OctaFx

iklan

Recency Bias, Penyakit Trading Berbahaya Yang Harus Dihindari

282336

Recency Bias adalah penyakit trading yang muncul dari posisi trading terakhir, dan dapat mempengaruhi pengambilan keputusan serta objektivitas trading.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Pernah mengalami winning streak dalam sistem trading Anda? Atau mungkin saat ini anda sedang berada dalam kondisi kekalahan beruntun yang telah terjadi selama seminggu terakhir? Bagaimana hal tersebut mempengaruhi kondisi psikolagi atau mental Anda?

Ya, dalam kesempatan kali ini akan dibahas penyakit trading yang biasa disebut sebagai Recency Bias atau last trade disease. Penyakit trading yang lebih bersifat psikologis ini terjadi karena munculnya suatu emosi yang dapat mempengaruhi objektivitas dalam menilai dan mengamati kondisi harga.

 

 Hindari penyakit trading recency bias

 

Recency Bias Dapat Menimpa Siapapun

Recency Bias terjadi saat seorang trader terlalu fokus akan hasil posisi trading terakhirnya, sehingga ia melupakan atau bahkan kehilangan pandangan luasnya. Dalam buku berjudul Your money and Your Brain, Jason Zweig menjelaskan bahwa Recency Bias adalah sifat dasar manusia yang tidak mengestimasikan kemungkinan-kemungkinan berdasarkan pengalaman jangka panjang, melainkan hanya menggunakan prasangka yang timbul dari pengalaman jangka pendek.

Hasil posisi trading terakhir Anda saat ini, dapat menceritakan diri Anda sebagai seorang trader. Contohnya, coba perhatikan hasil trading terakhir Anda, apakah win atau loss. Kemudian coba perhatikan win/loss tersebut, lalu bandingkan dengan win/loss yang lain. Jika itu sebuah loss dan jumlahnya 5x lipat lebih banyak dari loss-loss yang lain, Anda sudah terjangkit penyakit trading Recency Bias. Hal yang sama berlaku untuk hasil win yang jumlahnya jauh lebih kecil dari rata-rata loss.

Posisi trading terakhir Anda juga dapat mempengaruhi mindset dan trading-trading Anda selanjutnya. Idealnya, apapun hasil dari trading terakhir, Anda tidak boleh terpengaruh dan mendasarkan performa ke depan dari hal tersebut. Namun hingga kini, banyak trader yang tidak mengindahkan peringatan ini dan berbuat sebaliknya. Maka dari itu, baca, perhatikan, dan camkan kalimat di bawah ini!

"Jika saat ini Anda baru saja menderita loss, maka hal itu tidak berhubungan dengan fakta bahwa trading Anda sebelumnya mengalami win/loss."

"Jika saat ini Anda baru saja mendapatkan win, maka hal itu tidak berhubungan dengan fakta bahwa trading Anda sebelumnya adalah win/loss."

Perlu diketahui, seorang trader dapat memiliki bias yang disebabkan winning streak, maupun losing streak.

Recency Bias Dari Winning Streak

Bias ini muncul karena seorang trader sedang dalam posisi winning streak atau big win dalam tradingnya. Hal yang mungkin terjadi setelah itu adalah meningkatnya jumlah posisi dan lot di kisaran yang jauh lebih tinggi dari toleransi risiko. Selain itu, biasanya muncul pula pelanggaran-pelanggaran pada sistem trading yang telah dilanggar.

Penyakit trading ini muncul karena tingginya rasa percaya diri trader setelah mendapat kemenangan besar atau mengalami profit beruntun. Seiring dengan hasil positif yang diperoleh, sudah menjadi sifat dasar manusia untuk mengejar keuntungan yang lebih besar lagi. Hal ini tentu saja tidak boleh diterapkan pada ekosistem trading yang penuh dengan emosi dan resiko.

Penyakit ini biasanya berujung pada loss besar atau beberapa loss yang menghilangkan semua hasil dari winning streak. Dalam skenario yang lebih ekstrim, kerugian bahkan bisa lebih banyak dari raihan profit sebelumnya.

Recency Bias Dari Losing Streak

Bias ini muncul setelah seorang trader berada dalam posisi losing streak, atau mengalami kekalahan besar. Hal yang mungkin terjadi setelah itu adalah berkurangnya jumlah posisi dan lot, jauh dari risiko yang siap diterima.

Penyakit trading ini muncul saat rasa takut mulai menguasai trader, karena trauma akan kekalahan beruntun yang menyebabkan kerugian besar. Biasanya akan muncul rasa was-was yang berlebihan, sehingga trader tak bisa peluang di market secara objektif. Hal ini juga merupakan sifat dasar manusia yang cenderung menjauh dari risiko besar.

Jika faktor sebelumnya mengarah pada loss besar karena overtrading, maka penyakit trading yang disebabkan losing streak akan menyebabkan trader banyak melewatkan, merasa ditipu market, bahkan berhenti trading karena rasa kurang percaya diri yang muncul terus-menerus.

 

Bagaimana Cara Menyembuhkan Penyakit Trading Ini?

Sayang sekali, apotek tidak menyediakan obat untuk Recency Bias. Penyembuhan penyakit trading ini sepenuhnya berasal dari kemauan keras untuk memperbaiki diri.


Belajar, Belajar, Dan Belajar

Hal pertama yang dilakukan untuk menyembuhkan Recency Bias adalah dengan pengetahuan. Belajar dan memperdalam ilmu, utamanya akan meningkatkan keyakinan dan pengetahuan akan market. Pemahaman seperti market bukanlah tempat untuk berjudi dibutuhkan untuk konsistensi dan disiplin yang tinggi.

Pengetahuan semacam inilah yang nantinya akan membuat Anda lebih sadar, serta bijak dalam mengelola akun trading. Kuncinya adalah sadar. Sadar saat pikiran mulai terjebak kembali dalam siklus-siklus penyakit trading yang dijelaskan di atas. Jika Anda mengalami gejala penyakit trading Recency Bias, Sebaiknya jauhkan diri dulu dari market selama sehari atau bahkan seminggu. Mungkin pergi liburan dan menghabiskan waktu dengan keluarga bisa menjadi ide yang bagus. Cara yang juga baik untuk dilakukan adalah melakukan analisa mental sebelum memasuki sebuah posisi.

 

Jadikan belajar sebagai habit

 

Hal yang selanjutnya perlu ditekankan adalah, posisi terakhir trading Anda itu tidak penting! Tidak peduli seberapa banyak win Anda kemarin, hasil itu tidak akan mempengaruhi hasil di keesokan harinya. Jika Anda sudah pernah membaca panduan backtest like a pro, di situ dijelaskan bahwa keberhasilan sistem trading dinilai secara statistik dengan beberapa sample data, bukan hanya satu sample. Apabila suatu posisi dilihat secara individual, maka posisi tersebut adalah suatu event yang memiliki probabilitas dan profitabilitas acak.


Latih Cara Berpikir Anda

Seperti yang telah banyak disebutkan di atas, penyakit trading ini sering muncul karena sifat dasar kita sebagai manusia. Jadi selain dari sisi psikologi trading, penyelesaian masalah juga bisa dengan menggunakan solusi psikologis. Penggunaan tool seperti hipnoterapi dan NLP juga dapat dilakukan untuk menghilangkan kecenderungan-kecenderungan yang dapat membahayakan akun trading Anda.

 

 NLP

Edge vs Emotion

Edge adalah potensi atau nilai suatu sistem trading dari profitabilitasnya dalam menghasilkan profit. Edge bekerja dengan menghimpun beberapa posisi trading dan menghasilkan probabilitas yang baik dalam menghasilkan uang. Dalam menjalankan Edge ini, dibutuhkan kekuatan mental yang kuat dari seorang trader.

Win dan loss pada suatu sistem trading akan selalu terjadi dan didistribusikan secara acak. Dengan sistem trading yang rasio win:loss-nya 80:20, loss sebanyak 20% dapat terjadi berdampingan dengan win, tetapi dapat pula terjadi secara berutun. Trader dengan emosi labil umumnya akan berada dalam kondisi tertekan bahkan menyabotase sistem tradingnya di loss ke-19.

 

emosi dalam trading

 

Padahal menurut Edge-nya, dari 100 kali posisi yang dibuka di market, trader hanya perlu menunggu satu kali kekalahan lagi untuk mendapat probabilitas keuntungan beruntun. Itulah mengapa hasil terakhir trading tidak bisa dijadikan sebagai patokan.

Jika Anda mampu mengelola risiko dalam setiap posisi serta disiplin dalam menjalankannya, maka Anda akan mampu menghilangkan berbagai macam perasaan negatif yang muncul saat trading. Ikhlaskan posisi loss, fokuslah pada sistem dan trading plan, dan biarkan Edge memainkan perannya. 

 

Penutup: Trading Layaknya Hedge Fund Manager

Coba bayangkan diri Anda sebagai seorang hedge fund manager dengan uang 1 juta USD di akun trading. Adakah rasa terburu-terburu untuk masuk posisi trading dan menghasilkan uang? Tentu saja tidak, bukan? Untuk menghasilkan uang, para manager tahu mereka harus tetap tenang dan objektif.

Para profesional tahu jika masuk dalam setiap kesempatan kecil yang muncul di market, mereka justru akan merisikokan lebih banyak dari yang seharusnya. Mereka tahu bahwa anggapan semakin sedikit posisi yang dibuka, semakin baik pula hasil yang diperoleh adalah fakta.

Ketika Anda tidak overtrade, maka pikiran akan menjadi lebih tenang dan tetap objektif dalam menilai suatu peluang. Inilah kunci utama penyembuhan penyakit trading Receny Bias. Semakin sering Anda terpancing oleh hasil trading terakhir, semakin besar pengaruhnya terhadap mental dan emosi Anda. Jika dilakukan dengan sering dan telah menjadi kebiasaan, sebaiknya segera ubah pola pikir tersebut.

Kebiasaan-kebiasaan baik yang terus dipupuk tentu saja dapat mengobati penyakit trading yang muncul dari setiap win dan loss. Terus pelihara kebiasaan baik, dan jalan menuju kesuksesan trading pasti terbuka lebar untuk Anda.

Meski berlatar belakang jurusan Biomedical Engineering, Muh Nuzul sudah menjadi trader forex sejak tahun 2013. Dengan dasar tekniknya, penulis ahli dalam membuat indikator dan Expert Advisor Metatrader. Hobi membaca dan menulis sejak kecil dan mulai aktif menulis di Seputarforex karena ingin membagikan pengetahuan selama menjadi trader.