Analisa Time Frame Untuk Scalping

Untuk teknik scalping, trader cukup mengamati dua chart, yaitu chart referensi dan chart eksekusi. Chart referensi biasanya 6 kali time frame chart eksekusi.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Analisa Time Frame artinya melakukan perbandingan pada beberapa Time Frame untuk memperoleh gambaran yang jelas dari arah pergerakan harga yang sedang terjadi. Tujuan utama analisa Time Frame adalah mengetahui arah trend yang dominan sebelum entry.

Analisa dengan memperbandingkan Time Frame trading, atau multiple time frame analysis, perlu dilakukan trader sebelum entry, terutama untuk trader pengguna teknik Scalping yang selalu bermain dengan time frame rendah. Untuk teknik Scalping yang mengutamakan kecepatan, trader forex tidak harus mengamati banyak time frame, melainkan cukup dua chart trading saja, yaitu chart referensi dan chart eksekusi. 

Teknik Scalping dengan analisa Time Frame cocok digunakan untuk trading pada pasar yang volatilitasnya tinggi dengan waktu trading yang terbatas, seperti pada indeks harga saham. Pada artikel ini dicontohkan analisa Time Frame untuk Scalping pada indeks saham UK-100, dimana pada umumnya trader menggunakan Time Frame 5 menit untuk eksekusi posisi. Dalam prakteknya, cara ini juga bisa digunakan pada indeks Dow Jones (USA30), Hangseng (HKO43), Nikkei (JPN225) dan lainnya.

Chart Referensi

Time Frame untuk Scalping pada chart referensi harus lebih tinggi dari chart eksekusi. Ada aturan (tidak baku) yang menentukan bahwa chart referensi sebaiknya 6 kali Time Frame chart eksekusi. Untuk trader yang biasa menggunakan Time Frame 5 menit pada chart eksekusi, maka Time Frame chart referensi pada umumnya 30 menit atau 1 jam.

Analisa Time Frame Untuk

Salah satu cara yang paling mudah dalam menentukan arah trend adalah dengan menerapkan indikator Moving Average.

Untuk pasar yang volatilitasnya cenderung tinggi seperti indeks UK-100 ini, trader biasanya menggunakan exponential moving average (EMA). Dalam contoh ini kita menggunakan periode 200. Kita lihat bahwa harga sedang bergerak di bawah garis kurva indikator EMA-200, yang merupakan peluang untuk membuka posisi sell. Langkah berikutnya kita lihat arah pergerakan harga pada chart eksekusi (Time Frame 5 menit).

Chart Eksekusi

Chart eksekusi adalah pergerakan harga pada Time Frame dimana kita akan melakukan eksekusi, yaitu membuka atau menutup posisi trading (buy/sell) bila memang telah sesuai dengan keadaan yang ditunjukkan oleh chart referensi. Seperti chart referensi, untuk strategi ini pun chart eksekusi menggunakan indikator EMA dengan periode yang sama.

Analisa Time Frame Untuk
Peraturan dalam cara analisa Time Frame untuk Scalping ini adalah:

  • Jika harga bergerak di atas garis EMA-200 pada chart referensi, dan harga pada chart eksekusi juga bergerak di atas garis EMA-200, maka trader bisa membuka posisi buy.
  • Jika harga bergerak di bawah garis EMA-200 pada chart referensi, dan harga pada chart eksekusi juga bergerak di bawah garis EMA-200, maka trader bisa membuka posisi sell.
  • Jika harga bergerak di bawah garis EMA-200 pada chart referensi, tetapi harga bergerak di atas garis EMA-200 pada chart eksekusi (tidak sejalan), maka trader dianjurkan untuk tidak membuka posisi, seperti pada contoh di atas. Demikian juga bila harga pada chart referensi berada di atas EMA-200, tetapi harga pada chart eksekusi bergerak di bawah garis EMA-200.

Demikian sekilas ulasan mengenai analisa Time Frame untuk Scalping. Cobalah mempraktekkannya di akun demo terlebih dahulu sebelum menjalankannya dalam trading harian. Perhatikan bahwa Scalping itu berisiko tinggi, sehingga dibutuhkan kehati-hatian dan ketajaman eksekusi. Memang ada saja trader yang hanya memelototi chart 5 menit sebagai andalan Time Frame untuk Scalping, tetapi tentu reliabilitas eksekusinya relatif labil dibandingkan dengan apabila menggunakan perbandingan dua Time Frame.

 

Trader juga dapat menggunakan dua Time Frame dengan skala 6 banding 1 seperti dalam strategi ini sebagai acuan Time Frame untuk Scalping pada forex, dengan dipasangkan indikator lainnya. Sebagai referensi, simak juga artikel Pilihan Indikator Forex Untuk Scalping Terpopuler.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Edelweiss
Terimakasih atas pengertianya, tapi apa untuk buka posisi benar2 harus menunggu sinyal dikedua timeframe itu sama? bukan kah sebenarnya keadaan itu cukup jarang terjadi?
Martin S
@ Edelweiss:
Kalau menurut strategi berdasarkan analisa time frame pada artikel ini memang demikian. Kalau berlawanan dianjurkan untuk tidak entry. Anda bisa melihat pasangan mata uang lainnya, tidak hanya pair mayor tapi juga lihat di cross pair (pasangan mata uang cross).
Eka Alvian
kalo di forex contoh pair buat scalping analisa timeframe ini apa masta?
Martin S
@ Eka Alvian:
Untuk scalping, semua pair bisa ditradingkan, dalam scalping tidak ada pair favorit, termasuk juga cross pair (pasangan mata uang cross). Setahu saya banyak juga yang scalping di pasangan GBP/JPY dan EUR/JPY karena volatilitasnya yang lumayan tinggi.
Budi Arto
Ane trading scalping di tf M1, chart referensix apa berarti M5? Kata banyak master tf M5 itu masi banyak sinyal false alias kurang akurat, bukan trmasuk yg bisa dijadikan referensi, tapi melihat anjuran chart M1 yg dikali 6 berart ada di sekitaran M5 kan chart referensix?
Firdi
hasil back test nya gimana pak budi? Kombinasi TF M5 dan TF M1 pun cukup baik..kalau memang ada cukup banyak waktu untuk mengikuti pergerakan chart seharian. False sinyal itu sudah biasa dalam dunia trading. Tinggal bagaiman kita memilah nya. Jangan semua sinyal kita ambil.
Martin S
@ Budi Arto:
Ya, benar, untuk time frame 1 menit referensinya bisa menggunakan yang 5 menit. Mengenai noise atau false signal, tidak perlu dihiraukan kalau memang Anda trading dengan cara scalping. Scalping adalah entry dan exit yang dilakukan dalam waktu yang relatif singkat, jadi false signal tidak begitu berpengaruh karena tidak mengandalkan akurasi.

M Bayu
@Budi:
Hitungan itu kan tidak baku gan, memilih chart referensi dan eksekusi disini sepertinya tidak ada aturan tertentu yang musti dijalankan. Tapi rasanya aturan seperti ini perlu juga, karena buat trader nubi pasti bingung juga mau menjadikan timeframe mana yang baik untuk digunakan sebagai chart referensi, mana yang tepat dan tidak terlalu dekat atau terlalu jauh untuk dinyatakan valid sebagai chart yang menampilkan tren yang lebih dominan...
Riri_saputro
misal sy trading d timefrem 5 menit, berapa lm sy bs hold posisi? apa sesuai sm timefrem yaitu 5 menit, atau bisa lbh lama lagi? d timeframe itu pergerakan harga apa cukup stabil atau gampang naik turun diwaktu yng singkat?
Martin S
@ Riri_saputro:
Tidak harus di-hold sampai 5 menit, biasanya langsung exit kalau sudah profit. Setahu saya scalper tidak ada yang menahan posisi terlalu lama. Mengenai volatilitas, yaitu besarnya range dan kecepatan naik turunnya harga tidak bisa diprediksi. Scalper yang telah berpengalaman menganjurkan untuk tidak entry ketika ada news penting atau ketika ada rilis data penting karena volatilitasnya akan sangat tinggi dan naik turunnya harga pada time frame rendah seperti tf 5 menit bisa tidak beraturan (tidak bisa diprediksi).
Ilham Supandi
Informasi yang sangat bermanfaat. Namun apakah dengan 2 time frame saja sudah cukup? Dengan memiliki chart referensi dan eksekusi apakah sudah bisa diandalkan?

Pernah tahu tentang panggunaan 3 macam timeframe, dan jadinya bingung sendiri satu time frame lainnya itu fungsinya apa. Dengan 2 time frame ini saja kan sepertinya sudah cukup dan jelas ya?
Martin S
@ Ilham Supandi:
Untuk scalping dua time frame sudah cukup karena time frame yang lebih tinggi hanya untuk menyesuaikan arah trend, tidak diperlukan analisa yang lebih kompleks. Yang menggunakan 3 time frame itu biasanya bukan untuk scalping, tapi untuk trader harian (jangka pendek) atau yang swing (swinger). Kami juga membahas analisa dengan 3 time frame tersebut pada artikel: Sistem Trading Triple Screen

Rosi
Kembali pada pengalaman masing-masing. Jika melalu back test komposisi TF analisa lebih pas pake TF H1, ya udah konsisten pake itu aja. Namun jika pingin lebih..kenapa tidak? TF H4 pun bukan halangan bagi TF M5 untuk dijadikan pasangan analisa.
Derry Natsuki
makasih semua artikel tentang scalper di seputarforex.com sangatlah berkualitas... maju terus seputarforex.com
Martin S
@ Derry Natsuki:
Terima kasih atas perhatiannya.
Ari
Untuk indikator EMA sy cek di versi meta trader for mobile tidak ada atau mungkin ada istilah / nama lainnya ? Terima kasih.
Martin S
@ Ari:
Untuk EMA, jika Anda menggunakan Metatrader 4 di Android, bisa masuk ke: Indicators - Main Chart - Trend - Moving Average - Parameters - Method. Pada "Method" tersebut ada pilihan: Simple, Exponential, Smoothed dan Linear Weight. Pilih yang Exponential, maka akan ditampilkan EMA atau Exponential Moving Average.
Oday
Pak apakah MA periode 200 ini paling bagus untuk scalping ?
Martin S
@ Oday:
Tidak juga, untuk mengetahui tingkat akurasi (profitabilitas-nya) harus di-backtest dan atau di-forward test pada pair dan time frame yang Anda tradingkan. Kalau hasilnya masih loss atau persentase profitnya dibawah 50% artinya kurang akurat dan Anda bisa mengganti parameternya (periode waktunya). Yang di artikel ini tingkat akurasinya tentu sudah ditest pada UK100 tf 30 menit.
Komisaris Besar