Sifat Dasar Indikator Stochastic (1)

Indikator yang dibuat oleh George Lane pada tahun 50an ini cukup populer digunakan dalam trading pada hampir semua jenis pasar termasuk pasar forex.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Indikator yang dibuat oleh George Lane pada tahun 50-an ini cukup populer digunakan dalam trading pada hampir semua jenis pasar termasuk pasar forex. Dengan mengetahui sifat dasar sebuah indikator teknikal, maka akan mudah bagi trader untuk menggunakannya dalam kondisi pasar yang sesungguhnya. Pada bagian 1 artikel ini dicontohkan korelasi indikator stochastic dengan analisa gelombang Elliot (Elliot wave) yang selalu terjadi pada pasar riil. Pada bagian selanjutnya akan dibahas setting parameter %K dan %D.

Untuk memahami indikator stochastic secara menyeluruh diperlukan pemahaman teori pola bentuk gelombang Elliot (Elliot wave formation). Tetapi seperti dituliskan oleh pembuatnya George Lane, untuk mengetahui sifat dasar stochastic tidak harus mempelajari Elliot wave dengan detail melainkan cukup dengan hanya menggunakan pendekatan konsep dasarnya saja.

Konsep dasar teori Elliot wave adalah bahwa sebuah trend pergerakan harga (uptrend maupun downtrend) terdiri dari 5 gelombang utama dan 3 gelombang koreksi utama. Tiap siklus sebuah gelombang utama selalu terdiri dari 5 gelombang minor yang diikuti dengan 3 gelombang koreksi minor (lihat gambar dibawah). Dalam contoh ini 5 gelombang minor adalah huruf kecil 1-2-3-4-5, dan 3 gelombang koreksi minor adalah a,b,c. Bentuk pola gelombang pergerakan ini terjadi berulang-ulang dalam pasar. Dengan pendekatan bentuk gelombang Elliot maka sifat dasar stochastic bisa dianalisa seperti keadaan idealnya, tanpa noise yang terjadi di pasar.


Sifat Dasar Indikator Stochastic

 

Pada gambar diatas tampak pergerakan harga uptrend dengan indikator slow stochastic yang diset pada 9 bar pergerakan harga, atau stochastic: 9 bar, 3%K, 3%D, atau stochastic (9,3,3).


Analisa Stochastic Pada Pergerakan Trend 5 Gelombang Minor

1. Kenaikan cepat pada %K (warna biru) terjadi pada pergerakan trend gelombang minor pertama. %K naik dari level dibawah 20% sampai level 70%. Kenaikan %K ini cukup signifikan dengan makin melebarnya jarak dari %D.

2. Gelombang minor ke 2 menyebabkan %K retrace (bergerak balik) ke garis %D (warna merah), tetapi keduanya masih diatas level 50%.

3. Gelombang minor ke 3 menyebabkan sinyal indikator stochastic makin tinggi dengan %K bergerak diatas level 80%. Dalam pergerakan harga yang sesungguhnya %K sering mencapai lebih dari 80%, tetapi jarang yang sampai pada level 90%-95%. Penting untuk diketahui bahwa yang membuat %K berada pada level tertinggi ini adalah gelombang minor ke 3.

4. Gelombang minor ke 4 menyebabkan %K memotong (crossing) %D kearah bawah dari level tertingginya. Crossing ini adalah sinyal yang salah (false signal) yang membuat trader sering salah mengambil posisi. Sell karena pergerakan harga pada gelombang minor ke 3 sudah mulai bergerak kebawah sebenarnya prematur. Dengan stop loss yang wajar tentu akan kena saat gelombang minor ke 5 menuju level tertingginya, kecuali jika level target profitnya sempit, itupun kalau masih mungkin.

5. Gelombang minor ke 5 membuat %K naik kembali dan memotong %D kearah atas, tetapi trend pergerakan harga rupanya tidak bisa menyebabkan %K naik lebih tinggi lagi dari level sebelumnya. Disini terjadi divergensi bearish karena pergerakan harganya bullish tetapi pergerakan indikator bearish. Sinyal trading untuk sell bisa dilakukan saat %K bergerak kebawah dan memotong %D dari arah atas.


Analisa Stochastic Pada Pergerakan Trend 3 Gelombang Koreksi Minor

6. Gelombang koreksi minor a berbalik arah saat mencapai level support gelombang minor ke 4, tetapi penurunan %K cukup signifikan dengan makin melebarnya jarak dari %D, sama dengan saat kenaikan %K pada point 1.

7. Gelombang koreksi minor c menyebabkna %K turun hingga dibawah level 20%, dan pada pergerakan harga pasar yang sesungguhnya jarang yang sampai pada level dibawah 10%. Disini tidak terjadi divergensi. Sinyal trading untuk buy bisa dilakukan saat %K bergerak keatas dan memotong %D dari arah bawah.

Level-level bawah gelombang utama ke 2 dan ke 4 (huruf besar warna merah) adalah level-level support untuk garis trend jangka panjang. Proses ini terjadi berulang-ulang dengan pola bentuk gelombang yang hampir sama. Gelombang koreksi minor a-b-c pada gelombang utama ke 4 mirip dengan koreksi minor a-b-c gelombang utama ke 2, dan gelombang utama ke 3 dan ke 5 mirip dengan yang pertama. Level yang ideal untuk membuka posisi sell adalah ketika koreksi pada gelombang utama ke 5 telah mencapai gelombang minor b-nya (tanda lingkaran kuning pada gambar).

Analisa untuk pergerakan harga pasar yang downtrend adalah sebaliknya.

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Ridwan
stokhastik bakal bagus klo digabungin ma teknik trading yang laen. tpi penjelasannya mantab neh. jadi makin nambah wawasan lagi hehe.
Mumun Idr
ternyata stochastic ruwet juga perhitungannya ada analisa pake gelombang2 segala. ini sebetulnya digunakan buat ngukur apa sih? tren atau momentum?
Andra Kuntadi
Secara mendasar stochastic digunakan untuk mengukur tren, bisa pada pola gelombangnya, bisa juga pada momentumnya.

Kalau pada pola gelombang, bisa dikaitkan dengan keterangan di artikel yang menyatakan hubungannya dengan penggunaan teori elliot wave, sementara momentum diukur berdasarkan pencapaiannya pada level 20 untuk mengindikasikan oversold dan level 80 untuk menandakan overbought.

Crossing yang terjadi pada area-area tersebut bisa diartikan sebagai penanda reversal, tapi kadang masih perlu bantuan dari indikator lain untuk mengkonfirmasinya.
Linnga_008
@andra: kalau divergence bagaimana bro? kok bisa walaupun di chart kelihatan ada higher high tapi karna di stochastic munculx lower high terus analisax jadi cenderung ke bearish?
Andra Kuntadi
Divergensi antara pergerakan pada grafik dengan stochastic memang diamati pada perbedaan arahnya. Di mana saat grafik menunjukkan arah pergerakan ke atas, tapi indikator momentum justru menerun, itu berarti momentum harga sedang mengalami perlambatan, dan tidak lama lagi akan segera turun. Begitu juga sebaliknya jika harga pada grafik bergerak ke bawah tapi indikator momentumnya bergerak ke atas, maka menandakan momentum pergerakannya sedang menguat, jadi harga juga tidak lama lagi akan naik.
Yulisuzanto
rpt jg kl mst msk d tiap2 gelombang stochastic tu, mending tnggu smp d poin2 ovebought/oversoldx aja atau tunggu rngkn prgrkn scr grs bsr tmbng dipusingin sm gelombang2 minor yg kl dprediksiin scr ril d chrt bneran pst susahnya minta ampuun.