Sejarah Surat Utang Negara (Obligasi)

99415

Sejarah surat utang negara masa kini bermula dengan diterbitkannya Liberty Bond oleh Pemerintah AS pada Perang Dunia I.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Ketika Perang Dunia I pecah, dana yang dimiliki pemerintah Amerika Serikat (AS) tidak seperti saat ini. Kenyataannya, jumlah dana yang tersedia saat itu tidak mampu menutup semua biaya perang yang diperlukan. Menghadapi situasi ini, pemerintah AS memanfaatkan kendalinya atas uang rakyat. Pemerintah AS menaikkan pajak warganya untuk mencukupi kekurangan biaya perang. Namun, kenaikan pajak tak bisa dilakukan secara terus-menerus. 

Tiga tahun setelah Perang Dunia I selesai, tepatnya pada tahun 1917, pemerintah AS menemukan cara yang lebih mudah sekaligus menjadi solusi alternatif untuk menutupi hutang negara sekaligus untuk menyokong pertumbuhan ekonomi AS di tahun berikutnya. Solusi alternatif ini berupa surat utang negara yang disebut dengan "Liberty Bond" atau Obligasi Liberty. Inilah yang mengawali sejarah surat utang negara masa kini.

"Liberty Bond" diterbitkan oleh pemerintah AS untuk mendapatkan pendanaan guna menutupi defisit negara. Caranya, Obligasi tersebut dijual kepada warga negara Amerika dengan iming-iming imbalan bunga yang tinggi. Sungguh mengejutkan, dalam waktu singkat, pemerintah AS berhasil mengumpulkan dana yang begitu besar dari hasil penjualan obligasi ini.

Semakin lama, penjualan obligasi menjadi semakin banyak dan membesar. Tak ayal, surat utang negara yang disebut Obligasi Liberty itu pun semakin dikenal masyarakat luas. Berikut ini salah satu contoh iklan yang digunakan pemerintah AS untuk mempromosikan obligasi Liberty.

Sejarah Surat Utang Negara Obligasi

Seperti yang dapat Anda lihat dalam gambar di atas, obligasi Liberty telah dipasarkan dan diklaim sebagai investasi yang paling aman di dunia karena disokong oleh keyakinan dan kepercayaan penuh terhadap pemerintah AS. Faktor keamanan investasi inilah yang sangat penting untuk dipahami. Obligasi menawarkan opsi jenis investasi yang aman dan memiliki resiko sangat kecil bagi investor, meskipun seandainya dunia berada dalam kekacauan akibat perang dan krisis keuangan.  

Dan memang benar, setelah perang usai, Departemen Keuangan AS tidak mampu membiayai Obligasi Liberty yang telah dibeli oleh masyarakat. Untuk mengatasinya, pemerintah AS mengeluarkan obligasi yang baru. Hingga saat ini, penerbitan obligasi terus berlangsung dan jumlahnya makin besar untuk mengembalikan utang lama dan mendanai pengeluaran pemerintah mendatang. 

Bukan hanya Amerika Serikat saja yang menerbitkan surat utang negara seperti ini. Hampir semua negara di dunia sekarang merilis obligasinya masing-masing, termasuk Jepang, Inggris, Indonesia, dan lain sebagainya. Bahkan, perubahan di pasar obligasi setiap negara akan memengaruhi nilai tukar mata uang dalam jangka pendek maupun panjang.

Surat Utang Negara Indonesia

Di Indonesia, surat utang negara yang diterbitkan oleh pemerintah terdiri atas empat (4) jenis, yaitu Obligasi Rekap, Surat Utang Negara (SUN), Obligasi Ritel Indonesia (ORI) atau Surat Berharga Negara (SBN), dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara. Penerbitan semua surat utang negara tersebut memiliki tujuan dan spesifikasi berbeda-beda.

Ada obligasi yang ditujukan khusus untuk program Rekapitalisasi Perbankan (Obligasi Rekap). Ada obligasi yang ditujukan untuk menalangi defisit anggaran dan bernominal besar (SUN dan SBSN). Ada pula obligasi yang dimaksudkan untuk menjaring pendanaan untuk anggaran dari investor kecil (obligasi ritel).

Seiring dengan perkembangan jaman, bukan hanya investor berkantong tebal saja yang dapat membeli obligasi. Investor bermodal pas-pasan juga bisa membeli surat utang negara (ritel) secara online dengan prosedur yang sangat mudah dan praktis. Keuntungan yang diperoleh biasanya ditentukan dalam bentuk persentase bunga kompetitif, lebih tinggi dibandingkan suku bunga deposito perbankan.

SFTeam merupakan hasil kerjasama beberapa personel tim Seputarforex untuk menghadirkan liputan akurat dan bermanfaat bagi pembaca. Cakupan bahasan menyeluruh hingga menjangkau fundamental, teknikal, dan berbagai aspek trading forex lainnya.


Buntar
posternya unik, wkwkwkw. klasik banget