OctaFx

iklan

Metodologi Scalping, Trik dan Tips

101223

Pengguna strategi Scalping membutuhkan konsentrasi yang tinggi, juga memerlukan pemahaman yang baik tentang trading, dilengkapi dengan kemampuan analisis.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Scalping Forex merupakan istilah yang sudah populer di kalangan trader. Teknik ini dikenal dengan membuka dan menutup sebuah atau beberapa posisi trading dalam tenggang waktu yang sangat singkat, terkenal juga dengan istilah "terlihat untung, langsung sikat".

Ada sebuah anggapan bahwa metode Scalping ini dianggap aman, sehingga teknik ini sangat familiar bagi pelaku pasar. Teorinya, para scalper bermain pada time frame rendah dan menahan posisinya hanya dalam waktu yang sangat singkat dibanding trader non-scalper. Dengan demikian maka pengamatan pada kondisi pasar keseluruhan jadi sangat terbatas, dan resiko yang timbul akibat pergerakan harga pasar bisa ditekan.

Namun demikian, metode scalping tidak selalu menguntungkan, walau juga tidak selalu merugikan. Hal ini kembali kepada karakter masing-masing trader. 

metodologi scalping, trik dan tips

 

Profit yang dihasilkan dari setiap posisi trading dengan metode Scalping biasanya kecil, tetapi bila dijumlahkan untuk seluruh posisi trading yang telah closed, maka jumlah profitnya bisa cukup besar juga. Para Scalper selalu menghindar dari mengambil resiko besar. Mereka pantang trading dengan sekali gebrak menghasilkan profit besar, melainkan trading dengan frekuensi tinggi dan profit kecil, tetapi aman. Dengan demikian, seorang scalper membutuhkan kesabaran, dan harus rajin dalam meniti pergerakan harga pasar agar diperoleh profit sesering mungkin. Bagi orang-orang berkarakter analis yang serius dengan mengharap hasil yang selalu spektakuler dalam tradingnya, maka akan kecewa dan frustasi bila menerapkan cara ini.

Para Scalper membutuhkan konsentrasi yang tinggi, memonitor harga dan pengambilan keputusan sangat cepat. Juga memerlukan pemahaman yang baik tentang trading dilengkapi dengan kemampuan analisis.

Scalping melibatkan resiko yang tinggi. Banyak pemula memiliki masalah umum ketika trading; mereka cenderung untuk berupaya memaksimalkan keuntungan transaksi dengan mempertaruhkan keseluruhan modal sekaligus. Maka sebaiknya jangan lakukan itu. Memaksimalkan profit harus sejalan dengan memaksimalkan risiko. Ukuran posisi terbuka harus dihitung sangat akurat, sehingga seluruh account Anda tidak akan habis  dalam sekali transaksi.

Untuk memahami sepenuhnya cara trading scalping, pertimbangkan ini: kerja keras dan keuntungan kecil terakumulasi selama jangka waktu tertentu, dapat dengan mudah habis dengan satu kerugian besar (karena tidak membatasi kerugian). Menemukan keseimbangan antara tingkat keuntungan dan kerugian adalah hal yang paling sulit untuk para scalper.

 

Belajar dari Paul Rotter

Tahun 2003, suatu broker di London mencatat bahwa salah satu customer-nya telah membukukan volume trading yang paling tinggi selama 8 tahun berturut-turut. Dia adalah Paul Rotter, seorang trader sukses dengan jumlah lot trading rata-rata 3 juta setiap bulan, dan berhasil membukukan 65–78 juta dollar dalam setiap tahunnya.

Paul Rotter termasuk salah satu seorang trader scalping sukses di muka bumi ini. Sukses trading Paul Rotter dimulai ketika ia bersama Kinski (salah satu teman dekatnya) membuka Greenhouse, suatu firma finansial. Dari modal awal sebesar $526,000, dalam tiga bulan kemudian Greenhouse telah membukukan profit $6,5 juta.

Semua trader dapat mencoba untuk menapaki kesuksesan Paul Rotter, dan berikut adalah wawancara lengkap Paul Rotter dengan salah satu majalah trader:

Q : Moment apa yang membawa Anda untuk terjun di dunia trading?

A : Aku memulainya dengan mengikuti suatu kontes trading. Ketika itu aku masih duduk di bangku sekolah.

Q: Bagaimana Anda bisa menjadi profesional?

A: Waktu itu aku bekerja di salah satu bank Jepang, dan aku bertemu dengan salah seorang Chief Trader di bank tersebut. Dia berhasil membukukan profit yang konstan dan aku banyak berdiskusi dengannya mengenai psikologi market.

Q: Selama karir profesional Anda, apakah Anda terus menjadi seorang scalper, atau pernah mencoba strategi lain?

A: Aku selalu menjadi seorang scalper, namun aku mengatur frekuensi trading aku sesuai volatilitas yang terjadi di market.

Q: Berapa jam sehari Anda menghabiskan waktu di depan komputer ketika trading?

A: Biasanya sekitar 5 jam, namun ketika terjadi event-event market yang besar maka bisa sampai 11 jam.

Q: Berapa time frame chart yang Anda gunakan?

A: Aku biasanya menggunakan timeframe antara 5 sampai dengan 30 menit. Menggunakan trendline dan indikator Commodity Channel Index (CCI) untuk mengamati volatilitas yang terjadi di market.

Q: Berapa lama biasanya Anda membuka posisi trading?

A: Aku biasanya membuka posisi secara bergantian dalam hitungan menit, paling lama dalam hitungan jam.

Q: Apa yang Anda lakukan bila harga bergerak berlawanan dengan open posisi trading kamu? Apakah Anda menggunakan Stop Loss?

A: Aku akan segera mencari penyebabnya dan menutup posisi bila market bergerak berlawanan denganku.

Q: Kenapa Anda tidak mempunyai problem dalam menutup open posisi, bahkan dengan cara mengambil posisi yang berlawanan? Bukankah seharusnya seorang trader harus berpegang teguh kepada opininya?

A: Tidak, Anda salah. Seorang analis atau seorang mahaguru trading lah yang harus berpegang teguh kepada opininya. Seorang trader seharusnya tidak mempunyai opini; semakin kuat opini yang dipunyai, maka akan semakin susah pula dia keluar dari posisi loss.

Q: Dengan gaya trading Scalping yang Anda lakukan, Risk Management seperti apakah yang Anda terapkan?

A: Aku membuat target harian, baik untuk profit atau loss. Yang sangat penting adalah berapa maksimum loss yang bisa aku tahan.

Q: Bagaimana Anda mengatasi faktor emosi dan pikiran-pikiran yang mengganggu ketika trading?

A: Ketika situasi menjadi makin buruk, aku pergi ke kamar mandi dan menyiram tubuhku dengan air dingin atau meloncat ke kolam renang yang dingin … hahaha.

Q: Apa yang Anda lakukan ketika beristirahat sejenak dari trading?

A: Aku biasa berolah raga dan biasanya pergi ke suatu tempat untuk bertamasya.

Q: Apa yang Anda siapkan sebelum trading sehari-harinya? Apakah Anda mempunyai suatu rutinitas tertentu?

A: Sebelum market open, aku membaca semua laporan ekonomi yang akan keluar, pidato dari para petinggi Bank Sentral bila ada, lalu aku mencoba membuat level-level harga penting di market yang akan kutradingkan. Aku membuat suatu analisa sendiri dan membaca komentar-komentar analis di media untuk mendapatkan gambaran market dan level-level penting di dalamnya.

 

Trik dan Tips Scalping

Ada  beberapa hal penting tentang teknik scalping yang digunakan, yaitu menggunakan grafik pada timeframe 30 menit untuk memperkirakan pergerakan trend, dan menggunakan time frame 5 menit untuk membuka atau menutup posisi. Untuk mendukung teknik scalping, pada umumnya menggunakan indikator seperti Fibonacci, trend line, dan CCI.

Waktu trading biasanya menjelang pembukaan pasar Eropa (sekitar pukul 12.00 s/d 15.00 WIB) dan Amerika (sekitar pukul 20:00 s/d 22:00 GMT). Pada saat-saat itu, volume perdagangan yang terjadi di pasar forex cukup besar. Susun rencana untuk mencapai target keuntungan harian, dan jangan terjebak untuk trading berlebihan.

Bila Anda mengalami loss ketika trading menggunakan teknik scalping, maka jangan sekali-sekali berpikir untuk membalas kerugian Anda segera. Akan ada hari esok di mana Anda dapat kembali menggunakan teknik trading scalping.

Mulai terjun di dunia trading akhir tahun 2009. Pertama kali belajar konsep Money Management dari seorang trader Jepang, kemudian berlanjut otodidak. Strategi trading berpatokan pada level Support dan Resistance (Supply and Demand), dengan dasar High Low yang pernah terjadi, ditunjang range market yang sedang berlangsung dan pembatasan risiko.


Hanief
mestinya resiko scalping kecil mungkin karna target pipsnya juga kecil. kalo pengamatan dalam waktu terbatas apa logis kalo resikonya kecil? bukanya makin teliti pengamatannya maka peluangnya makin bagus, yg artinya disitu baru resiko bisa dikurangi? tapi kalo pengamatannya dalam waktu terbatas, apa bisa diandalkan hasilnya?
Abu H
Salut sama jawaban rotter tentang opini trading
Rupanya dg berpegang teguh sama objektivitas dalam trading bukan hal mustahil dan bisa membawa kesuksesan
Rotter ini buktinya Bahkan sebagai pro dia juga masih menggunakan prinsip itu
Bahwa seorang trader tidak seharusnya terlalu berpegang teguh pada opininya
Jika dipikirkan memang tindakan itu bisa membawa pengaruh buruk kedepannya Trading sesuai analisa hanya berdasarkan sinyal memang cocok buat scalper
Terlalu banyak beropini malah bisa makin mengulur waktu
Ediii
ooo jd mnrt tips scalping lbh baik pk 2 tf, indiny pake fibo, trend line, ato cci. tapi ane msh bngung soal wkt trdng yg ngambil pas d jm2 pasar lg rame. kl tipe trdr dbagi bkn dr gy tradingny tp dr analisany, teknikalis biasany mnghndr pas waktu2 rame bnyk rilis brt. nah kl scalper trnyt seorang teknikalis apa msh aman kl op cr ksmptn d jm2 sprt ini? dgn analisa mcm apa trdr sprt itu bs brtahan d sesi2 sibuk sprt ini?
Heru Jatmiko
ane juga penasaran soal ini. kenapa banyakan trader yang sengaja mantengin release news itu kebanyakan justru para scalper? ane juga bingung sama perbedaanx scalper & news trader. scalper apa termasuk trader yang bisa trading disesi mana aja ya baik lagi banyak news atau enggak? sedangkan news trader cuman tunggu kesempatan dari release news itu? klo scalper bisa trading di banyak situasi berarti punya macem2 strategi dong ya? mereka bisa keluar masuk walopun pasar lagi banyak pergerakan, di kondisi sepi pun bisa ambil chance juga. tapi ada gag ya contoh scalper sukses yang cuman trading di sesi pasar sepi? kan prinsip mereka op dgn tp sedikit2 , jadi harusx enggak masalah kan walo cuman mengandalkan sesi pasar yang enggak sebegitu volatil?
Sudirman
@Heru Jatmiko jawabannya karena scalper ingin kepastian 100% lot yg para scalper buka sangat besar beda dengan trader harian mingguan, selain analisa teknikal dengan idikator, para scalper juga sangat butuh analisa fundamental untuk memperkuat open buy atau open sell. Sedikit saja salah prediksi bisa rugi besar, jadi kalau bisa di bilang top level trading paling beresiko ya teknik scalping. Menurut saya sih itu.
Agus Junaidi
interview yang sangat bermanfaat, bisa disimpulkan bahwa dalam scalping yang penting adalah kontrol emosi, resiko, dan target. bagi seorang scalper untuk bisa selalu mempertahankan trading dengan target harian itu adalah pencapaian yang bagus.

saya rasa karena frekuensi trading yang tinggi tentunya scalping sangat rentan terhadap pengaruh emosi, yang bisa mengakibatkan overtrading atau rasa ingin balas dendam. tapi scalper yang sudah ahli tentunya sudah matang dan bisa mengendalikan emosinya sehingga tidak terpengaruh oleh hal-hal semacam itu.

mungkin ini adalah tantangan terbesar scalper yang harus dilalui untuk bisa menjadi seorang trader ahli.
Arka
Kalau mnurut saya dan mncerna hasil wawancara dgn paul rotter tsb, seorang scalper tdk ber opini terhadap market,tetapi bereaksi brdasarkan pngamatan market yg sdg trjadi, itu artinya seorang scalper bisa menuai pip dr 2 arah, up dia ambil, down jg di ambil. krn target pip tdk byk maka msuk akal jk scalping bisa mngumpulkan profit yg banyak, dalam 1 jam saja bs belasan kali open posisi krn dlm 1 jam tsb bs trjadi bberapa retrace (asal hari itu tdk ada news high impact)