Penguasaan Diri Dalam Trading

Ada dua hal yang harus ditaklukan oleh trader, ketakutan dan keserakahan. banyak trader yang kehilangan kesempatan karena tidak dapat mengendalikan keduanya.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Ketika anda bertrading, terdapat 2 emosi yang harus anda taklukan, FEAR (ketakutan), dan GREED (keserakahan). Dalam intensitasnya masing-masing, setiap trader akan mengalami kedua emosi tersebut. Trader yang cenderung berhati-hati dalam bertransaksi akan lebih banyak dikuasai oleh FEAR/ketakutan. Banyak kesempatan yang hilang karena takut kalah, banyak juga keuntungan yang tidak maksimal karena emosi tersebut memaksa keluar dari posisi sebelum waktunya.

Penguasaan Diri Dalam Trading


Trader yang ingin cepat mendapatkan keuntungan cenderung menjadi SERAKAH, mengambil setiap kesempatan yang muncul, ingin mendapatkan keuntungan yang lebih, dan menggunakan semua modal dalam sekali transaksi. Pergerakan harga dipasar valas sendiri dimotivasi oleh kedua emosi tersebut, hanya trader yang bisa mengatasi kedua emosi itulah yang mampu bertahan dan berhasil.

Ada beberapa sikap yang harus dimiliki oleh para trader untuk membantu mengatasi 2 emosi yang saya sebutkan diatas :

Tetapkan tujuan yang Masuk Akal.
Hampir setiap buku yang mengisahkan pengalaman seorang trader sukses selalu menyampaikan bahwa keberhasilan didorong oleh tujuan yang mereka tetapkan.

Tujuan tersebut membantu mereka untuk menjadi fokus dan berhasil. Seseorang akan bekerja secara efektif bila dia memiliki tujuan dalam pikirannya, bahkan orang tersebut akan mencapai taraf efektivitas kerja maksimal saat dia betul-betul memahami tujuan pekerjaannya (dan keuntungan untuk dirinya), demikianlah cara kerja pikiran anda.

Agar tujuan yang anda buat tidak terlalu membebani anda dan bia dicapai, maka :
  • Tujuan Harus Realistis.
  • Tujuan harus Dapat Dicapai.
  • Tujuan Harus Dapat Diukur.

 

Learning to Love to Take a Loss
Pepatah yang akan anda sering dengar dari sesama trader adalah “Belajar untuk menerima kekalahan sebagai bagian dari permainan”. Dalam bisnis apapun ada waktunya anda rugi terlebih dahulu, yakni waktu-waktu dimana usaha anda mungkin belum terlalu dikenal, masih harus memberi diskon untuk menarik pelanggan, hal itu sangat wajar dalam dunia bisnis. Demikian juga dalam bisnis valas, ada saat dimana anda akan mengalami kekalahan. Belajar untuk menerima kekalahan adalah salah satu sikap yang harus dikembangkan oleh seorang trader yang berhasil.

Jangan pernah menyalahkan siapapun atau apapun, baik itu broker, sistem trading dll.. Mulai belajar menerima tanggung jawab, sama seperti anda menerima kemenangan dengan tangan terbuka. Demikian juga saat anda menerima kekalahan dengan sikap penuh tanggung jawab. Belajarlah dari kekalahan tersebut. Cari tahu apa yang membuat anda bisa kalah dan belajarlah darinya.

Seorang trader yang sukses masih harus menghadapi puluhan kali kerugiaan dalam transaksinya, tetapi mereka memandang kerugian sebagai bagian yang harus mereka terima yang sama dengan kemenangan. Seorang trader yang sukses bukanlah seorang trader yang tidak pernah kalah, tetapi seorang trader yang dapat meminimalkan resiko kekalahan dan meningkatkan tingkat kemenangan dengan strategi yang benar. Probabilitas kemenangannya lebih besar dibandingkan kekalahannya.

Anda layak menerima Kemenangan Besar dan Cepat
Ada banyak pemikiran yang salah yang anda terima dari orang tua/budaya, bahkan lingkungan tempat anda bertumbuh besar. Banyak diantara anda yang diajarkan bahwa untuk mendapatkan uang haruslah bekerja keras. Semakin keras bekerja, semakin banyak anda mendapatkan uang.

Kesadaraan demikian terbawa hingga kini dan ketika anda mulai bertransaksi valas…bammm… transaksi anda menghasilkan keuntungan $1000 dalam waktu kurang dari 5 menit. Ada perasaan “tidak layak” untuk mendapatkan uang tersebut dalam waktu secepat itu. Apa yang terjadi kemudian adalah hal yang tidak dapat di duga. Anda mulai membiarkan keuntungan anda berkurang hanya demi mengurangi rasa bersalah yang timbul akibat kemenangan yang cepat tadi. Kemenangan besar yang anda peroleh merupakan salah satu hasil kerja keras dan investasi anda. Anda layak mendapatkan itu.

Aturan Bertransaksi
Buat peraturan untuk anda sendiri, yakni peraturan yang timbul dari kebiasaan baik yang anda pelajari selama bertransaksi. Kebiasaan-kebiasaan yang anda sering lakukan dan biasanya membawa keuntungan.

Beberapa contoh trading rules/aturan transaksi yang bisa anda terapkan adalah :
  1. Mulailah dengan doa, ataupun sikap yang membuat diri anda santai.
  2. Jika target telah terpenuhi, berhentilah.
  3. Banyak membaca mengenai analisa fundamental untuk menambah wawasan anda.
  4. Banyak membaca buku dan updgrade your knowledge.
  5. Disiplin dalam melakukan strategi trading yang telah anda lakukan.
  6. Olah raga dan tidur yang cukup.
  7. Buat prioritas.

 

Membuat Stop Loss yang Bijaksana
Kemampuan anda untuk mengantisipasi dan mengawasi pergerakan harga sangat terbatas (anda tidak mungkin online 24jam sehari). Menyadari keterbatasan yang anda miliki dan mulai menggunakan Stop Loss adalah sebuah langkah preventif yang sederhana dan sangat bijaksana.

Pasanglah Stop Loss berdasarkan beberapa ketentuan seperti berikut :
  • Maksimal Stop Loss adalah sebesar resiko transaksi yang telah anda tetapkan.
  • Stop Loss mengikuti besarnya Channel (gunakan Bolingger Band).
  • Sesuaikan dengan Time Frame yang anda gunakan.

 

Being Objective
Menjadi objektif saat mengamati pasar sangatlah penting. Trader yang objektif akan menerima setiap masukan dan menjadikannya bahan pertimbangan untuk mengambil posisi.

Mark Douglas, penulis buku “The Disciplined Trader”, menuliskan 7 karakterisitik trader yang objektif. Berikut ketujuh karakteristiknya :

  1. Tidak merasa ditekan.
  2. Anda tidak merasa takut.
  3. Anda tidak merasa ditolak.
  4. Tidak ada benar dan salah.
  5. Anda yakin dengan penilaian yang telah anda buat, dan itulah yang anda kerjakan.
  6. Anda dapat menganalisa pasar dengan perspektif seakan-akan dia tidak sedang mengambil sesuatu posisi.
  7. Biasakan diri anda tidak terfokus pada uang, melainkan pada pergerakan harga.

 

Revenge Trading
Jangan pernah transaksi dengan tujuan ‘balas dendam’. Dalam kondisi tersebut, emosi anda akan bergejolak. Anda marah, marah pada pasar yang bergerak tidak sesuai dengan keinginan anda, dan marah atas kecerobohan diri sendiri. Ketika kemarahan muncul, Anda mengambil keputusan transaksi untuk mengganti kerugian yang terjadi. Dengan begitu, keputusan tersebut biasanya tidak didasari atas pikiran yang jernih dan benar (sehingga akhirnya anda pun rugi dalam transaksi). Bola salju kekalahan itu terus bergerak kebawah, semakin besar dan semakin menghabiskan modal anda.

Setelah membaca artikel tersebut diatas, semoga penguasaan diri anda semakin bisa dikendalikan agar tidak termakan oleh kedua perasaan tersebut diatas.

Bayu mengenal dunia investasi saat masih studi di perguruan tinggi, kemudian berlanjut menjadi penulis mengenai berbagai jenis investasi dan strategi-strategi trading di Seputarforex. Bayu meyakini bahwa trading bukanlah mesin jackpot, dan kita harus terus belajar agar bisa menjadi seorang trader sukses.


Andri Yasin
seenggaknya kalo kita jualan kasih diskon kemungkinan dagangannya makin laris lebih besar daripada keberhasilan trading pasca loss. berhasil tidaknya trading itu semua bergantung dari usaha dan kerja keras, jika saat jualan profit berkurang karena memberikan diskon, dan kemudian mengharapkan pelangaan akan bertambah sehingga profitnya belakangan akan bertambah, hal yang sama kurang bisa diharapkan untuk trading. ketika loss bukan hanya profitnya yang berkurang, tapi sebagian dari modal juga, dan kegagalan itupun juga sangat tidak menjamin ditrading berikutnya profit akan lebih baik, kecuali trader bisa mengambil pelajaran dari kegagalannya dan berusaha memperbaiki kekurangan untuk memperbaiki posisi berikutnya dengan baik. jadi menurut saya pengandaian loss dalam trading itu tidak bisa disamakan dengan strategi diskon dalam berjualan
Kya Kya
trdr yg gg prnh klh emg bkn trdr sukses,
tp trdr sakti itu namax,
wkwkwkwk
Alesandro
Sip gan, infonya bagus n mendidik. Sangat berperan buat motivasi trading yg bener. Ijin sedot boleh gan?
Hamdi Supriyana
Diawal trading sya kebiasaan nganggap profit gede yg brhasil sya dapet itu sbgai hasil untung2an sja. yah keberuntungan pemula gitu lah. jd jrg sya anggap serius. krna sya g mau terlalu pd dulu, yg katany itu bsa bahaya kan bwt kebiasaan trdng. tp setelah kenal apa itu evaluasi trdng, sya jd bsa menganggap keberuntungan tu sbgai keberhasilan yg layak sya dapat, dn sya analisa sndri, apa itu benar2 karna sistem sya yg berhasil atau cuma lg beruntung saja
Rahman Sat.
Menyikapi profit memang paling baik dilakukan dengan tindakan yang seobyektif dan senetral mungkin.
Jangan terlalu optimis dan jangan terlalu pesimis. Jika terlalu optimis maka bisa menimbulkan sikap overconfidence. Namun jika terlalu pesimis trader bisa cenderung mengabaikan pelajaran-pelajaran terbaik yang bisa diambil dari suatu posisi untung, karena terlalu tidak percaya diri dengan sistemnya sendiri.
Mas Lee
mantap ni saran-saranya. ane juga pengen jadi trader yng kayak begini. mungkin gag ya nubai bisa punya sikap trading yng kayak begini? kok kayaknya cuman para master aja yng sudah punya kebiasaan trading kayak begini?
Gan Dio
cocok,rajin mc.wkwkwk
Hikimura
Maksudnya gimana nih gan, ane bingung, mana ada trader yang mau rajin MC? Kalau MC sekali-dua kali itu selama menjadi bagian dari proses belajar masih wajar lah, tapi kalo sampai berulang kali melakukan kesalahan sama tanpa ada perbaikan, itu keledai namanya.