cuma bull trap (tipuan), kemudian malah merosot makin ke bawah lagi.

Secara psikologis, akan lebih mudah bagi investor untuk melakukan Averaging Up daripada Averaging Down, karena strategi Averaging Up bisa digunakan saat menghadapi pasar yang bearish. Jadi saat pasar mata uang turun dan Anda masih punya cash, Anda tidak perlu menjual mata uang yang dimiliki, melainkan cukup menunggu saat tepat untuk masuk kembali dan melakukan pembelian di harga terendah.

102118
Penulis

Mulai terjun di dunia trading akhir tahun 2009. Pertama kali belajar konsep Money Management dari seorang trader Jepang, kemudian berlanjut otodidak. Strategi trading berpatokan pada level Support dan Resistance (Supply and Demand), dengan dasar High Low yang pernah terjadi, ditunjang range market yang sedang berlangsung dan pembatasan risiko.

Rommy Syahrian

Hebat sekali, salah satu cara tercepat untuk MC jika posisi yang kita tambahkan salah.

Santoso
Mungkin kah teknik averaging di manipulasi dalam robot trading yang saat ini semakin banyak?
Rachmat
Untuk Santoso :Kejahatan bisa saja terjadi, apalagi dalam dunia maya atau di era digital sekarang ini.Kaitannya dengan menggunakan robot trading adalah memilih provider/penjual yang terpercaya. Tidak tergiur dengan statement yang menjanjikan. klik Mencari dan memilih Robot Trading. Broker yang dipilih pun adalah broker yang terpercaya. Bukan broker scam dan bertipe bandar. Klik Memilik Broker.Terima kasih

Kesulitan Akses Seputarforex?
Buka melalui
https://bit.ly/seputarforex

Atau akses dengan cara:
PC   |   Smartphone

AWAS
Grup Telegram Palsu Mengatasnamakan Seputarforex!

Baca Selengkapnya Di Sini