Advertisement

iklan

Apa Itu Arbitrage (Arbitrase) Dalam Forex?

Ada cara lain untuk profit dalam trading tanpa harus menebak-nebak arah pergerakan harga, yaitu dengan arbitrase forex.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Dalam trading forex, cara untuk mendapatkan profit biasanya adalah dengan mengantisipasi arah pergerakan harga di masa depan. Namun, sebenarnya ada cara lain untuk profit tanpa harus menebak-nebak arah pergerakan harga, biasa dikenal dengan market-neutral strategy. Salah satunya, Forex Arbitrage (arbitrase forex). Apa itu arbitrase dalam forex?

Arbitrase Forex

 

Pengertian Arbitrase

Makna arbitrase dalam forex dan di dunia trading finansial berbeda dengan penggunaan istilah arbitrase dalam hukum (jurisprudence). Arbitrase adalah suatu cara trading di mana trader berusaha mendapatkan profit dari perbedaan harga antar instrumen di dua pasar berbeda. Dalam bahasa Inggris, trader pengguna strategi arbitrase biasa disebut sebagai "arbitrageurs".

Para arbitrageurs biasanya melakukan buy di satu pasar sembari di saat bersamaan melakukan sell dalam jumlah ukuran trading yang sama di pasar yang lain, dengan tujuan memetik keuntungan dari selisih diantara harga di kedua pasar. Hal ini dimungkinkan untuk dilakukan karena produk-produk (aset/instrumen) yang sama bisa diperdagangkan dengan harga berbeda di lokasi berbeda.

Contohnya, beberapa perusahaan terdaftar di lebih dari satu pasar saham, bahkan perusahaan multinasional bisa terdaftar di pasar saham pada beberapa negara berbeda. Secara teoritis, harga sahamnya harus berada dalam kisaran yang sama karena berasal dari satu perusahaan yang sama. Namun, faktanya aliran informasi tidak mengalir dengan kecepatan yang sama ke seluruh bagian dunia dan pasar pun tidak selalu berfungsi efisien sepenuhnya. Karenanya, harga saham untuk satu perusahaan tak selalu sama di pasar saham berbeda.

Orang yang mengetahui adanya perbedaan harga bisa buy saham itu di bursa berharga lebih rendah, sementara melakukan sell di bursa yang posisi harga-nya lebih tinggi. Dengan demikian, profit pun akan terkunci.

 

Arbitrase Dalam Forex

Kalau begitu, bagaimana cara melakukan arbitrase dalam forex?

Trader yang ingin melakukan arbitrase dalam forex pada dasarnya melakukan hal serupa; mereka melakukan buy pada suatu mata uang di broker yang memberikan harga lebih rendah, sementara di saat yang sama melakukan sell di broker yang memberikan harga lebih tinggi. Setelah dikurangi biaya transaksi, maka profit adalah sisa selisih diantara kedua harga. Caranya bisa bermacam-macam, tetapi intinya adalah berusaha memanfaatkan anomali harga.

Praktek arbitrase forex termasuk strategi yang sering dijalankan oleh perusahaan-perusahaan hedge fund dan pelaku trading forex di level institusional. Namun, jarang yang melakukannya di tingkat trader ritel. Selain karena harga diantara broker forex ritel kurang lebih sama, juga karena tak sedikit broker forex ritel melarang penggunaan arbitrase.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan ketika strategi ini diperbolehkan atau mungkin untuk dijalankan. Cara pertama adalah dengan melakukan arbitrase forex antara dua broker yang memberikan kuotasi harga berbeda untuk suatu pasangan mata uang (Broker Arbitrage). Sedangkan cara kedua bisa menggunakan Triangular Arbitrage yang mirip dengan hedging.

 

Broker Arbitrage

Dalam bentuknya yang paling sederhana, arbitrase forex dilakukan dengan buy dan sell satu pair yang sama di dua broker yang memberikan kuotasi harga berbeda. Berikut sebuah sampel yang diberikan oleh profitf.com:

Broker Arbitrage

Perhatikan bahwa selisih harga hanya terjadi dalam selang beberapa detik saja, dan itu pun belum memperhitungkan spread atau biaya trading lainnya. Untuk melakukan strategi Broker Arbitrage, seorang trader harus bisa bertindak secepat kilat.

 

Triangular Arbitrage

Sebelum menelaah Triangular Arbitrage, pertama-tama kita perlu memahami beberapa konsep dasar forex terlebih dahulu.

Dalam trading forex, saat kita melakukan buy pada suatu pair mata uang, umpama EUR/USD, maka pada dasarnya kita membeli mata uang pertama (EUR) sekaligus menjual mata uang kedua (USD).

Sementara itu, nilai sintetis atau teoritis dari pair cross ditunjukkan dari nilai tukar kedua mata uang di dalamnya, versus Dolar AS. Contohnya, jika EUR/USD berada pada harga 1.1505 dan GBP/USD pada 1.4548. Nilai yang tersirat bagi EUR/GBP akan muncul dengan membagi 1.1505 dengan 1.4548, atau (1.1505/1.4548 = 0.7908).

Ini karena pair-pair mata uang bisa dianggap layaknya bilangan pecahan dengan penyebut dan pembilang. Jadi, EUR/USD x USD/GBP = EUR/GBP x USD/USD = EUR/GBP.

Nah, jika nilai harga EUR/GBP berbeda dari nilai yang tersirat di pair-pair mayor EUR/USD dan GBP/USD, maka itu memunculkan peluang arbitrase forex.

Di sini, Triangular Arbitrage terdiri dari tiga posisi trading.

Andaikan EUR/GBP berada pada harga 0.7911, atau lebih tinggi dari nilai yang tersirat tadi, maka kita perlu melakukan sell pada pair ini. Di saat yang sama, kita juga perlu membuka dua posisi trading di pair EUR/USD dan GBP/USD, untuk menciptakan posisi berlawanan bagi EUR/GBP.

Ini bisa menyeimbangkan risiko sekaligus mengunci profit. Akan tetapi, karena selisih harganya sangat kecil, maka kita harus bertrading dalam ukuran (lot) besar agar profitnya lumayan. Apalagi, charge swap untuk posisi overnight bisa seketika menghapus profit yang didapat.

Untuk lebih jelasnya, sebuah ilustrasi di Wikipedia menggambarkan bagaimana seorang trader di Citibank (salah satu top forex dealer) melakukan Triangular Arbitrage setelah melihat adanya selisih harga antara kuotasi harga untuk ketiga pair mata uang itu di Deutsche Bank, Credit Agricole, dan Barclays.

Triangular Arbitrage

 

Risiko Arbitrase Forex

Ada yang mengatakan bahwa dengan arbitrase forex, profit bisa dikunci tanpa risiko (risk-free trading). Ini tak sepenuhnya benar. Jika pelakunya adalah trader besar (institusional) atau perusahaan hedge fund, barangkali memang demikian, karena mereka punya kemampuan untuk menciptakan High-Frequency Trading (HFT) dan robot-robot yang bisa secara otomatis melakukan trading secara simultan di berbagai pasar. Namun, eksekusi arbitrase forex memunculkan satu masalah penting bagi trader forex biasa, yaitu bagaimana melakukan eksekusi seketika. Selain itu, slippage yang hanya beberapa pips saja bisa langsung menyapu bersih peluang profit.

Tentu saja, bukan berarti arbitrase forex tak mungkin dilakukan oleh trader biasa. Sekarang banyak robot trading forex (expert advisor/EA) mengklaim menggunakan teknik arbitrase untuk mendapatkan profit dengan drawdown rendah. Kalau Anda berminat untuk menggunakan software trading arbitrase semacam itu, maka perlu mencermati beberapa risiko lainnya. Diantaranya, risiko scam (robot trading juga ada scam), apakah jenis arbitrase yang dijalankan itu Triangular Arbitrage atau Broker Arbitrage, dan juga apakah broker yang Anda gunakan mengizinkan teknik arbitrase yang digunakan robot itu atau tidak.

Perhatikan bahwa broker bandar bisa saja menggagalkan eksekusi order secara sepihak, jadi akan berisiko tinggi menjalankan Triangular Arbitrage di broker seperti ini. Bisa-bisa satu posisi tereksekusi ketika dua lainnya gagal. Sementara itu, broker pada umumnya (baik bandar maupun bukan) boleh jadi tak semuanya menyebut-nyebut tentang arbitrase forex di Terms&Conditions yang tersedia, sehingga Anda mungkin harus meminta pernyataan eksplisit dari CS broker tentang apakah arbitrase diperbolehkan atau tidak.

 

Jika memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar teknik arbitrase, selain dari kolom komentar, Anda juga bisa langsung bertanya pada ahli kami pada forum tanya jawab cara trading berikut.

Alumnus Fakultas Ekonomi yang telah mengenal dunia trading sejak tahun 2011. Seorang News-junkie yang menyukai analisa fundamental, biasa trading forex dan saham menggunakan Moving Averages dan Fibonacci. Kini menulis topik seputar Currency, Stocks, Commodity, dan Personal Finance dalam bentuk berita maupun artikel sembari trading di sela jam kerja.


Raja
Darimana pihak broker tau kalau teknik trading yg kita pakai adalah teknik arbitrage?
Seputarforex
Jika trader menggunakan robot, maka broker boleh jadi dapat memeriksa sistem trading yang dijalankan. Di luar itu, sebenarnya broker forex hanya bisa menduga-duga apakah seorang trader melakukan arbitrase atau tidak, berdasarkan pola-pola tertentu yang dilakukan saat bertrading.

Terkait ini, perlu diketahui bahwa alasan utama broker melarang arbitrase dalam forex adalah karena pihak penyedia likuiditas (bank atau broker yang lebih tinggi lagi) akan menganggapnya sebagai upaya untuk memanfaatkan ketidaksempurnaan pasar (bahwa harga di satu broker bisa lebih tinggi/rendah dibanding broker lainnya). Kalaupun broker tidak ambil pusing, penyedia likuiditas mereka boleh jadi akan mempermasalahkan.
Salwa Lutna
Pa mau tanya , teknik arbitrage itu dilakukan dalam 2 broker berbeda yah , saya baca revieuw broker menggagalkan WD Profit paling banyak karenamereka mengguakan teknik arbitrage , sekalian mau tanya pa ,Broker Avatrade bagus tidak, saya baca reviuw nya banyak massalah , emang sih balasan dari pihak Avatrade nya masuk akal juga. Teriakasih Artikel-Artikelnya
A Muttaqiena
Terima kasih atas pertanyaan Anda. Untuk pertanyaan pertama. Teknik arbitrase ini melibatkan dua broker atau lebih, sehingga hanya akan ketahuan jika kebetulan trader melakukan arbitrase pada broker-broker yang punya penyedia likuiditas sama. Namun, seringkali broker juga menuduh trader melakukan arbitrase tanpa bukti sama sekali, hanya sekedar dugaan, baik secara benar maupun tidak benar. Dalam hal tuduhan arbitrase yang tidak benar ini, biasanya broker bandar ingin mangkir bayar WD ke trader. Sedangkan mengenai broker Avatrade. Broker ini teregulasi, tetapi menurut saya pribadi, sebenarnya kurang cocok untuk orang Indonesia. Terms-nya tidak dibuat untuk kita, melainkan untuk para trader yang relatif lebih berpengalaman di Eropa. Namun ya, tentu saja, ini tidak lantas berarti orang Indonesia tidak boleh mendaftar ke sana.