Risiko Strategi Martingale Dan Cara Menguranginya

282905

Mekanisme pelipatgandaan lot membuat risiko Strategi Martingale sangat tinggi. Oleh karena itu, kita harus membatasi penggunaan volume trading selama menjalankan teknik ini.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Bicara mengenai beragam manajemen akun trading, trader veteran mungkin familiar dengan risiko strategi Martingale dalam mengatur besaran lot setiap kali buka posisi. Waktu pertama kali diperkenalkan di meja kasino, teknik manajemen probabilitas Martingale diklaim dapat "memutarbalik" pertaruhan rugi menjadi untung. Wah, siapa yang tidak tertarik, tuh? Masalahnya, tanpa perhitungan mumpuni mengenai aplikasi Martingale, bukannya dapat untung, saldo akun Anda bisa jadi terjun bebas menghantam batas MC.

 

resiko strategi martingale

 

 

Seberapa Besar Risiko Strategi Martingale?

Sebelum menghitung besar risiko Martingale, Anda perlu tahu terlebih dulu cara menghitung untung rugi dalam trading Forex. Pada dasarnya, teknik Martingale akan melipatgandakan satuan Lot (volume trading) pada kondisi tertentu, untuk meraih keuntungan besar dalam satu posisi yang mampu menutup total kerugian dari posisi-posisi kalah sebelumnya.

Kondisi berjalannya strategi Martingale dapat dijabarkan seperti ini:

  • Jika posisi menang, pertahankan jumlah Lot awal.
  • Jika posisi kalah, lipatgandakan jumlah Lot pada posisi trading berikutnya.
  • Jika jumlah margin tidak mencukupi Lot yang dipersyaratkan, gunakan semua Margin yang tersisa.
  • Ulangi langkah 1 sampai 3 sampai posisi terakhir mendapat keuntungan, atau sampai akun tidak mampu membuka posisi trading lagi (MC).

Anda sebenarnya tidak membutuhkan kalkulasi rumit untuk membayangkan berapa tingginya risiko Martingale. Hanya dengan menggarisbawahi mekanisme pelipatgandaan Lot, sudah bisa dibayangkan bahwa resiko strategi Martingale memang tinggi. Bagaimanapun juga, memperbanyak jumlah Lot sama saja dengan memperbesar risiko.

Masih belum dapat bayangan berapa besar risiko Martingale? Yuk, mari kita bedah kalkulasi Profit atau Loss dalam pip berdasarkan jumlah lotnya di akun standard.

 

Pair Jumlah Lot P/L per pip
EUR/USD (atau Pair apapun dengan posisi USD di sisi kanan)    1 10 USD
2 20 USD
4 40 USD
8 80 USD

Tabel 1. Perhitungan profit/loss per pip berdasarkan Lot di akun standar.


Dari tabel di atas, semakin besar jumlah lot, semakin besar pula nilai uang yang kita "pertaruhkan" per satu pip-nya. Jadi, kalau misalnya posisi pertama dengan satu Lot rugi, maka posisi berikutnya akan menggunakan dua Lot. Masih rugi lagi? Ya, gandakan lagi Lot-nya dua kali lipat dari sebelumnya. Begitu seterusnya sampai posisi terakhir menang.

Tapi untuk dapat Jackpot-nya, ada beberapa syarat tambahan lagi untuk dipenuhi:

  • Jumlah target profit (dalam pip) harus tetap konsisten.
  • Jumlah loss juga harus sama dengan target profit.

Kalau misalnya target profit (TP) ditetapkan sekian pips, maka jarak Stop Loss juga harus sama dari Entry. Nah, sekarang kita simulasikan skenarionya pada pair EUR/USD dengan TP dan SL 10 pip:

 

Posisi ke# Lot  Hasil Perolehan Akumulasi P/L
 #1 1 Loss -100 USD -100 USD
#2 2 Loss -200 USD -300 USD
#3 4 Loss -400 USD  -700 USD
#4 8 Loss -800 USD -1500 USD
#5 16 Loss  -1600 USD  -3100 USD
#6 IF Win 32  Profit  3200 USD 100 USD
#6 IF Lose  32 Loss -3200 USD -6300 USD

Tabel 2. Simulasi risiko Martingale pada EUR/USD


Katakanlah seorang trader menggunakan strategi manajemen risiko Martingale. Dari posisi pertama sampai kelima, dia mengalami kekalahan beruntun. Jika pada posisi keenam akhirnya dia mendapat keuntungan, maka semua kerugian dapat tertutupi plus keuntungan sebesar 100 USD.

Itu kalau dia berhasil menang pada posisi keenam. Parahnya, kerugian malah akan membengkak sampai 6.300 USD jika posisi terakhir tersebut masih salah arah juga. Intinya, Risiko Martingale sama seperti bom waktu, jika dibiarkan berjalan tanpa kontrol dan perhitungan ketat, satu posisi mampu membuat akun bangkrut.

 

Kalau Risiko Trading Martingale Sangat Tinggi, Kenapa Masih Ada Yang Coba?

Daya tarik utama dari strategi Martingale adalah premis sederhana, bahwa hanya dibutuhkan satu posisi menang untuk menebus kerugian dari posisi-posisi kalah sebelumnya (posisi menang #6 pada Tabel 2). Sekilas, syarat tersebut cukup mudah untuk dipenuhi. Memangnya, seberapa sulit mendapat satu kali posisi menang? Masa iya, trader bisa kalah beruntun terus? Asumsi itulah yang menyebabkan trader ingin mencoba strategi Martingale.

Secara teori, kondisi trading di pasar Forex hanya memberikan dua alternatif; yaitu Sell atau Buy. Jadi, setiap posisi memiliki 50% kemungkinan untuk menang. Namun dalam praktek nyata aplikasi risiko strategi Martingale, 50% probabilitas tidak dapat diterjemahkan sebagai "kalau posisi pertama kalah pasti posisi berikutnya menang."

Kalau Anda tidak percaya, silahkan praktekkan sendiri dengan melempar koin. Setiap koin memiliki dua sisi; sisi depan (muka) dan sisi belakang (angka). Lempar koin sepuluh kali, lalu catat berapa kali sisi muka atau angka muncul. Katakanlah sisi muka mewakili posisi untung, sedangkan sisi belakang adalah sebaliknya.

 

resiko strategi martingale dengan contoh lempar koin

 

 

Satu set terdiri dari 10 kali lempar koin, coba terus catat hasilnya selama (minimal) dua set, hasilnya akan membuka mata Anda terhadap probabilitas. Set pertama bisa saja diawali dengan kemunculan sisi muka secara terus menerus, alias rugi beruntun. Lalu, apakah set kedua hasilnya akan sebaliknya? Belum tentu, kalau Anda lagi apes, bisa saja pada set berikutnya jumlah rentetan posisi rugi malah bertambah.

 

Bagaimana Cara Mengurangi Risiko Martingale?

Meskipun risiko strategi Martingale tinggi, ada beberapa metode tertentu untuk menanggulangi bebannya, antara lain dengan menggunakan lot kecil. Mari kita hitung lagi beban per pip-nya dibandingkan dengan tabel 1 di atas:

 

 Pair Tipe Lot Jumlah Lot  P/L per Pip 
EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD, NZD/USD Mini 0.1  1 USD
0.2  2 USD
0.4  4 USD
0.8 8 USD
1  10 USD
Micro 0.01  0.1 USD
0.02  0.2 USD
0.04  0.4 USD
0.08  0.8 USD
0.1  1 USD

 Tabel 3. perhitungan P/L per pip berdasar Lot di akun Mini dan Micro


Dari perhitungan tabel 3, kita dapat memperkuat ketahanan modal kita dengan bertrading pada Lot non-standard untuk mengurangi resiko Martingale. Jadi kalau kita awalnya membuka posisi trading dengan Lot sebesar 0.1, maka posisi berikutnya (jika kalah) akan menggunakan 0.2 Lot.

Perlu dicatat, keuntungan dari akun dan Lot kecil juga tidak seberapa besar, mengingat risiko Martingale yang Anda tanggung. Setidaknya, Anda bisa membatasi risiko selama Anda mencoba strategi ini.

Kesimpulannya, di atas kertas strategi Martingale menawarkan taktik untuk menutup kerugian dengan penggandaan stake (resiko). Sayangnya, setelah dihitung-hitung, Reward-nya sama sekali tidak sebanding dengan potensi beban kerugian dari resiko Martingale.

 

 


Selain Martingale, ternyata ada juga metode manajemen High Risk High Reward lainnya yang tak kalah mendebarkan, yaitu strategi hedging. Metode tersebut menawarkan kontrol kerugian dengan membuka posisi berlawanan (satu Sell satunya lagi Buy) secara bersamaan.

Rio Renata aktif menulis di Seputarforex sebagai penulis artikel forex dan broker dalam dua bahasa, khususnya mengenai aspek teknikal. Karena berlatar pendidikan psikologi, ia memandang pergerakan harga pasar layaknya dinamika perilaku individual, yaitu memiliki pola tertentu yang dapat diantisipasi.