Pengaruh Harga Bitcoin Terhadap Mata Uang Kripto Lain

Ketika harga Bitcoin melesat, maka mayoritas Altcoins populer juga ikut melonjak tajam. Benarkan ada pengaruh harga Bitcoin terhadap mata uang kripto lain?

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Seringkali ketika kita melihat ketika harga Bitcoin melesat, maka harga mayoritas Altcoins populer juga ikut melonjak tajam. Karenanya, ada anggapan kalau terdapat hubungan saling mempengaruhi diantaranya. Namun, korelasi seperti ini tidaklah selalu tetap. Ada kalanya ketika harga Bitcoin naik, beberapa Altcoins justru mengalami penurunan. Topik pembahasan kita kali ini adalah mengupas tuntas pengaruh harga bitcoin terhadap mata uang kripto lain, dengan memperhatikan korelasi yang telah terjadi.

 

 

Hubungan Antara Bitcoin dan Altcoins

Pergerakan harga Bitcoin umumnya mampu mempengaruhi harga Altcoin. Hubungannya tidak selalu dapat diprediksi, tetapi ada beberapa trend paling umum.

Dalam istilah sederhana, ada beberapa trend yang secara historis terjadi antara Bitcoin dan Altcoins. Namun, perlu dicatat bahwa setiap peristiwa di masa depan belum tentu sama dengan kondisi di masa lalu, dan apapun bisa terjadi. Beberapa contoh kasus yang akan kita bahas adalah trend yang harus diperhatikan, bukan menjadi acuan pasti di masa depan.

 

Pengaruh Harga Bitcoin Terhadap Mata Uang Kripto Lain

 

Secara umum, mata uang utama di pasar kripto adalah Bitcoin. Meskipun mata uang fiat, Ethereum, dan Tether juga sering digunakan, tetapi Bitcoin adalah mata uang utama. Dengan kata lain, Altcoins cenderung digunakan untuk mendanai Bitcoin berjalan, dan Bitcoin cenderung mendanai operasi Alt. Mengingat hubungan ini, pergerakan dari harga Bitcoin cenderung akan memberikan pengaruh terhadap harga Altcoins.


Ketika harga Bitcoin naik dengan cepat, kemungkinan yang akan terjadi adalah:

  • Atcoins akan tertekan karena uang mengalir ke pasar Bitcoin.
  • Altcoins akan ikut naik, karena mata uang fiat mengalir ke seluruh pasar kripto secara umum (biasanya fenomena ini terjadi ketika gelombang baru adopsi terjadi).


Ketika harga Bitcoin turun dengan cepat (misalnya dipengaruhi Hard Fork yang sangat diantisipasi), kemungkinan yang akan terjadi adalah:

  • Altcoins tertekan sebagai dampak uang mengalir ke fiat.
  • Altcoins menyebabkan boom (kenaikan tajam) yang tidak terduga; terutama dalam pasangan BTC, karena uang mengalir ke Altcoins melalui penjualan BTC.


Ketika harga Bitcoin stagnan, kemungkinan yang akan terjadi adalah:

  • Altcoins ikut menjadi stagnan, karena bersamaan dengan itu ketika orang menunggu tanda yang jelas tentang arah pasar.
  • Altcoins mengalami kenaikan besar, karena orang mencari return dalam koin alternatif, dan mencoba untuk mendapatkan perdagangan yang menguntungkan dalam pasangan BTC/ALT (Bitcoin/Altcoins). Contoh kasus ini terjadi pada Desember 2017 dan Januari 2018, ketika BTC stagnan, Altcoins justru membukukan pertumbuhan signifikan.

 

Singkatnya, Bitcoin adalah pusat ekonomi dari seluruh pasar mata uang kripto. Karena pasangan perdagangan BTC di setiap pertukaran, maka pengaruh Bitcoin terhadap Altcoins akan selalu ada. Jadi, korelasi yang ada hanya berpusat ketika orang mulai mengambil keuntungan atau memotong kerugian di Bitcoin, dengan memilih Altcoins atau Fiat (USD, EUR, GBP, dll) ketika kondisi tertentu, begitu juga sebaliknya.

 

 

Matriks Korelasi Mata Uang Kripto

 

Korelasi Harga Bitcoin Dan Altcoin

 

Korelasi antara aset adalah sejauh mana mereka bergerak bersama-sama. Nilai berkisar antara -1 dan +1.

  • Nilai -1 berarti bahwa return bergerak dalam arah yang berlawanan. Misalnya, BTC naik 0.2% dan ETH turun -0.2%.
  • Nilai +1 berarti return dalam arah yang sama. Misalnya, BTC naik 0.2% dan ETH naik 0.2%.
  • Nilai Nol (0) menunjukkan tidak ada ketergantungan (linear) antara aset.

 

Secara detail, korelasi secara metrik dapat dibagi menjadi beberapa kriteria berikut ini :

  • 0.5 – 1 : Hubungan Positif yang kuat.
  • 0.3 – 0.5 : Hubungan positif sedang.
  • 0.1 – 0.3 : Hubungan positif lemah.
  • -0.1 hingga 0.1 : Tidak ada hubungan linear.
  • -0.1 hingga -0.3 : Hubungan negatif yang lemah.
  • -0.3 hingga -0.5 : Hubungan negatif sedang.
  • -0.5 hingga -1.0 : Hubungan negatif yang kuat.

Matriks di atas yang diambil dari sifrdata menunjukkan korelasi Pearson dan p-value yang dihitung dari log-return dari harga harian rata-rata tertimbang volume lebih dari 90, 180, dan 365 hari.

 

Mari kita ambil beberapa contoh dari korelasi di atas.

Korelasi BTC dan ETH selama 90 hari terakhir terlihat mampu untuk mencetak tingkat return sebesar 0.89. Untuk 100% kenaikan yang terjadi di Bitcoin, ETH mampu untuk mencetak 89%-nya, yang artinya korelasi terjadi sangat positif. Dash (DASH) juga memiliki tingkat korelasi yang sama dengan ETH, sehingga jika harga Bitcoin naik setinggi 10% misalnya, kemungkinan besar ETH dan DASH akan mengalami kenaikan 8.9%.

 

 

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Harga Bitcoin

Setelah mengetahui bahwa pengaruh harga Bitcoin ternyata memiliki korelasi cukup signifikan terhadap harga Altcoins, ini bisa dijadikan sebagai sebuah senjata untuk mendapatkan keuntungan dari selisih waktu terjadinya korelasi tersebut. Karena itu, kita wajib memahami apa saja faktor yang bisa mempengaruhi harga Bitcoin, sehingga trading plan selanjutnya pada mata uang kripto lain pun bisa direncanakan dengan matang.

 

  • Supply dan Demand

Supply dan Demand (Penawaran dan Permintaan) adalah prinsip dasar tentang bagaimana harga Bitcoin terbentuk. Harga barang apa saja dapat ditentukan oleh prinsip yang sama, misalnya pada harga emas, perak, minyak bumi dan lain sebagainya.

Permintaan di pasar, kesadaran adopsi Bitcoin, minat terhadapnya, kepercayaan dari pemegang kripto aktual atau potensial, serta masih banyak lagi faktor lainnya yang bisa mempengaruhi harga nyata diantara orang-orang yang mau membeli dan menjual Bitcoin. 

 

  • Hard Fork

Secara sederhana, Hard Fork bisa diterjemahkan sebagai update sistem yang menyebabkan perpecahan dalam blockchain Bitcoin, sehingga menghasilkan blok sistem baru (Altcoins) muncul.

Hard Fork pertama yang signifikan terjadi pada tanggal 1 Agustus 2017 dengan kemunculan Altcoin baru yang bernama Bitcoin Cash (BCH). Banyak yang mengira bahwa dengan adanya Hard Fork akan merusak harga Bitcoin. Namun, harga Bitcoin tetap utuh, dan justru mengalami kenaikan besar semenjak Hard Fork tersebut.

Pada kenyataannya, Split Rantai Block yang terjadi saat Hard Fork justru mempengaruhi harga secara positif. Mengapa demikian? karena jika Anda memegang beberapa BTC sebelum Hard Fork dilakukan, ada semacam sistem Airdrop, yang akan memberikan jumlah koin yang sama di blockchain pencabangan begitu muncul. Itu sebabnya ketika ada informasi bahwa Bitcoin akan mengalami Hard Fork, permintaan terhadapnya justru langsung melonjak tajam.

 

  • Sentimen Pasar

Bitcoin bukanlah mata uang fiat. Itu sebabnya pemerintah sangat sulit untuk mendefinisikannya dalam kerangka hukum tertentu. Ada beberapa negara yang mendefinisikan Bitcoin sebagai aset dan menerimanya, serta menerapkan pajak penghasilan atasnya seperti Amerika Serikat dan Australia. Ada pula yang tetap mengakuinya tanpa mengenakan pajak seperti Singapura dan Denmark. Namun, ada pula yang menolak mentah-mentah hadirnya Bitcoin dan Altcoins seperti China.

Umumnya, negara akan menerapkan berbagai regulasi hukum, hingga pelarangan terhadap mata uang kripto. Regulasi dan Pelarangan semacam ini bisa memicu perubahan minat pasar terhadap Bitcoin, sehingga harga bisa saja mengalami penurunan atau kenaikan seiring dengan perubahan Supply dan Demand.

Seorang trader sejak 2012 yang mempunyai hobi menulis. Suka membahas serunya persaingan ekonomi antar negara dengan sebuah tulisan. Aktivitas trading menggunakan Price Action dan rumor fundamental saja. Karena trading itu memang simpel.